Bursa Siang: IHSG Melandai Saat Investor Lirik Lagi Emerging Market

Bursa Siang: IHSG Melandai Saat Investor Lirik Lagi Emerging Market

Posted by Written on 02 November 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke area negatif pada akhir sesi pagi perdagangan hari Jumat (2/11). IHSG mendatar, turun tipis -0,10 persen (-6 poin) ke level 5.830.

Indeks LQ45 -0,21% ke leavel 923 poin. IDX30 -0,22% ke level 508 poin. Indeks JII -0,21% ke level 648. Indeks Kompas100 -0,12% ke level 1.179. Indeks Sri Kehati +0,04% ke posisi 357. Indeks Sinfra18 -1,33% ke level 298.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: PGASTLKMBMRIBBCABBRIHMSP dan CAKK-W. 

Saham-saham top gainer LQ45: INCOPTPPSMGRADHISCMALPKR dan WIKA

Saham-saham top loser LQ45: GGRMTPIAINDFBRPTPTBAITMG dan BMRI

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,57 triliun dengan volume trading sebanyak 48,55 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp416,70 miliar.

Sektor konsumer dan keuangan menjadi pelemah IHSG . Kedua sektor tersebut drop masing-masing -0,8 persen dan -0,49 persen.

Nilai tukar rupiah +0,21 persen ke level Rp15.095 (pukul 11:30 am)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak menguat di sesi pagi perdagangan hari Jumat (2/11). Pasar saham Wall Street menghijau. Pernyataan Presiden USA Donald Trump mengindikasikan potensi kemajuan negosiasi perang dagang USA dengan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 1,4 persen ke level tertinggi dalam 2,5 pekan terakhir.

Presiden USA, Donald Trump mengatakan diskusi hubungan dagang dengan China berjalang dengan baik dan Presiden China Xi Jinping mengungkapkan harapan untuk memperluas kerja sama perdagangan. Trump juga mengatakan dia berencana bertemu dengan Jinping pada G-20 Summit mendatang.

"Dialog Washington dan Beijing akan cukup baik bagi investor saat ini. Oleh karena itu, empat minggu ke depan antara pemilu sela di USA dan Summit G-20 di Argentina pada 30 November akan menjadi penting untuk melihat bagaimana kemajuan tersebut," kata Tai Hui, Analis JP Morgan Asset Management Asia Pasifik.

Menurutnya kombinasi sentimen stimulus ekonomi China dan valuasi wajar saham di pasar Asia menjadi peluang bagi investor untuk kembali ke pasar emerging market dan aset Asia.

Indeks acuan di bursa China menghijau seperti tampak pada Indeks Shenzhen yang naik 1,591 persen. Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik signifikan.

Penguatan juga terjadi di bursa Korsel setelah Indeks Kospi naik 2,14 persen dengan didukung saham saham unggulan seperti Samsung Electronics (+2,02 persen) dan SK Hynix naik 3,07 persen.

Indeks Topix di bursa Jepang naik 0,39 persen. Indeks ASX200 (Australia) melemah 0,31 persen. Pelemahan sektor energi sebesar 2,07 persen dan finansial sebesar 0,73 persen ikut menekan bursa Australia.

Sementara itu di pasar valas, Indeks dolar AS ke posisi 96,395 melemah dibanding posisi kemarin di level 96,9. 

Nilai tukar yen di posisi 112,73 terhadap dolar AS setelah melemah di posisi 112,9 di sesi sebelumnya. Dolar Australia ke posisi $0,7195 setelah pada Kamis mencetak rally dari posisi $0,708.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,58% ke posisi level 21.813 (11.30 am).

Indeks Hang Seng (Hong +2,40% ke posisi 26.026.

Indeks Shanghai (China) +1,21% ke posisi 2.637.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,74% ke level 3.083. (11.30 am).


Oil

Harga minyak terkoreksi turun pada perdagangan hari Jumat (2/11) pagi di pasar Asia seiring produksi minyak tiga negara produsen minyak terbesar melebih kekhawatiran terhadap sanksi larangan ekspor kepada Iran.

Minyak Brent drop 39 sen ke harga USD72,50 per barel (pukul 02:40 GMT). Harga minyak WTI turun 37 sen ke harga USD63,32 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author