Bursa Siang: Tekanan ke Emerging Market Surut, IHSG Lanjut Menguat

Bursa Siang: Tekanan ke Emerging Market Surut, IHSG Lanjut Menguat

Posted by Written on 17 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melaju di teritori hijau pada akhir sesi pagi perdagangan hari Rabu (17/10). IHSG menguat +0,51 persen (+29 poin) ke level 5.830.

Indeks LQ45 +0,40% ke leavel 921 poin. IDX30 +0,35% ke level 505 poin. Indeks JII +0,51% ke level 646. Indeks Kompas100 +0,59% ke level 1.179. Indeks Sri Kehati +0,29% ke posisi 347. Indeks Sinfra18 +1,12% ke level 307.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan: MNCNABBAPGASKPIGTLKMTKIM dan ERAA

Saham-saham top gainer LQ45: INKPPGASPTBAMNCNBKSLANTM dan EXCL

Saham-saham top loser LQ45: TPIAHMSPSSMSBBCAINTP dan UNVR

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,10 triliun dengan volume trading sebanyak 47,82 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp259,05 miliar

Sektor infrastruktur dan tambang menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,13 persen dan +1,44 persen.

Nilai tukar rupiah +0,07 persen ke level Rp15.190 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (17/10) di tengah optimisme kinerja emiten kuartal ketiga menolong kembalinya sedikit kepercayaan terhadap pasar saham dan valas emerging market.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,7 persen.

Sedangkan di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei di zona hijau diikuti Indeks Topix yang menguat 1,45 persen. Penguatan Topix ditopang sebagian besar sektor saham.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi menguat 1 persen. Saham unggulan Samsung Electronics naik 1,61 persen. Sementara Indeks ASX200 (Australia) naik 1,13 persen dengan dukungan sebagian besar sektor di zona hijau.

Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen di bursa China bergerak variatif. Indeks Shenzhen melemah 0,3 persen namun Indeks Shanghai di zona hijau. Bursa saham Hong Kong (Indeks Hang Seng) libur nasional.

"Para analis mencermati periode laporan laba emiten secara khusus selama beberapa bulan ke depan guna melihat sinyal stimulus fiskal dan kebijakan tarif impor akan menyerang pasar USA secara bersamaan," kata Analis Rakuten Securities (Australia), Nick Twidale. Menurutnya pada awal-awal hal tersebut tampaknya belum terjadi.

Indeks saham di bursa Wall Street bergerak menguat. Indeks Dow Jones naik 2,17 persen. Indeks S&P 500 naik 2,15 persen dan Indeks Nasdaq naik 2,89 persen. Penguatan tersebut tertinggi sejak Maret tahun ini.

Indeks dolar AS ke posisi 95,185 atau menguat dibanding perdagangan kemarin di posisi 94,8. Nilai tukar yen menguat di level 112,29 atau bangkit dari posisi pelemahan kemarin di level 111,8. Sedangkan dolar Australia ditransaksikan pada posisi $0,7132 atau menguat di banding posisi kemarin di level 0,712.

Situasi pasar global tersebut menyokong pasar valas dan pasar saham emerging market. Indeks MSCI Emerging Market Currency menguat dalam 3 sesi secara berturut-turut. Survei terbaru Bank of America Merril Lynch memperlihatkan market valas emerging market sudah undervalued terhadap dolar AS.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,25% ke posisi level 22.830 (11.40 am).

Indeks Hang Seng (Hong libur nasional.

Indeks Shanghai (China) +0,10% ke posisi 2.548.

Indeks Straits Times (Singapura) +1,71% ke level 3.086. (12.00 pm).


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Rabu (17/10) pagi di pasar Asia. Minyak menguat untuk ke-empat sesinya dilambungkan oleh data yang memperlihatkan persediaan minyak di USA turun. Faktor ketegangan geopolitik terkait lenyapnya jurnalis ternama Arab Saudi memicu kekhawtiran terhadap masalah suplai.

Minyak Brent naik 12 sen ke harga USD81,53 per barel. Harga minyak WTI menguat 15 sen ke harga USD72,07 per barel (pukul 02:55 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author