Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Berpotensi Menguat

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Berpotensi Menguat

Posted by Written on 01 November 2018


Ipotnews - Mengawali November, sekaligus mengakhiri perdagangan Oktober yang suram, Kamis (1/1), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang diwarnai penguatan dolar dan penurunan harga minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,28% yang didukung kenaikan harga saham sektor pertambangan sebesar 1,86%. Indeks berlanjut menguat 0,23% (13,40 poin) di posisi 5.843,70 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,83% (-182,69 poin) ke level 21.737,77, setelah dibuka anjlok 0,72%, diwarnai penguatan yen dan kejatuhan harga saham Softbank sebesar 6% dan Panasonic 10%. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka naik 0,42% dan berlanjut bertambah 0,38% menjadi 2.037,33.

Melanjutkan tren kenaikan indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,07% (266,82 poin) ke level 25.246,51 padap pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,54% menjadi 2.616,88.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini, dihadapkan pada tren kenaikan di bursa global, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan jual, dan ditutup dengan melaju 0,73% ke level. 5.831. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan, berusaha menggeser rentang konsolidasi, didukung rilis data ekonomi BPS. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bullish continuation di area resistance bearish trend, menuju jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kembali berlanjutnya kenaikan indeks bursa global dan cukup bagusnya laporan kinerja emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia diprediksi masih akan menjadi sentimen positif di pasar. Investor juga akan mencermati data inflasi di bulan Oktober yang diperikirakan akan berada di level 3,03% atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya di level 2,88% yoy. Sementara itu berlanjutnya koreksi mayoritas harga komoditas akan menjadi katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.790 dan resistance di 5.870.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antaraa lain;

  • Saham : SMGR (Buy, Support: Rp8.700, Resist: Rp9.300), 

    INTP (Buy, Support: Rp16.000, Resist: Rp17.800), ELSA (Buy, Support: Rp362, Resist: Rp390), INDF (Buy, Support: Rp5.825, Resist: Rp6.125).

  • ETF : XMTS (Buy, Support: Rp488, Resist: Rp498), XBLQ (Buy, Support: Rp460, Resist: Rp472), 

    XDIF (Buy, Support: Rp454, Resist: Rp464).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadai berakhir dengan melanjutkan tren positif untuk dua sesi beruntun, mengurangi kerugian sepanjang Oktober, didukung data ketenagakerjaan yang baik positif dan pendapatan sebagian besar emiten yang solid.Sebagian besar sektor industri, terutama perusahaan keuangan dan teknologi menguat, namun tak mampu menutup pelemahan sepanjang Oktober. Selama Oktober S&P 500 rontok 6,9%, Dow Jones anjlok 5,1%, dan Nasdaq terpenggal 9,2%. Data penggajia sektor swasta pada Oktober naik sebesar 227.000.

Pagi tadi saham Facebook melaju 4% setelah melaporkan peningkatan laba dan pendapatan yang tinggi. Amazon melesat 4,4%, Apple melompat 2,6%, Alphabet melonjak 3,9%. General Motors melambung 9,1% setelah melaporkan laba yang melampaui ekspektasi berkat laba operasi yang kuat di Amerika Utara dan China. Sebaliknya, Kellogg menukik 8,9% karena memangkas prospek keuntungan dan pengeluaran yang lebih tinggi.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,97% (241,12 poin) ke posisi 25.115,76.

Standard&Poor's 500 melonjak 1,09% (29,11 poin) ke level 2.711,73.

Nasdaq Composite melesat 2,01% (144,25 poin) menjadi 7.305,90.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,23% menjadi USD22,01.
Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup menghijau, setelah investor mencerna laporan keuangan perusahaan dan mengambil keuntungan dari aksi jual sepanjang Oktober. Indeks Stoxx 600 melejit 1,71% menjadi 361,61, dipimpin kenaikan saham-saham berbasis sumber daya dasar yang melambung 3,6%. Kendati demikian, Stoxx 600 merosot 5,6% sepanjang Oktober, FTSE anjlok sekitar 5%. Inflasi zona euro berakselerasi menjadi 2,2% pada Oktober, dari 2,1% pada bulan sebelumnya, mendukung Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menghentikan stimulus.

Saham L'Oreal melonjak 6,7%, Standard Chartered naik 3,2%, Banco Santander menguat 2,1% setelah melaporkan perbaikan kinerja keuangan kuartal ketiga. Di sisi lain, pabrikan ban Nokian Renkaat rontok hingga 10% setelah memangkas prospek penjualan.

CAC 40 Paris melesat 2,31% (114,91 poin) menjadi 5.093,44.

FTSE 100 London melonjak 1,31% (92,25 poin) ke posisi 7.128,10.

DAX 30 Frankfurt melompat 1,42% (160,12 poin) ke level 11.447,51.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat ke level tertinggi 16 bulan didukung perbaikan data ekonomi AS. Laporan ketenagakerjaan nasional ADP periode Oktober, menunjukkan penggajian di sektor swasta AS meningkat, tertinggi dalam delapan bulan terakhir. 

Poundsterling menguat 0,53% setelah Menteri Brexit Inggris mengatakan kesepakatan perpisahan dengan Uni Eropa dapat dicapai pada akhir November. Euro tergelincir 0,24% terhadap dolar, atau anjlok sekitar 2,5% sepanjang Oktober, terbebani ketidakstabilan politik di kawaan tersebut. Indeks dolar, ukuran greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,12% menjadi 97,127.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13170.0005+0.04%7:39 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2770.0004+0.03%7:40 PM
Yen (USD-JPY)112.89-0.05-0.04%7:39 PM
Yuan (USD-CNY)6.97570.0085+0.12%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,202.50-21.00-0.14%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 31/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, membukukan kinerja bulanan terburuk sejak pertengahan 2016. Pasokan global meningkat, namun sedikit tertahan oleh sinyal menguatnya permintaan bahan bakar di AS. Badan Informasi Energi AS menyebutkan, produksi minyak mentah AS naik 416.000 barel per hari (bph) ke rekor 11,346 juta bph pada Agustus. Persediaan minyak mentah AS naik 3,2 juta barel pekan lalu, namun stok bensin dan produk distilasi turun karena total permintaan produk tersebut selama Oktober naik 5,4% dari tahun lalu.

Data Refinitiv menunjukkan, AS, Rusia dan Arab Saudi, memompa 33 juta bph pada September, naik10 juta bph sejak awal dekade ini. Produksi minyak Rusia menembus 11,41 juta bph pada Oktober, tertinggi sejak runtuhnya 1991. Secara keseluruhan hingga akhir Oktober,Brent jatuh 8,8% dan WTI anjlok 10,9%, membukukan kinerja bulanan terburuk sejak Juli 2016.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 91 sen menjadi USD75,04 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 87 sen menjadi USD65,31 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup di level terendah tiga pekan, tertekan dolar yang melesat ke level tertinggi 16 bulan dan kebangkitan di pasar saham. Namun sepanjang Oktober ini, emas berada di jalur terbaiknya sejak Januari. Harga emas mengakhiri penurunan selama enam bulan berturut-turut, pelemahan beruntun terpanjang sejak Agustus 1996-Januari 1997. Emas jatuh sekitar 11 persen sejak April, terbebani kenaikan suku bunga dan perang dagang AS yang mengancam pertumbuhan ekonomi global. Analis mengatakan, pemilihan paruh waktu pada 6 November di AS akan menentukan harga emas, jika Partai Republik menguasai Kongres kemungkinan akan menyebabkan penguatan dolar.

Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi USD1.213,93 per ounce.

Harga emas berjangka ditutup di level USD1.215 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author