Bursa Pagi: Asia Bergerak Menguat, IHSG Cenderung Bullish

Bursa Pagi: Asia Bergerak Menguat, IHSG Cenderung Bullish

Posted by Written on 31 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pada pengujung Oktober ini, Rabu (31/10), dibuka mixed cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan tajam indeks acuan di bursa saham Wall Street, setelah melalui sesi perdagangan yang liar di bursa utama Eropa. Pasar menunggu rilis data ekonomi China hari ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks tipis ASX 200, Australia yang diwarnai lonjakan harga saham sektor energi sebesar 1,04%, namun diimbangi dengan kejatuhan saham sektor pertambangan sebesar 0,51%. Indeks berlanjut menguat 0,20% (11,80 poin) ke posisi 5.816,90 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,25% (267,70 poin) ke level 21.725,08, setelah dibuka melaju 0,72% di tengah pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah, diwarnai lompatan harga saham Samsung sebesar 1,53%, dan berlanjut naik 0,24% menjadi 2.019,44.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,95% (233,82 poin) ke level 24.819,35 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga naik 0,29% menjadi 2.575,45.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang bervariasi di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin di zona positif, ditutup naik 0,6% ke level 5.789. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatan ditopang kinerja positif emitan di kuartal III-2018 dan potensi capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dengan momentum yang cenderung jenuh.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan cukup baiknya laporan kinerja emiten yang tercatat di bursa efek Indonesia diprediksi menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain terkoreksinya mayoritas harga komoditas akan menjadi katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.750 dan resistance di 5.825.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : BBNI (Buy, Support: Rp7.075, Resist: Rp7.300), 

    BBRI (Buy, Support: Rp2.960, Resist: Rp3.100), CPIN (Buy, Support: Rp5.575, Resist: Rp5.325), HMSP ( SELL , Support: Rp3.800, Resist: Rp3.940)

  • ETF: XPLQ (Buy, Support: Rp493, Resist: Rp505), XPES (Buy, Support: Rp433, Resist: Rp445), 

    XIJI (Buy, Support: Rp645, Resist: Rp659).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat tajam, berada di wilayah positif hampir sepanjang sesi mengakhiri aksi jual yang mendominasi perdagangan sepanjang Oktober. Sejumlah sentimen membebani pelaku pasar, antara lain efek kenaikan suku bunga AS, ketegangan perdagangan AS-China, dan dampaknya terhadap pendapatan perusahaan jika ekonomi melambat atau jatuh ke dalam resesi.Dow tercatat anjlok 5,9% dibanding September, penurunan bulanan terburuk sejak Agustus 2015, dan S&P 500 rontok 7,9%, terburuk sejak Mei 2010. Kenaikan indeks didukung laporan Conference Board yang menilai kepercayaan konsumen AS pada periode Oktober berada di level 137,9 tertinggi sejak September 2000.

Saham Caterpillar naik 3,0%, Intel melambung 5,2%, dan Boeing melonjak 4,3%. Coca-Cola menguat 2,5%setelah melaporkan kenaikan 30% laba kuartal ketiga. Produsen pakaian dan sepatu olahraga, Under Armor, melambung 24,8%setelah melaporkan kenaikan laba 39%. Namun General Electric terpenggal 8,8% karena memotong sebagian besar dividennya akibat kerugian USD22,8 miliar pada kuartal ketiga.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,77% (431,72 poin) ke level 24.874,64.

Standard&Poor's 500 melonjak 1,57% (41,38 poin) ke posisi 2.682,63.

Nasdaq Composite melompat 1,58% (11,36 poin) menjadi 7.161,65.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 3,39% menjadi USD21,96.

Bursa saham utamaEropatadi malam bergerak liar, setelah investor mencermati laporan keuangan emiten di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global. Indeks Stoxx 600 naik tipis 0,01% menjadi 355,53. 

