Bursa Siang: IHSG Melaju Di Tengah Sentimen Tensi Geopolitik Bursa Regional

Bursa Siang: IHSG Melaju Di Tengah Sentimen Tensi Geopolitik Bursa Regional

Posted by Written on 16 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat pada sesi pagi perdagangan hari Selasa (16/10). IHSG menguat +0,16 persen (+9 poin) ke level 5.736. Pergerakan IHSG berlawanan dengan regional yang sebagian besar berada di zona merah.

Saham-saham top gainer LQ45: PGASINKPGGRMADROMEDCKLBF dan SRIL

Saham-saham top loser LQ45: ICBPBBRIEXCLWIKASSMSBBTN dan BSDE

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp2,74 triliun dengan volume trading sebanyak 45,22 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp175,09 miliar

Sektor industri dasar dan infrastruktur menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,24 persen dan +0,9 persen.

Nilai tukar rupiah -0,12 persen ke level Rp15.228 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada perdagangan hari Selasa (16/10) sesi pagi, mendapatkan pijakan kuat setelah pekan lalu tertekan walaupun ketegangan politik antara Arab Saudi dan USA telah menyulut tensi geopolitik serta membatasi penguatan.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,25 persen.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) bergerak di zona merah.

Benchmark indeks saham bursa China juga melemah. Indeks Shanghai berada di area negatif dan Indeks Shenzhen turun 0,93 persen. Inflasi di China periode September naik 2,5 persen dibandingkan periode Agustus yang hanya naik 0,7 persen. Tetapi Inflasi di tingkat produsen naik 4,1 persen, sebuah indikasi momentum perlambatan ekonomi di tengah eskalasi perang dagang dengan USA.

Di bursa Jepang Indeks Topix bergerak flat. Sementara Indeks Nikkei 225 menguat. Adapun Indeks Kospi (Korsel) juga bergerak flat.

Indeks ASX 200 (Australia) naik 0,53 persen dengan dukungan sebagian besar sektor saham. Subindex finansial menguat 0,42 persen. Saham-saham banking rebound. Harga saham Australia and New Zealand Banking Group naik 0,39 persen. Commonwealth Bank of Australia menguat dan National Australia Bank naik 0,39 persen.

Fokus pelaku pasar beralih ke Timur Tengah terkait insiden terbunuhnya wartawan Arab Saudi selain karena faktor pergerakan pasar saham Wall Street sehingga pasar saham lainnya kesulitan rebound secara meyakinkan," kata Masahiro Ichikawa, Analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management (Tokyo).

Menurut Masahiro, USA telah menjadi pusat kegaduhan pasar pada akhir-akhir ini seiring tekanan pada bursa Wall Street yang terpukul oleh kenaikan yield surat utang pemerintah USA. Pasar saham USA harus menemukan pijakan kuat terlebih dahulu.

Indeks dolar AS ke posisi 95,143 atau melemah dibanding posisi penutupan kemarin di level 95,3. Nilai tukar yen menguat ke posisi 111,96 terhadap USD dibanding posisi kemarin di posisi 112,1. Sedangkan dolar Australia di level $0,7126 setelah menguat pada perdagangan kemarin.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,18% ke posisi level 22.311 (11.42 am).

Indeks Hang Seng (Hong -0,19% ke level 25.396.

Indeks Shanghai (China) -0,15% ke posisi 2.564.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,41% ke level 3.033. (12.00 pm).


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Selasa (16/10) pagi di pasar Asia di tengah sinyal ekspor minyak Iran pada bulan ini telah turun dibanding September menjelang sanksi USA bagi Iran yang berlaku pada Nopember.

Minyak Brent naik 27 sen ke harga USD81,05 per barel (pukul 03:25 GMT). Harga minyak WTI naik 12 sen ke harga USD71,90 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author