Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Laju IHSG Mendekati Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Laju IHSG Mendekati Jenuh Beli

Posted by Written on 18 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (18/10), dibuka di cenderung melemah, melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah rilis risalah pertemuan September Federal Reserva AS, yang menegaskan ekspektasi kenaikan suku bunga As pada Desember mendatang.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,28% pada awal sesi, yang terbebani oleh kejatuhan harga saham sektor energi sebesar 1,14%, dan keuangan sebesar 0,15%. Data pengangguran Australia periode September turun 0,3% dari 5,0% sebulan sebelumnya. Indeks bergerak turun 0,25% (-14,80 poin) ke level 5.924,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergeraksedikit melemah 0,02% (-4,10 poin) di posisi 22.837,02, setelah dibuka cenderung mendatar di tengah pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,21%, diwarnai kejatuhan harga saham teknologi, dan berlanjut sedikit melemah 0,01% di level 2.167,19.

Melawan tekanan pelemahan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 0,83% (212,40 poin) ke level 25.674,66 pada pukul 8:35 WIB. Namun sebaliknya, indeks Shanghai Composite, China dibuka anjlok 0,65% ke posisi 2.544,91.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berjaya di zona hijau sepepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup melesat 1,17% ke level 5.868,62. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSG hari ini masih berpeluang melaju, mengoptimalkan tren bullish. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation, mendekati area jenuh beli sehingga berpotensi memicu aksi jual jangka pendek.

Tim Riset Indio Premier berpendapat, risalah rapat bank sentral Amerika yang mengindikasikan akan tetap menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga perekonomiandiprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Di sisi lain mulai dilaporkannya kinerja keuangan emiten di kuartal 3 dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti CPO dan batu bara di prediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.830 dan resistance di 5.905.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham : PWON (Buy, Support: Rp458, Resist: Rp492), ITMG (Buy, Support: Rp25.475, Resist: Rp26.475), JPFA (Buy, Support: Rp1.875, Resist: Rp2.020), BBTN (Buy, Support: Rp2.380, Resist: Rp2.460)

  • ETF : XISI (Buy, Support: Rp321, Resist: Rp330), XIJI (Buy, Support: Rp652, Resist: Rp668), XIIF (Buy, Support: Rp589, Resist: Rp605).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga di tengah laporan keuangan emiten yang variatif dan data perumahan yang melambat. Risalah pertemuan September Federal Reserve mengindikasikan bahwa kebijakan moneter AS akan terus diperketat untuk menjaga perekonomian agar tetap stabil. Imbal hasil US Treasury 10-tahun diperdagangkan sekitar 3,19% setelah rilis risalah tersebut.

Saham Goldman Sachs dan Morgan Stanley melompat 3% dan 2,7%, sedangkan Bank of America dan J.P. Morgan Chase naik lebih dari 1%. Netflix melonjak 5,3% dan United Continental melejit 6,0% setelah melaporkan kenaikan laba kuartalan. Sebaliknya, IBM rontok 7,6% karena pendapatannya menurun. Home Depot dan Lowe jatuh 4,4% dan 3,3%, karena downgrade oleh Credit Suisse. Data pembelian rumah baru (housing start), bulan lalu turun 5,3%, melebihi ekspektasi.

Dow Jones Industrial Average turun 0,36% (-91,74 poin) menjadi 25.706,68.

Standard&Poor's 500 turun tipis 0,03% (-0,71 poin) di posisi 2.809,21.

Nasdaq Composite melemah 0,04% (-2,79 poin) di level 7.642,70.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,72% menjadi USD21,94.
Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir di zona merah, terseret kejatuhan harga saham otomotif. 

Indeks Stoxx 600 turun 0,40 persen menjadi 363,54, dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif sebesar 1,88% yang tertekan oleh berita kemerosotan penjualan mobil Eropa hingga 23,4% pada September. Saham Peugeot, Renault, Volkswagen, dan Fiat berguguran hingga lebih 4%.

Sektor teknologi adalah satu-satunya yang mencatatkan kenaikan, dipimpin lonjakan saham ASML sebesar 3,52%, setelah mengalahkan ekspektasi laba kuartal ketiga. Harga saham dan obligasi mengalami tekanan, setelah pejabat Uni Eropa mengatakan Brussels 'sangat mungkin' untuk menolak anggaran Italia.

FTSE 100 London melemah 0,07% (-4,80 poin) di posisi 7.054,60.

DAX 30 Frankfurt melorot 0,52% (-61,52 poin) ke level 11.715,03.

CAC 40 Paris merosot 0,54% (-28,10 poin) ke posisi 5.144,95.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melesat, setelah rilis risalah pertemuan September Federal Reserve menegaskan ekspektasi kenaikan suku bunga AS. 

Menurut FedWatch Tool milik CME Group, sekitar 78% pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember, dan dua kenaikan lagi pada tahun depan.

Euro dan poundsterling melemah setelah pejabat Uni eropa mengatakan butuh waktu lebih banyak untuk mengamankan kesepakatan Brexit. Indeks dolar menguat 0,55% menjadi 95,575.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15-0.0001-0.01%7:19 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3098-0.0017-0.13%7:20 PM
Yen (USD-JPY)112.62-0.03-0.03%7:19 PM
Yuan (USD-CNY)6.92750.0155+0.22%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,150.00-50.50-0.33%4:54 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi meluncur turun, menempatkan minyak WTI di bawah USD70 per barel untuk kali pertama dalam sebulan, sehingga memicu aksi jual. Stok minyak mentah AS pekan lalu naik 6,5 juta barel, hampir tiga kali lipat dari prediksi analis, sementara ekspor turun 1,8 juta barel per hari.

Persediaan naik tajam, bahkan ketika produksi minyak mentah Amerika turun 300.000 bph menjadi 10,9 juta bph pada pekan lalu. Tekanan Barat meningkat terhadap Riyadh untuk mengungkap kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Turki.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD2,17 (-3,0%) menjadi USD69,75 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,36 (-1,7%) menjadi USD80,05 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, tertekan penguatan dolar AS setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve pada September lalu. Beberapa bank sentral dikabarkan meningkattkan kepemilikan emasnya dalam beberapa bulan terakhir dalam upaya mempertahankan nilai mata uang mereka terhadap kenaikan dolar.

Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.222,56 per ounce.

Harga emas berjangka turun USD3,6 (-0,29%) menjadi USD1.227,4 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author