Bursa Pagi: Global-Regional Terjungkal, IHSG Bearish Dekati Jenuh Jual

Bursa Pagi: Global-Regional Terjungkal, IHSG Bearish Dekati Jenuh Jual

Posted by Written on 25 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (25/10), dibuka berguguran melanjutkan tekanan kejatuhan indeks acuan di bursa saham Wall Street yang membebani penutupan bursa saham utama Eropa, dan penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,87% pada sesi awal perdagangan tertekan kejatuhan harga saham energi sebesar 2,14% dan keuangan 1,84%. Kejatuhan indeks berlanjut 2,08% (-121,30 poin) ke level 5.707,70 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terjungkal 3,30% (-728,41 poin) ke posisi 21.362,77, setelah dibuka terpuruk 2,88% di tengah penguatan yen, melanjutkan penurunan pada sesi sebelumnya yang mencapai 3,3%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 2,10% dan meluncur turun 2,31% menjadi 2.049,21.

Melanjutkan tren kejatuhan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 1,91% (-483,06 poin) ke level 24.766,72 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China rontok 2,40% (-62,36 poin) ke level 2.540,93.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini kembali dihadapkan pada tren penurunan global dan regional, setelah kemarin gagal mempertahankan posisinya di zona hijau, terperosok 1,53% ke level 5.709 pada akhir sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik arah dengan terbuka peluang capital inflow seiring meredanya gejolak nilai tukar mata uang. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks, memperlihatkan adanya adanya potensi bearish continuation mendekati area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksi dalamnya indeks bursa global dan regional serta melemahnya harga beberapa komoditas seperti CPO, nikel, timah diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.630 dan resistance di 5.785.

  • Saham : MAIN (Buy, Support: Rp1.205, Resist: Rp1.300), JPFA (Buy, Support: Rp1.960, Resist: Rp2.100), 

    PGAS ( SELL , Support: Rp2.150, Resist: Rp2.350), AALI ( SELL , Support: Rp11.400, Resist: Rp12.000).

  • ETF : XIIF ( SELL , Support: Rp567, Resist: Rp587), XPDV (Buy on Weakness, Support: Rp444, Resist: Rp460), XPID (Buy on Weakness, Support: Rp482, Resist: Rp498).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam lebih dari 2%, menghapus sebagian besar keuntungan yang dihasilkan sepanjang 2018. Rilis laporan keuangan perusahaan yang variatif, dikhawatirkan analis merupakan sinyal bahwa perekonomian telah tak lagi mendukung untuk memberikan hasil "tertinggi", dan konflik perdagangan telah meningkatkan biaya bahan baku. Pasar mengkhawatirkan pelambatan ekonomi karena tekanan kenaikan suku bunga, setelah data penjualan perumahan AS turun ke level terendah dalam 2 tahun.

Saham perbankan berguguran karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan kredit. J.P. Morgan Chase dan Citigroup keduanya menyusut lebih dari 1,5%, dan Bank of America anjlok 3,1%. Saham teknologi dan perusahaan chip bertumbangan; Amazon, Facebook dan Alphabet terjungkal sekitar 5% atau lebih, dan Netflix longsor 9,4%, sedangkan Texas Instruments, Micron, dan Advanced Micro Devices tersungkur lebih dari 8%. Sementara itu, Caterpillar dan 3M terpuruk 5,6% dan 4,2%.

Dow Jones Industrial Average rontok 2,41% (-608,01 poin) menjadi 24.583,42.

Standard&Poor's 500 terpenggal 3,09% (-84,59 poin) keposisi 2.656,15.

Nasdaq Composite tumbang 4,43% (-329,14) ke level 7.108,40.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange tersungkur 4,04% ke level USD20,88.

Bursa saham utamaEropatadi malam bergerak melemah menjelang sesi penutupan, terseret kejatuhan indeks saham acuan Wall Street. Indeks Stoxx 600 turun 0,22% menjadi 353,27, dipimpin kejatuhan indeks perbankan Eropa - sektor berkinerja terburuk di Eropa sepanjang tahun ini - merosot 1,35%, yang terbebani oleh kejatuhan harga saham Deutsche Bank sebesar 4,76% setelah melaporkan penurunan tajam laba kuartal ketiga. 

Sebaliknya saham ritel Eropa memimpin penguatan, naik 1,14% didukung laporan keuangan yang positif. Saham Kering, Prancis, melonjak 4,79%, dan Societe BIC, Prancis, melesat 6,14%.

FTSE 100 London naik 0,77% (7,77 poin) menjadi 6.962,98.

DAX 30 Frankfurt merosot 0,73% (-82,65 poin) ke level 11.191,63.

CAC 40 Paris melemah 0,29% (-14,60 poin) ke posisi 4.953,09.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, di tengah kejatuhan harga saham di bursa Wall Street. Data pelambatan pertumbuhan bisnis zona euro pada bulan ini, yang melebihi perkiraan, mengisyaratkan bakal melandainya pertumbuhan ekonomi di seluruh zona euro. Euro anjlok 0,8%, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2880 dari USD1,2985 di sesi sebelumnya. 

Sentimen investor yang lebih memilih mencari aman, menjelang rapat kebijakan Bank Sentral Eropa,Kamis ini, ikut mendorong indeks dolar. Investor. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,49% menjadi 96,434.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13970.0005+0.04%7:20 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28820.0001+0.01%7:19 PM
Yen (USD-JPY)112.10-0.16-0.14%7:19 PM
Yuan (USD-CNY)6.9440.006+0.09%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,197.005.50+0.04%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 24/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, setelah sempat mencatatkan rebound dari pelemahan selama beberapa hari, karena penarikan stok bensin dan solar AS yang lebih besar dari perkiraan dan meningkatkan permintaan bahan bakar. Namun, pedagang tetap khawatir tentang permintaan dunia, dan pelemahan ekuitas global setelah harga minyak anjlok 5% pada Selasa lalu, karena kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global. Stok bensin AS turun 4,8 juta barel menjadi 229,3 juta barel pada pekan lalu, terendah sejak Desember 2017, sedangkan produk distilasi, termasuk solar, berkurang 2,3 juta barel. Persediaan minyak mentah Amerika naik 6,3 juta barel, jauh lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 3,7 juta barel. Badan Energi Internasional memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak yang lebih lambat untuk 2019.

Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 44 se sen (-0,7%) menjadi USD66,38 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 27 sen (-0,4%) menjadi USD76,17 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah tertekan apresiasi dolar AS, dan tekanan aksi ambil keuntungan setelah kejatuhan pasar saham yang mendorong harga emas ke level tertinggi lebih dari tiga bulan, pada sesi sebelumnya. Pada sesi Selasa, logam mulia itu menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juli di posisi USD1.239,68 per ounce. Beberapa analis memperkirakan harga emas akan tetap mendapatkan dukungan, karena investor cenderung menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap meningkatnya ketegangan politik dan ekonomi di dunia.

Harga emas di pasar spot naik 0,17% menjadi USD1.232.11 per ounce.

Harga emas berjangka turun USD5,70 menjadi USD1.231,10 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author