Bursa Pagi: Global-Regional Bervariasi, IHSG Mixed Cenderung Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Bervariasi, IHSG Mixed Cenderung Menguat

Posted by Written on 16 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (16/10) dibuka menguat, melawan tekanan penurunan di bursa Wall Street yang diwarnai pelemahan dolar dan penurunan yield US Treasury 10 tahun, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Arab Saudi yang mendongkrak harga minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,54%, yang ditopang oleh kenaikan harga saham di sebagian besar sektor. Saham sektor perbankan melompat 0,88%. 

Penguatan indeks berlanjut 0,36% (21,20 poin) menjadi 5.858,30 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik tipis 0,01% (3,30 poin) di posisi 22.274,60, setelah dibuka menguat 0,28% diwarnai lonjakan harga saham Softbank sebesar 3,47%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,64% dan berlanjut menguat tipis 0,06% di level 2.146,42.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,55% (141,10 poin) ke level 25.586,16 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit melemah 0,01% di posisi 2.567,76.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada bervariasinya pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan AS tadi malam, dan sebagain Asia pagi ini, setelah gagal bertahan di teritori positif pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,51% di level 5.727,26.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang menguat didukung capital inflow dan rilis data kinerja emiten yang menunjukkan perbaikan sepanjang kuartal III/2018. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan terbentuknya kekuatan bullish dan bearish jangka pendek yang seimbang dengan kembali memasukifase akselerasi kendati masih terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain surplusnya neraca perdagangan di bulan September dan naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, timah serta batubara akan menjadi sentimen positif bagi indeks. Tambahan sentimen positif juga datang dari penguatan bursa regional serta rupiah. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.675 danresistance di 5.780.

beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : BBRI (Buy, Support: Rp2.950, Resist: Rp3.040), BBNI (Buy, Support: Rp6.950, Resist: Rp7.150), 

    KLBF (Buy, Support: Rp1.270, Resist: Rp1.300), KAEF ( SELL , Support: Rp2.450, Resist: Rp2.510).

  • ETF : XPES ( SELL , Support: Rp424, Resist: Rp432), XIIT ( SELL , Support: Rp505, Resist: Rp515), 

    XISR (Buy, Support: Rp340, Resist: Rp346).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, di tengah keraguan terhadap prospek bursa setelah kejatuhan akhir pekan lalu ke posisi terburuk sejak Maret lalu karena kekhawatiran kenaikan suku bunga dan perang dagang AS-China. Harga saham sektor teknologi berguguran. Saham Apple dan Netflix rontok lebih dari 1,8% persen. Saham Amazon, Microsoft, dan Alphabet juga diperdagangkan lebih rendah.

Data penjualan ritel AS pada periode September sedikit menguat 0,1%, namun juah di bawah ekspektasi kenaikan 0,6%. IHS Markit memangkas proyeksi pertumbuhan untuk musim belanja liburan AS menjadi 4,7%, dari prediksi 5,0%, karena harga bensin yang lebih tinggi dan hambatan pada pengeluaran diskresioner menyusul kejatuhan bursa saham. Saham Bank of America anjlok 1,9% meski melaporkan lonjakan 35,1 persen pada laba kuartal ketiga.

Nasdaq Composite anjlok 0,88% (-66,15 poin) ke level 7.430,74.

Dow Jones Industrial Average turun 0,35% (-89,44 poin) ke posisi 25.250,55.

Standard&Poor's 500 melorot 0,59% (-16,34 poin) menjadi 2.750,79.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,10% menjadi USD21,36.
Bursa saham utamaEropa tadi malam berakhir menguat, diwarnai kehati-hatian investor menyikapi perkembangan Brexit, potensi perlambatan ekonomi China dan kenaikan suku bunga AS. Inggris dan Uni Eropa gagal mencapai kesepakatan Brexit akhir pekan lalu. Investor menunggu KTT Uni Eropa yang akan digelar Rabu besok. Indeks Stoxx menguat 0,10% menjadi 359,31, terhambat oleh kejatuhan harga saham industri dan keuangan Eropa yang memimpin kerugian, dengan melorot 0,7%.

FTSE 100 London naik 0,48% (33,31 poin) menjadi 7.029,22.

DAX 30 Frankfurt melaju 0,78% (90,35 poin) ke level 11.614,16.

CAC 40 Paris turun tipis 0,02% (-0,91 poin) di posisi 5.095,07.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah terpengaruh rilis data penjualan ritel AS periode September yang hanya tumbuh 0,1%, meleset dari ekspektasi, dan konsolidasi imbal hasil US Treasury. Rebound pembelian kendaraan bermotor diimbangi oleh penurunan pada belanja di restoran dan bar dalam hampir dua tahun. Imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun turun menjadi 3,15%, setelah melesat ke level 3,26% pada pekan lalu.

Yen Jepang dan franc Swiss menguat di tengah pelemahan Wall Street, dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Arab Saudi, karena kasus hilangnya kritikus Riyadh warga AS, Jamal Khashoggi, setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul awal Oktober lalu. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju utama, turun 0,17% menjadi 95,059.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15830.0004+0.03%7:21 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31550.0003+0.02%7:21 PM
Yen (USD-JPY)111.780.01+0.01%7:21 PM
Yuan (USD-CNY)6.9168-0.0052-0.08%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,220.0023.00+0.15%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Arab Saudi, akibat lenyapnya jurnalis warga AS, Jamal Khashoggi setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan "hukuman berat" jika Riyadh terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Sebaliknya, Arab Saudi mengatakan akan membalas tindakan apa pun terkait kasus Khashoggi.

Laporan bulanan Badan Energi Internasional, Jumat lalu mengatakan, pasar mendapat "cukup pasokan untuk saat ini" dan memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini dan 2019. OPEC , Rusia dan beberapa produsen telah meningkatkan produksi sejak Mei lalu, mendongkrak output minyak mentah dunia menjadi 1,4 bph.

Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 25 sen menjadi USD80,68 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 44 sen menjadi USD71,78 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutupmenguat, didukung kejatuhan pasar saham global dan diperburuk oleh meningkatnya ketegangan AS dengan Arab Saudi dan China. 

Kenaikan harga emas juga ditopang oleh melemahnya indeks dolar dan imbal hasil US Treasury. Secara teknikal, emas menembus di atas rata-rata pergerakan 100 hari di kisaran USD1.227. Data menunjukkan spekulan melanjutkan net short position pada emas COMEX pekan lalu. Kepemilikan SPDR Gold, ETF emas terbesar di dunia, melambung hampir 2% pada pekan lalu. Kenaikan mingguan terbesar sejak Januari,

Harga emas di pasarspot naik 0,7% menjadi USD1.226,50 per ounce.

Harga emas berjangka menguat USD8,3 (0,68%) menjadi USD1.230,3 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author