Bursa Siang: Market Saham Global Bearish, IHSG Melaju Tipis

Bursa Siang: Market Saham Global Bearish, IHSG Melaju Tipis

Posted by Written on 25 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mampu bertahan di zona hijau pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (24/10) di tengah bearish pasar saham global. IHSG melaju tipis +0,04 persen (+2 poin) ke level 5.711.

Indeks LQ45 +0,37% ke leavel 894 poin. IDX30 +0,48% ke level 491 poin. Indeks JII +0,26% ke level 630. Indeks Kompas100 +0,23% ke level 1.148. Indeks Sri Kehati +0,56% ke posisi 338. Indeks Sinfra18 -0,69% ke level 294.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: ESTIBBCAKPASBMRIWSKTUNTR dan SCMA

Saham-saham top gainer LQ45: INKPUNVRKLBFITMGBBCAINDF dan HMSP

Saham-saham top loser LQ45: SRILMNCNBKSLAKRASCMAADHI dan EXCL

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,18 triliun dengan volume trading sebanyak 49,65 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp211,45 miliar.

Sektor konsumer dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +0,87 persen dan +0,32 persen.

Nilai tukar rupiah -0,07 persen ke level Rp15.205 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia tumbang pada sesi pagi perdagangan hari Kamis (25/10). Dana ratusan miliar dolar AS hengkang dari pasar saham global setelah saham-saham tekno menyebabkan bursa Wall Street turun harian paling buruk sejak 2011. Kalangan analis menilai pasar saham global mengisyaratkan bearish.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 18,5 persen sehingga turun 2 persen secara tahunan pada 2018 saat perdagangan hari Kamis.

Investor pasar saham menjadi semakin gugup terhadap valuasi saham, suatu kemungkinan puncak saat momentum rilis kinerja keuangan emiten. Selain itu karena faktor kenaikan suku bunga lebih cepat di USA serta perang dagang USA dengan China yang jadi ancaman untuk menekan pertumbuhan global.

Head of Equity Research Nomura, Jim McCafferty menilai perusahaan-perusahaan dengan dukungan anggaran capex menghadapi ketidakpastian dalam beberapa tahun ke depan terkait perang dagang serta sentimen Brexit.

Beberapa analis merasa pasar saham USA bearish sehingga mungkin lebih baik fokus di luar pasar USA, setidaknya untuk saat ini. "Beberapa poin tekanan pada pasar saham Eropa telah menandai situasi bearish dalam beberapa bagian di 2 bulan terakhir," kata James Stanley, Analis pada Daily FX.

Menurut Stanley, sekarang pasar punya konfirmasi bahwa kebijakan tarif impor membawa dampak nyata bagi kinerja perusahaan USA. Mungkin jadi sebuah bola salju yang menyebabkan faktor lain yang mengkhawatirkan yang perlu dipertimbangkan.

Indeks acuan bursa saham China bergerak negatif. Indeks Shenzhen turun 1,91 persen. Tekanan di bursa Hong Kong, mengantarkan Indeks Hang Seng turun signifikan.

Sedangkan Indeks Nikkei 225 dan Indeks Topix di bursa Jepang juga dalam tekanan. Indeks Topix turun 2,32 persen.

Adapun Indeks Kospi di Korsel turun 2,21 persen seiring tekanan yang terjadi pada saham-saham unggulan. Harga saham Samsung Electronics turun 2,5 persen. Juga saham SK Hynix turun 2,5 persen.

Sementara itu Indeks ASX200 (Australia) jatuh 2,24 persen. Sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor energi drop 2,18 persen. Sektor finansial drop 2,3 persen.

Di bursa Wall Street, Indeks Dow Jones turun 608,01 poin. Indeks S&P 500 drop 3,1 persen dan Indeks Nasdaq drop 4,4 persen.

Pada pasar valas, Indeks dolar AS ke posisi 96,279 mengalami pelemahan dibandingkan posisi sesi kemarin di level 96,377. Sementara nilai tukar yen menguat ke level 112,07 jika dibandingkan sesi kemarin di level 112,6.

Sinyal bearish telah nyata terjadi di luar pasar saham USA, berdasarkan data yang dianalisis Reuters. Selain itu riset Bank of America Merryl Lynch baru-baru ini menemukan bahwa 58 persen dari 2.767 saham dalam Indeks MSCI Global saat ini berada di teritori bearish.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -3,31% ke posisi level 21.360 (11.54 am).

Indeks Hang Seng (Hong -1,80% ke posisi 24.794.

Indeks Shanghai (China) -1,42% ke posisi 2.566.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,08% ke level 2.999. (12.00 pm).


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (25/10) pagi di pasar Asia. Tekanan itu muncul bersumber dari aksi jual masif pasar saham global. Bursa saham Wall Street menorehkan penurunan harian terburuk sejak 2011.

Minyak Brent drop 75 sen ke harga USD75,42 per barel (pukul 00:43 GMT). Harga minyak WTI melemah 59 sen ke harga USD66,23 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author