Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Laju IHSG Berpotensi Terkoreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Laju IHSG Berpotensi Terkoreksi

Posted by Written on 02 November 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (2/11), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street, menyambut celotehan Presiden AS Donald Trump tentang pertemuannnya dengan pemimpin China yang "berjalan baik", di tengah kejatuhan harga minyak dan dolar AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 sebesar 23% pada sesi awal perdagangan, terseret kejatuhan harga saham sekto energi sebear 1,2% dan sektokeuangan sebanya 0,7%. Indeks berlanjut turun 0,21% (-12,00 poin) menjadi 5.828,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,26% (273,55 poin) ke level 21.961,20, setelah dibuka melaju 0,99%, yang diwarnai penguatan yen terhaddap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 1,56%, ditopang lompatan harga saham Samsung dan SK Hynix sebesar 1,9% dan 2,78%, dan berlanjut melambung 1,93% ke posisi 2.063,53.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melambung 2,22% (564,44 poin) kel level 25.980,44 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melonjak 1,65% ke posisi 2.649,25.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil membukukan kenaikan indeks pada sesi perdagangan kemarin dengan menguat tipis 0,07% di level 5.835,92. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi, berharap dukungan capital inflow berkat rekomendasi buy dari Morgan Stanley. Secara teknikal, beberapaindikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi memasuki area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme akan adanya kemajuan perundingandagang antara Amerika dan China serta menguatnya rupiah, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu posisi indeks yang sudah masuk area overbought dan melemahnya hampir semua komoditas, kecuali nikel diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 5.800 dan resistance di 5.865.

Beberapa ekuitas yang perlu dicermati, antara lain;

  • Saham : PWON (Buy, Support: Rp482, Resist: Rp510), INCO (Buy, Support: Rp2.930, Resist: Rp3.200), 

    BBTN (Buy, Support: Rp2.150, Resist: Rp2.330), DOID (Buy, Support: Rp805, Resist: Rp835).

  • ETF : XIIF (Buy, Support: Rp588, Resist: Rp608), XPDV (Buy, Support: Rp465, Resist: Rp471), 

    XPID (Buy, Support: Rp506, Resist: Rp511).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, Kamis,berusaha menghapuskerugian Oktober, dibantu optimisme baru hubungan dagang AS-China. Pasca berdiskusi dengan Presiden China Xi JinpingPresiden AS Donald Trump berceloteh lewat Twitter bahwa pembicaraan "berlangsung gerak dengan baik". Beberapa perusahaan yang mengalami tekanan hebat pada bulan lalu mencetak kenaikan signifikan , diantaranya Amazon, yang melesat 4,2%, Caterpillar melaju2,8%, Hasbro dan DOWDUPont masing-masing melambung 6,4% dan 8,1%. Namun Alphabet turun 0,6% aksi karyawannya di seluruh dunia yang "Google Walkout For Real Change" sebagai protes atas sikap perusahaan terhadap klaim pelanggaran seksual.

Dow Jones Industrial Average melonjak 1,06% (264,98 poin) ke posisi 25.380,74.

Standard&Poor's 500 juga naik 1,06% (28,63 poin) menjadi 2.740,37.

Nasdaq Composite melompat 1,75% (128,16 poin) ke level 7.434,06.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 3,73% menjadi USD22,83.

Bursa saham utamaEropa tadi malam berakhir cenderung melemah, terpengaruh kejatuhan harga minyak yang menyeret saham minyak dan gas, sementara poundsterling melesat tajam. Index Stoxx 600 naik 0,41%, dipimpin kenaikan haarga saham sektor telekomunikasi. Saham BT melambung 8,6% setelah menaikkan prospek perusahaannya. Sebaliknya saham Tgs-Nopec Geophysical longsor lebih dari 9,8% karena membukukan laba operasi lebih lemah dari proyeksi. Credit Suisse merosot hampir 2,1% meski membukukan 74% peningkatan laba bersih dari tahun lalu.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dikabarkan menyetujui persyaratan dengan Brussels untuk memberi akses berkelanjutan kepada perusahaan jasa keuangan Inggris ke pasar Eropa pasca Brexit. Reli sterling juga dibantu oleh keputusan Bank of England untuk mempertahankan suku bunga, 0,75%.

FTSE 100 Inggris menyusut 0,19% (-13,44 poin) di level 7.114,66.

CAC 40 Prancis berkurang 0,15% (-7,66 poin) menjadi 5.085,78.

DAX 30 Frankfurt menguat 0,18% (21,03 poin) di posisi 11.468,54.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir merosot tajam tertekan penguatan euro dan poundsterling, didukung sentimen positif kesepakatan Brexit. Penguatan pound juga didukung keputusan Bank of England untuk mempertahankan suku bunga. Sterling semakin melaju menyusul laporan bahwa Uni Eropa mempertimbangkan kompromi pada rencana Irlandia Utara yang akan memberi Inggris jaminan bahwa custom border tidak akan diperlukan di sepanjang Laut Irlandia. Indeks dolar, ukuran greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,88% menjadi 96,277.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1404-0.0004-0.04%7:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2998-0.0014-0.11%7:32 PM
Yen (USD-JPY)112.66-0.06-0.05%7:32 PM
Yuan (USD-CNY)6.9234-0.0523-0.75%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,127.50-75.00-0.49%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 1/11/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi meluncur deras, dan ditutup anjlok mendekati 3%, karena kekhawatiran akan melemahnya permintaan global sementara output mengalami peningkatan. Spekulan hengkang dari pasar karena peningkatan produksi AS, Rusia dan OPEC . Pasar juga mengkhawatirkan kemungkinan perlambatan pertumbuhan global akibat perselisihan dagang AS-China yang mulai memukul ekonomi emerging market.

Sepanjang Oktober, Brent dan WTI masing-masing rontok 8,8% dan 11%, penurunan bulanan terbersar sejak Juli 2016. Departemen Energi AS mengatakan keseluruhan produksi minyak mentah AS pada Agustus mencapai rekor 11,35 juta bph dan diperkirakan terus meningkat. Rusia memproduksi 11,41 juta bph, dan survei Reuters mengindikasikan OPEC memompa lebih banyak minyak setiap hari sejak 2016.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD2,15 (-2,9%) menjadi USD72,89 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,62 (-2,5%) menjadi USD63,69 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak hampir 2%, menyambut kejatuhan dolar AS dari posisi 16 bulan. Turunnya imbal hasil obligasi AS dan apresiasi yuan China ikut memperkuat kilau emas. Rilis data Federal menunjukkan jumlah warga AS yang memanfaatkan bantuan pengangguran berada di posisi terendah dalam lebih dari 45 tahun karena kondisi pasar tenaga kerja semakin mengetat. Namun prospek ekonomi yang optimistis itu, terbebani oleh berita aktivitas manufaktur yang melambat pada Oktober. Pesanan baru baranga tahan lama turun ke level terendah dalam satu setengah tahun.

Harga emas di pasar spot naik 1,7% menjadi USD1.234,18 per ounce.

Harga emas berjangka naik USD23,60, (1,94%) menjadi USD1.238,60 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author