Bursa Pagi: Pelemahan Global Berlanjut, Tekanan Koreksi IHSG Menguat

Bursa Pagi: Pelemahan Global Berlanjut, Tekanan Koreksi IHSG Menguat

Posted by Written on 19 October 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan. Jumat (19/10), bursa saham Asia dibuka turun, melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang diwarnai ketegangan Arab Saudi dengan negara-negara Barat, dan masalah defisit anggaran Italia. Pasar menunggu rilis data ekonomi China, untuk melihat dampak perang dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,79% pada sesi awal perdagangan, terbebani oleh penurunan di sebagian besar sektor. Sektor keuangan turun 0,54%. Pergerakan indeks berlanjut turun 0,37% (-21,90 poin) menjadi 5.920,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 1,56% (-353,13 poin) ke level 22.305,03, setelah dibuka menukik 1,5% di tengah penguatan yen terhadap dolar AS yang merontokkan harga saham-sahan eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 0,88% dan berlanjut merosot 1,00% ke posisi 2.126,79.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terperosok 1,11% (-282,52 poin) ke level 25.172,03 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga terjerembab 1,06% ke posisi 2.460,08.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah kemarin gagal melanjutkan tren kenaikan,ditutup turun 0,4% menjadi 5.848. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi sentimen negatif nilai tukar rupiah dan flutuasi harga komoditas meski berpeluang menguat. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi, mulai menjenuh di area overbought dengan penguatan terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional seiring dengan kekhawatiran investor terhadap dampak perang dagang dan kenaikan tingkat suku bunga AS diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Selain itu terkoreksinya harga komoditas minyak mentah serta CPO diperkirakan menambah katalis negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 5.815 dan resistance di 5.875.

Beberapaekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : AALI (Buy, Support: Rp11.550, Resist: Rp12.425), LSIP (Buy, Support: Rp1.200, Resist: Rp1.350), SCMA ( SELL , Support: Rp1.705, Resist: Rp1.865), SRIL (Buy, Support: Rp318, Resist: Rp346).

  • ETF : R-LQ45X( SELL , Support: Rp960, Resist: Rp978), XISC ( SELL , Support: Rp650, Resist: Rp666), XBLQ ( SELL , Support: Rp462, Resist: Rp469).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam, karena meningkatnya kekhawatiran seputar hubungan AS- Arab Saudi terkait dugaan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi dan kekhawatiran terhadap RAPBN kontroversial Italia. Menteri Keuangan AS dan sejumlah petinggi Uni Eropa mengumumkan menarik diri dari pertemuan investasi di Arab Saudi, yang menunjukkan bahwa negara-negara Barat menjauhkan dari Riyadh sejak menghilangnya Khashoggi.

Pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi di KTT Brussels bahwa semua negara harus mematuhi aturan anggaran Uni Eropa, memukul kebijakan Roma yang merencanakan kenaikan tajam defisit anggaran. Ketakutan terhadap suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi dan dampak dari konflik perdagangan masih menghantui pasar, menenggelamkan sentimen positif laporan laba emiten yang secara umum cukup solid. 

Saham teknologi berguguran, Apple terpangkas 2,3%, Amazon rontok 3,3%, Netflix terjungkal 4,9%, Tesla terpuruk 2,9%. Harga saham perumahan juga menurun tajam.

Dow Jones Industrial Average melorot 1,27% (-327,23 poin) menjadi 25.379,45.

Standard&Poor's 500 anjlok 1,44% (-40,43 poin) ke posisi 2.768,78.

Nasdaq Composite terperosok 2,06% (-157,56 poin) ke level 7.485,14.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 2,19% menjadi USD21,46.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, setelah pemimpin Uni Eropa menangguhkan rencana untuk pertemuan khusus guna menyelesaikan kesepakatan Brexit selama beberapa pekan mendatang. 

Indeks Stoxx 600 turun 0,51% menjadi 361,67, dipimpin kejatuhan harga saham HeidelbergCement sebesar 8,77% setelah merilis peringatan laba. Sebaliknya saham saham Carrefour melejit 8,89% karena melaporkan penjualan lebih tinggi pada kuartal ketiga. Saham sektor media memimpin kenaikan, sebesar 0,54%, didukung laporan keuangan yang positif. Perusahaan periklanan Publicis Perancis melesat 4,06% setelah melaporkan kenaikan pendapatan bersih 1,3% pada kuartal ketiga.

Para pemimpin Uni Eropa di KTT Brussels mulai frustrasi untuk menuntaskan proeses Brexit, karena Inggris gagal menawarkan proposal baru seputar penyelesaian perbatasan Irlandia. Juga membebani sentimen adalah tanggapan Uni Eropa terhadap RAPBN Italia yang akan mencatatkan defisit sebesar 2,4 persen pada 2109.

FTSE 100 London menyusut 0,39% (-27,61 poin) menjadi 7.026,99.

DAX 30 Frankfurt anjlok 1,07% (-125,82 poin) ke level 11.589,21.

CAC 40 Paris turun 0,55% (-28,16 poin) ke posisi 5.116,79.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir dengan menguat tajam terhadap euro, setelah Komisi Eropa mengatakan RAPBN 2019 Italia adalah bentuk pelanggaran serius terhadap aturan anggaran Uni Eropa. Pound Inggris juga turun karena KTT di Brussels gagal untuk menyelesaikan kebuntuan proses Brexit, mengenai status perbatasan Irlandia. Penguatan dolar juga didukung oleh risalah hawkish dari pertemuan September Federal Reserve yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sebaliknya, yen menguat karena saham Wall Street merosot lebih dari satu persen, terbebani pendapatan sektor industri yang lemah. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,34% menjadi 95,900.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14560.0003+0.03%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30210.0003+0.02%7:23 PM
Yen (USD-JPY)112.16-0.05-0.04%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.93760.0101+0.15%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,194.5044.50+0.29%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, karena stok minyak mentah AS mencatatkan kenaikan mingguan keempat. Harga minyak WTI sempat menembus level terendah satu bulan, USD68,47 pada awal sesi, namun ketegangan Saudi-AS dan penurunan ekspor Iran memberikan dukungan pada harga minyak. Data Deparetemen Energi AS menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak 6,5 juta barel pada pekan lalu, bahkan ketika produksi minyak mentah Amerika menyusut 300.000 barel per hari (bph) menjadi 10,9 juta bph akibat penutupan sementara fasilitas lepas pantai karena Badai Michael. Laporan Genscape menunjukkan stok di Cushing hingga Selasa lalu, naik kurang dari 1 juta barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,10 (-1,6%) menjadi USD68,65 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 52 sen (-0,5%) menjadi USD79,53 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi bergerak menguat, karena kejatuhan pasar saham global yang mendorong investor untuk berburu emas, yang didukung prospek teknikal yang menguat. Laporan laba yang lemah dari sektor industri AS menimbulkan kekhawatiran atas meningkatnya biaya dan dampak perang tarif, menambah ketakutan tentang suku bunga yang lebih tinggi setelah komentar hawkish dalam risalah Federal Reserve. Kenaikan harga emas di atas rata-rata pergerakan 100 hari, sekitar USD1.226, juga mendukung emas, beberapa analis mengatakan kondisi tersebut dapat memicu kenaikan lebih lanjut dan memberikan tekanan pada short-seller. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, meningkat lebih dari 2% sejak 3 Oktober.

Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.226,11 per ounce.

Harga emas berjangka naik USD2,7 (0,22%) menjadi USD1.230,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author