Saham Lufthansa terjungkal 7,88%, karena gagal melampaui perkiraan laba kuartal ketiga. Saham BNP Paribas tergerus 2,8% setelah mengumumkan pendapatan kuartal ketiga di bawah ekspektasi. Sebaliknya, raksasa minyak Inggris, BP melonjak 2,2% karena melaporkan kenaikan laba kuartal ketiga lebih dari dua kali lipat.

Eurostat melaporkan perlambatan pertumbuhan kuartal ketiga menjadi 0,2%, setelah ekspansi 0,4% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan year-on-year zona euro melambat jadi 1,7%dari 2,2% pada kuartal kedua.Kepercayaan ekonomi kuartal ketiga juga merosot, di tengah meningkatnya kekhawatiran krisis anggaran Italia. Pasar merespon negatif pernyataan Washington yang bersiap-siap mengumumkan tarif terhadap semua impor China pada awal Desember jika pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping bulan depan, tidak mencapai kesepakatan.

FTSE 100 London menguat 0,14% (9,53 poin) di posisi 7.035,85.

DAX 30 Frankfurt turun 0,42% (- 48,09 poin) menjadi 11.287,39.

CAC 40 Paris melemah 0,22% (-10,82 poin) di level 4.978,53.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup di level tertinggi 16 bulan, didukung rilis pertumbuhan ekonomi AS.Presiden AS Donald Trump mengekspektasikan akan ada kesepakatan perdagangan dengan China, namun mengancam bahwa akan adanya miliaran dolar tarif baru yang siap dilaksanakan jika kesepakatan itu tidak tercapai. Kepercayaan konsumen AS periode Oktober naik ke level tertinggi 18 tahun, ditopang oleh pasar tenaga kerja yang kuat.

Euro melemah 0,3%, tertekan penryataan Kanselir Jerman Angela Merkel yang tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua Partai Kristen Demokrat. Ekonomi zona euro kuartal ketiga tumbuh di bawah perkiraan. 

Yen melemah menjelang rilis hasil pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan, Rabu ini. Dengan inflasi yang jauh dari target 2%, BOJ berada di jalur untuk mempertahankan program stimulus moneternya. Indeks dolar, yang mengukur greenbackterhadap enam mata uang negara maju naik 0,45% menjadi 97,011.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13450.000.00%7:28 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.27060.000.00%7:28 PM
Yen (USD-JPY)113.07-0.06-0.05%7:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.96720.005+0.07%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,223.501.00+0.01%4:53 AM

Sumber : Bloomberg.com, 30/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melamah, menyusut lebih dari satu persen tertekan tanda-tanda meningkatnya pasokan, kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global, dan dampak perang dagang AS-Chinanterhaddap permintaan minyak. Pada awal sesi, Brent menembus USD75,09 per barel, terendah sejak 24 Agustus, dan WTI merosot ke USD65,33 per barel, terlemah sejak 17 Agustus.

Harga sedikit berubah setelah American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 5,7 juta barel, pekan lalu, lebih besar dari perkiraan kenaikan 4,1 juta barel. Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan harga minyak yang tinggi merugikan konsumen dan dapat mengurangi permintaan bahan bakar saat aktivitas ekonomi global melambat. Menurut data Eikon Refinitiv, produksi minyak Rusia, AS dan Arab Saudi mencapai 33 juta barel per hari (bph) untuk pertama kalinya pada September, melonjak 10 juta bph sejak awal dekade ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,43 (-1,9%) menjadi USD75,91 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 86 sen (-1,3%)menjadi USD66,18 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah,karena kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang AS-China yang melambungkan dolar. Harga emas sempat menyentuh USD1.219,37, terendah sejak 18 Oktober. Harga emas diperkirakan akan bertahan di kisaran USD1.215-1.235, hingga pemilu sela AS, pekan depan. Harga emas menguat sekitar 2,8% ssepanjang Oktober, mengakhiri pelemahan beruntun enam bulan. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust New York, Senin lalu, naik ke posisi tertinggi dalam dua bulan, menjadi 24,270 juta ounce.

Harga emas di pasar spot turun 0,47% menjadi USD1.223,61 per ounce.

Harga emas berjangka cenderung mendatar ditutup di posisi USD1.225,30 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author