Bursa Sore: BI Klaim Sukses Stabilkan Rupiah, IHSG Balik Menguat

Bursa Sore: BI Klaim Sukses Stabilkan Rupiah, IHSG Balik Menguat

Posted by Written on 26 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) fluktuatif dan berakhir di zona hijau pada akhir perdagangan hari Jumat (26/10). IHSG melaju +0,52 persen (+29 poin) ke level 5.784.

IHSG berbalik menguat pasca BI menyatakan berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah melalui kebijakan kenaikan suku bunga. Menurut BI hal itu terlihat pada aliran dana asing yang masuk ke SBN selama Oktober mencapai Rp8,26 triliun dari sebelumnya net sell. BI juga memprediksi inflasi bulan Oktober sebesar 0,17 persen dan tahunan sebesar 3,05 persen yang dinilai BI relatif rendah.

Indeks LQ45 +0,87% ke leavel 909 poin. IDX30 +0,91% ke level 499 poin. Indeks JII +0,57% ke level 640. Indeks Kompas100 +0,62% ke level 1.165. Indeks Sri Kehati +0,91% ke posisi 344. Indeks Sinfra18 +0,34% ke level 298.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: INPCLPPFKPASPGASPTBABBRI dan BBCA

Saham-saham top gainer LQ45: LPPFADROUNTRITMGBBCAHMSP dan BJBR

Saham-saham top loser LQ45: GGRMSMGRUNVRBBRIBMRIELSA dan MNCN

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,16 triliun dengan volume trading sebanyak 104,74 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp388,82 miliar.

Sektor infrastruktur dan perdagangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,09 persen dan +1,08 persen.

Nilai tukar rupiah -0,19 persen ke level Rp15.217 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia melemah ke level terendah dalam 20 bulan terakhir pada perdagangan hari Jumat (26/10). Indeks S&P Futures turun tajam dan mata uang yuan tertekan pada guncangan pasar finansial akhir pekan. 

Kecemasan terhadap kinerja laba emiten menambah ketakutan berlarut-larut terkait perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 1,04 persen. Indeks benchmark pasar saham Asia Pasifik ini ke level terendah sejak Februari 2017.

Kalangan analis mempertanyakan potensi rebound di pasar mengingat dalam situasi yang seperti ini.

"Sangat dipertanyakan bagaimana daya tahan rebound dapat diberikan yang mana pelaku pasar tetap gugup mengingat kekhawatiran atas perang dagang, pertumbuhan global, geopolitik dan kinerja keuangan emiten," kata Huani Zhu, analis pada Mizuho Bank.

Selain itu menurut dia, biaya produksi yang melonjak sebagai dampak perang dagang yang masih berlangsung serta kebijakan moneter ketat, kemungkinan akan menekan laba emiten dan ini mungkin terus membebani sentimen market.

Indeks acuan pasar saham China berbarengan melemah. Indeks Shanghai tumbang dan Indeks Shenzhen turun 0,169 persen. Sementara itu Indeks Nikkei 225 juga melemah dan begitu pula Indeks Topix turun 0,31 persen.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi tumbang 1,75 persen. Saham SK Hynix naik 3,55 persen, bangkit dari pelemahan di sesi pagi. Sedangkan saham Samsung Electronics bergerak flat.

Sedangkan Indeks ASX 200 (Australia) flat. Subindeks finansial menguat sebesar 0,35 persen.

Indeks dolar AS menguat ke level 96,620 bila dibanding posisi sebelumnya di level 96,575. Yen terhadap dolar di 112,2 atau melemah jika dikomparasi dengan posisi kemarin di level 111,85.

Sementara yuan turun ke level psikologis penting 6,96 terhadap dolar AS, menyentuh level terendah sejak Desember 2016.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,40% ke posisi level 21.184

Indeks Hang Seng (Hong -1,11% ke posisi 24.717.

Indeks Shanghai (China) -0,19% ke posisi 2.598.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,35% ke level 2.972.


Bursa Eropa

Market Saham Eropa melemah pada menit-menit awal perdagangan hari Jumat (26/10) pagi waktu setempat. Pelaku pasar di Eropa memantau koreksi di Asia karena kekhawatiran atas prospek kinerja emiten di USA sehingga menciptakan kecemasan baru tentang pertumbuhan ekonomi global.

Indeks FTSE 100 (Inggris) -1.20% ke level 6.920.

Indeks DAX (Jerman) -1.39% di posisi11.150.

Indeks CAC (Perancis) -1.49% pada level 4.957.


Oil

Harga minyak melemah pada awal perdagangan hari Jumat (26/10) di pasar Eropa. Komoditas minyak menuju ke pelemahan mingguan ketiganya, tertekan oleh pernyataan Gubernur OPEC bahwa market akan segera kelebihan suplai serta pasca koreksi tajam bursa saham global menutup prospek bagi demand.

Minyak Brent drop 70 sen ke harga USD76,19 per barel (pukul 07:40 GMT). Harga minyak WTI melemah 70 sen ke harga USD66,63 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author