Bursa Pagi: Gobal-Regional Hijau Royo-royo, IHSG Lanjutkan Peluang Uptrend

Bursa Pagi: Gobal-Regional Hijau Royo-royo, IHSG Lanjutkan Peluang Uptrend

Posted by Written on 17 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (17/10), dibuka di zona hijau, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang diwarnai dengan meningkatnya minat membeli aset berisiko, di tengah rilis laporan keuangan emiten yang positif.

Perdagangan hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,84% pada sesi awal perdagangan yang ditopang oleh kenaikan harga saham sektor keuangan sebesar 1,21% dan sektor energi sebesar 0,62%. Laju kenaikan berlanjut 1,03% (60,40 poin) ke level 5.930,30 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melesat 1,59% (357,73 poin) ke level 22.906,97, setelah dibuka melompat 1,32% yang diwarnai oleh melambungnya harga saham Softbank - yang berkaitan erat dengan pemerintahan Arab Saudi - ke atas 4%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibukan melejjit 1,64% dengan mencatatkan kenaikan saham Samsung Electronics sebesar 1,83%, an berlanjut naik 1,36% ke posisi 2.174,22.

Lanjutkan tren kenaikan global, indeks Shanghai Composite, China dibuka melaju 1,26% ke level 2.578,50 pada pukul 8:35 WIB. Bursa saham Hongkong hari ini libur.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren lonjakan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah memimpin kenaikan di bursa Asia pada sesei perdagangan kemarin dan ditutup melaju 1,28% ke level 5,800,82. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berada dalam rentang konsolidasi dalam pola uptrend jangka panjang. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan meskipun dalam tren bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring dengan dimulainya musim laporankinerja keuangan emiten diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Tekanan terhadap rupiah yang mulai mereda sejalan dengan membaiknya neraca perdagangan di bulan September akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 5.740 dan resistance di 5.870.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : PGAS (Buy, Support: Rp2.180, Resist: Rp2.280), UNVR (Buy, Support: Rp44.000, Resist: Rp47.150), ASII (Buy, Support: Rp6.900, Resist: Rp7.075), MEDC (Buy, Support: Rp865, Resist: Rp965).

  • ETF : XPLQ (Buy, Support: Rp492, Resist: Rp510), XDIF (Buy, Support: Rp446, Resist: Rp464), 

    XPDV (Buy, Support: Rp456, Resist: Rp472).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan di atas 2%, didukung serangkaian laporan keuangan emiten yang kuat, terutama di sektor perbankan dan perawatan kesehatan. Saham Morgan Stanley dan Goldman Sachs melambung 5,8% dan 3,0% setelah merilis laporan keuangannya. Johnson & Johnson dan UnitedHealth Group, melejit 2,0% dan 4,6%. Sedangkan Walmart melonjak 2,1%, meski memangkas proyeksi laba. Saham Netflix meroket 14% karena melaporkan pendapatan melebihi ekspektasi. Jajak pendapat analis FactSet mengekspektasikan pendapatan saham-saham S&P 500 di kuartal ketiga akan tumbuh 19%. Rilis data pembukaan lapabngan kerja AS periode Agustus menujukkan keniakan lebih dari 7 juta.

Dow Jones Industrial Average melompat 2,17% (547,87 poin) ke posisi 25.798,42.

Standard&Poor's 500 melonjak 2,15% (59,13 poin) menjadi 2.809,92.

Nasdaq Composite melesat 2,89% (214,74 poin) ke posisi 7.645,49.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 3,46% menjadi USD22,10.
Bursa saham utama Eropatadi malam juga berakhir menguat setelah pelaku pasar mencermati laporan keuangan Wall Street yang diwarnai meningkatnya ketegangan Arab Saudi dan negara-negara Barat. Indeks Stoxx 600 melonjak 1,58% ke level 364,99, dipimpin lompatan harga saham perusahaan rekayasa Inggris Meggit sebesar 6,35%, dan saham Ocado sebesar 5,57%. Sektor telekomunikasi menjadi salah satu sektor berkinerja lebih baik. Bursa saham Inggris sempat terpukul oleh apresiasi pound karena optimisme atas kesepakatan Brexit. Banyak saham yang tercatat di London mendapatkan penghasilan mereka di luar negeri, sehingga depresiasi sterling dipandang negatif bagi pendapatan mereka. Namun memudarnya harapan penyelesaian Brexit dalam waktu dekat, melemahkan kembali poundsterling.

FTSE 100 London naik 0,43% (30,18 poin) menjadi 7.059,40.

DAX 30 Frankfurt melaju 1,40% (162,39 poin) ke posisi 11.776,55.

CAC 40 Paris melonjak 1,53% (77,98 poin) ke level 5.173,05.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup cenderung mendatar di tengah kenaikan mata uang negara berkembang yang mencerminkan peningkatan minat terhadap aset berisiko. Indeks Mata Uang Emerging Market MSCI menguat 0,47%. Imbal hasil obligasi US Treasuri 10 tahun terkonsolidasi pada kisaran 3,16 persen, mengurangi permintaan dolar. Membaiknya risk appetite juga mengurangi permintaan untuk mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss.

Pasar menunggu risalah pertemuan Federal Reserve, September kemarin, yang akan dirilis hari ini. Rilis data produksi industri AS periode September, menunjukkan peningkatan empat bulan berturut-turut, didorong oleh kenaikan output manufaktur dan pertambangan. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju turun tipis 0,01 persen menjadi 95,048.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15750.0001+0.01%7:24 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31850.0004+0.03%7:24 PM
Yen (USD-JPY)112.330.08+0.07%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.9120-0.0048-0.07%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,200.50-19.50-0.13%4:52 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi ditutup menguat setelah sesi perdagangan yang hati-hati. Selain sanksi Washington terhadap Iran, pasar juga mengkhawatirkan peningkatan ketegangan dengan Arab Saudi karena kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Ekspor minyak mentah Iran dikhawatirkan akan turun lebih cepat dari perkiraan menjelang pemberlakuan sanksi larangan ekspor pada 4 November.

Data American Petroleum Institute (API) di luar dugaan menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 2,1 juta barel pada pekan lalu, di bawah perkiraan kenaikan 2,2 juta barel. Stok WTI di Cushing, Oklahoma, naik 1,5 juta barel, kenaikan pekan keempat berturut-turut.

Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 63 sen (0,8%) menjadi USD81,41 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 14 sen menjadi USD71,92 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup di dekat level tertinggi sejak akhir Juli, setelah menembus USD1.233,26 di sesi sebelumnya, yang didukung oleh pelemahan dolar dan meningkatnya risk appetite di kalangan investor. Indeks dolar AS turun ke posisi terendah lebih dari dua minggu, Selasa, sementara indeka mata uang negara berkembang melaju. Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melesat untuk sesi kedua berturut-turut dengan bertambah 0,55% menjadi 748,76 ton, melonjak sekitar 2,5% dalam sepekan terakhir

Harga emas di pasar spot bergeming di posisi USD1.228,51 per ounce.

Harga emas berjangka mendatar di level USD1.232,20 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author