Bursa Siang: Regional Cemas Lagi Sentimen Perang Dagang, IHSG Terpangkas

Bursa Siang: Regional Cemas Lagi Sentimen Perang Dagang, IHSG Terpangkas

Posted by Written on 05 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke area negatif pada akhir sesi pagi perdagangan hari Senin (5/11). IHSG tergerus, turun tipis -0,15 persen (-9 poin) ke level 5.897.

Indeks LQ45 -0,29% ke leavel 938 poin. IDX30 -0,29% ke level 517 poin. Indeks JII -0,27% ke level 653. Indeks Kompas100 -0,28% ke level 1.196. Indeks Sri Kehati -0,50% ke posisi 360. Indeks Sinfra18 -0,50% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: BBRIEXCLHMSPPTBAITMGLPPF dan FINN

Saham-saham top gainer LQ45: BJBRADHIINDYGGRMPTPPPTBA dan EXCL

Saham-saham top loser LQ45: JSMRELSAMNCNINDFBSDEUNTR dan SMGR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,07 triliun dengan volume trading sebanyak 50,12 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp239,76 miliar.

Sektor infastruktur dan properti menjadi pelemah IHSG . Kedua sektor tersebut drop masing-masing -0,66 persen dan -0,61 persen.

Nilai tukar rupiah -0,21 persen ke level Rp14.985 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia tertekan pada sesi pagi perdagangan hari Senin (5/11) seiring kekhawatiran kenaikan suku bunga the Fed berlangsung lebih cepat dari perkiraan selain faktor perang dagang antara USA dengan China yang jadi penekan sentimen.

Indeks MSCI Asia Pasifik tumbang 1 persen.

Tim Analis Citigroup memperkirakan tensi sengketa dagang USA dengan China akan memburuk sebelum mereka (kedua negara) tersebut mencapai kesepakatan yang lebih baik. Menurut Citigroup, walaupun pertumbuhan pertumbuhan dagang global masih stabil, berdasarkan survei bisnis, kekhwatiran tetap meningkat.

"Pasar saham belum tampak sepenuhnya menggabungkan risiko peningkatan ketegangan perang dagang yang dapat berdampak kepada investasi, sentimen, inflasi dan pertumbuhan," demikian kata Citigroup.

Bursa saham Jepang ke area merah dan begitu pula dengan Indeks Topix yang melemah 0,76 persen. Indeks Kospi (Korsel) turun 1,61 persen.

Pasar saham China dalam tekanan seiring Indeks Shenzhen flat dan Indeks Shanghai melemah. Sementara di bursa Austalia, Indeks ASX 200 bergerak flat. Mayoritas Saham-saham energi bergerak dalam tekanan.

Presiden China Xi Jinping dalam pidato pembukaan China International Import Expo berjanji akan menerapkan tarif impor rendah dan membuka akses pasar (China) secara lebih luas. Tetapi menurut Jinping, situasi global telah menciptakan tantangan bagi perekonomian China.

Nilai tukar yuan di pasar onshore di level 6,9059 terhadap dolar AS. Sedangkan di pasar offshore ke posisi 6,9016. Bank sentral China menetapkan kurs tengah yuan terhadap USD di level 6,8976. Batas tolerasi bagi yuan untuk menguat atau melemah adalah 2 persen dari kurs tengah yang ditetapkan.

Indeks dolar AS di posisi 96,478 atau melemah dibandingkan dengan sesi sebelumnya di posisi 96,490. 

Sementara nilai tukar yen di posisi 113,17 terhadap dolar AS. Dolar Australia di posisi $0,7185.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,27% ke posisi level 21.962 (11.45 am).

Indeks Hang Seng (Hong -2,65% ke posisi 25.785.

Indeks Shanghai (China) -1,00% ke posisi 2.649.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,85% ke level 3.058. (11.30 am).


Oil

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan hari Senin (5/11) pagi di pasar Asia seiring sanksi larangan ekspor Iran mulai berlaku di awal pekan ini melunak oleh pembebasan beberapa negara tetap boleh impor minyak Iran, setidaknya untuk sementara waktu.

Minyak Brent drop 43 sen ke harga USD72,40 per barel (pukul 03:32 GMT). Harga minyak WTI turun 46 sen ke harga USD62,68 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author