Bursa Sore: Penguatan Rupiah Ikut Topang Penguatan IHSG

Bursa Sore: Penguatan Rupiah Ikut Topang Penguatan IHSG

Posted by Written on 10 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) lanjut menguat pada akhir perdagangan hari Rabu (10/10). IHSG melaju +0,41 persen (+23 poin) ke level 5.820.

Indeks LQ45 +0,35% ke leavel 914 poin. IDX30 +0,35% ke level 501 poin. Indeks JII +0,48% ke level 640. Indeks Kompas100 +0,29% ke level 1.175. Indeks Sri Kehati +0,22% ke posisi 341. Indeks Sinfra18 +1,00% ke level 306.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah SRILPGASHKMUBHITBCAPBBCA dan PANI

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya PTPPPGASINCOADROWSBPKLBF dan INDY

Saham-saham top loser LQ45: TPIABBRIITMGELSAASIIBBCA dan INKP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,45 triliun dengan volume trading sebanyak 147,42 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp574,85 miliar

Sektor konsumer dan pertambangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,19 persen dan +0,95 persen.

Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel serta batubara berhasil menjadi sentimen positif untuk indeks, demikian ulasan Tim Analis PT Indo Premier Sekuritas.

Nilai tukar rupiah +0,18 persen ke level Rp15.203 (pukul 04:00 pm). Kurs rupiah bangkit setelah dalam sepekan terakhir di zona merah.


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak flat pada perdagangan hari Rabu (10/10) setelah pasar saham global ke titik terendah dalam 8 pekan terakhir pada sesi kemarin sehubungan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik bergerak flat.

Di bursa Australia, Indeks ASX 200 juga bergerak menguat 0,14 persen setelah sempat melemah di sesi pagi. Sebagian besar sektor berada di zona positif. Indeks Topix di bursa Jepang menguat 0,16 persen. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga berada di zona hijau.

Sementara Indeks Kospi (Korsel) bergerak dalam tekanan pasca libur nasional. Indeks Kospi turun 1,22 persen. Bursa saham China variatif setelah Indeks Shanghai menguat tetapi Indeks Shenzhen di zona merah. Indeks Shenzhen turun 0,147 persen.

"Akibat ketidakpastian terus berlanjut yang merajalela di pasar finansial global, banyak investor menahan diri sampai muncul lebih banyak kejelasan pada pasar surat utang USA dan pasar China," ujar Yasuo Sakuma, Chief Investment Officer pada lembaga Libra Investments.

Yield surat utang pemerintah USA tenor 10 tahun ke level 3,261, level terpuncak dalam 7,5 tahun terakhir. Sedangkan tenor 30 tahun sempat ke level tertinggi dalam 4 tahun namun kembali tertarik turun.

Para trader mengatakan komentar Presiden USD Donald Trump menolong agar yield tertahan. Trump berkomentar bahwa the Fed terlalu cepat menaikkan suku bunga acuan ketika inflasi miniman dan data pemerintah tercatat perekonomian sedang kuat.

Indeks dolar ASA di posisi 95,682 (4:06 pm HK/SIN) atau melemah dibanding level kemarin di posisi 96,0 poin. Nilai tukar yen di posisi 113,08 terhadap dolar AS (4:06 pm HK/SIN). Dolar Ausie menguat di level $0,7109 terhadap USD.

Mata uang poundsterling naik 0,1 persen ke posisi $1,3158 terhadap dolar AS. Yuan menguat 0,1 persen ke posisi 6,9236 setelah ke level terendah pada awal pekan di level 6,9371 terhadap USD, merupakan posisi terburuk sejak pertengahan Agustus tahun ini.

IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2018 dan 2019, termasuk USA dan China pada tahun depan. IMF menyatakan pertumbuhan ekonomi USA dan China tahun depan akan terkena dampak perang dagang.Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,08% ke posisi level 23.450


Indeks Hang Seng (Hong +0,43% ke level 26.286.

Indeks Shanghai (China) -0,18% ke posisi 2.716.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,11% ke level 3.131.


Bursa Eropa

Pasar saham Eropa mixed di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (10/10) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau perkembangan terkini situasi politik di Italia.

Indeks FTSE 100 (Inggris) -0.14% ke posisi 7.227.

Indeks DAX (Jerman) -0.26% di level 11.946.

Indeks CAC (Perancis) -0.51% pada posisi 5.291.


Oil

Harga minyak bergerak lesu pada perdagangan hari Rabu (10/10). IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tetapi harga minyak berpeluang ditopang oleh serangan Topan Michael yang bergerak ke arah Florida di USA. Topan tersebut mengakibatkan penghentian hampir 40 persen produksi minyak Kawasan Teluk Meksiko.

Minyak Brent drop 25 sen ke harga USD84,75 per barel (pukul 07:35 GMT). Harga minyak WTI melemah 25 sen ke harga USD74,71 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author