Bursa Siang: Market Regional Cemaskan Dampak Perang Dagang, IHSG Bergerak Menguat

Bursa Siang: Market Regional Cemaskan Dampak Perang Dagang, IHSG Bergerak Menguat

Posted by Written on 15 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat pada sesi pagi perdagangan hari Senin (15/10). IHSG menguat +0,19 persen (+10 poin) ke level 5.767. Pergerakan IHSG berlawanan dengan regional yang sebagian besar berada di zona merah.

Indeks LQ45 +0,65% ke leavel 908 poin. IDX30 +0,73% ke level 498 poin. Indeks JII +0,19% ke level 636. Indeks Kompas100 +0,37% ke level 1.162. Indeks Sri Kehati +1,13% ke posisi 342. Indeks Sinfra18 +0,16% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah PGAs, PNLFUNVRWIKAACESIMAS dan CPIN

Saham-saham top gainer LQ45: BBCABBNIEXCLBBRIKLBFBMRI, dan GGRM

Saham-saham top loser LQ45: ADROADHIPGASBRPTMNCNSCMA dan PTBA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,18 triliun dengan volume trading sebanyak 52,02 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp156,44 miliar

Sektor keuangan dan konsumer menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,07 persen dan +0,48 persen.

Nilai tukar rupiah -0,20 persen ke level Rp15.235 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia melemah pada sesi pagi perdagangan hari Senin (15/10) terkait kekhawatiran sengketa perang dagang China dan USA berpotensi memperlambat perekonomian China dan meningkatkan biaya kredit di USA sehingga melemashkan optimisme meskipun bursa saham global rebound pada akhir pekan lalu.

Indeks MSCI Asia Pasifi (tidak termasuk bursa Jepang) melemah 0,8 persen.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) di zona merah. Begitu pula dengan indeks acuan pasar saham China, Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen kompak melemah. Indeks Shenzhen turun 0,295 persen.

Indeks Nikkei 225 dan Indeks Topix (Jepang) juga berada di zona merah. Indeks Topix turun 1,14 persen. Sementara itu Indeks Kospi (Korsel) turun 0,52 persen.

Indeks ASX200 (Australia) turun 1,12 persen. Pelemahan tersebut disertai tekanan terhadap sebagian besar sektor saham. Subindex finansial turun 1,74 persen sehingga mengantarkan saham banking tumbang. Saham Commonwealth Bank turun 2,16 persen. ANZ turun 1,93 persen. Westpac turun 1,78 persen. National Australia Bank turun 1,7 persen.

Indeks dolar AS di posisi 95,350 (12:15 pm HK/SIN) atau melemah dibanding posisi pada pekan lalu di level 96,0. Kurs yen menguat terhadap dolar AS di posisi 112,06 dibandingkan pekan kemarin di level 113,8. 

Sementara dolar Ausie di posisi $0,7104 atau melemah dibanding pekan lalu di level 0,705.

Sejumlah faktor menjadi kambing hitam tekanan terhadap pasar. Faktor itu di antaranya kekhawatiran dampak perang dagang antara USA dan China. Kenaikan yield surat utang pemerintah USA pada pekan ini dan menjelang periode rilis laporan kinerja emiten.

"Para pelaku pasar mengatakan market menarik kenyamanan dari data neraca perdagangan China. Tetapi sangat jelas bahwa neraca perdagangan China naik lebih dulu menjelang penerapan tarif impor," kata Norihiro Fujito, Chief Invesment Analyst pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities (Jepang).

Menurutnya perang dagang mulai mengambil alih pertumbuhan di China, tercatat bahwa data yang dirilis pada Jumat pekan lalu menunjukkan penjualan mobil China turun terbesar dalam 7 tahun terakhir.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,58% ke posisi level 22.335 (11.39 am).

Indeks Hang Seng (Hong -1,01% ke level 25.541.

Indeks Shanghai (China) -0,79% ke posisi 2.586.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,36% ke level 3.058. (12.00 pm).


Oil

Harga minyak naik signifikan pada perdagangan hari Senin (15/10) pagi di pasar Asia. Hal ini terjadi seiring tensi ketegangan geopolitik terkait lenyapnya seorang jurnalis Arab Saudi, memicu kekhawatiran tentang pasokan walaupun kecemasan tentang prospek demand jangka panjang dapat menyeret turun harga.

Minyak Brent naik 98 sen ke harga USD81,41 per barel (pukul 01:24 GMT). Harga minyak WTI naik 80 sen ke harga USD72,15 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author