Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Cenderung Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Cenderung Menguat

Posted by Written on 10 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (10/10) dibuka mixed, berusaha membalik tekanan pelemahan indeks di bursa saham Wall Street yang terbebani oleh tingginya imbal hasil US Treasury 10 tahun yang berada di atas 3,2%, diwarnai penurunan prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2018-2019 oleh IMF.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran 6.036. Investor cenderungwait and see. Indeks bergerak menguat 0,10% (5,80 poin) di posisi 6.046,90 pada pukul 8:15 WIB

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,22% (50,83 poin) menjadi 23.520,22, setelah dibuka naik 0,24% dengan menempatkan sebagian besar sektor di teritori positif. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit menguat, namun berbalik melorot 0,45% ke level 2.243,77.

Lanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,41% (108,37 poin) menjadi 26.281,28 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,10% ke posisi 2.723,72.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil bermanuver di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin, ditutup melaju 0,62% ke level 5.796,79. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan dengan mengharapkan kembalinya capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan potensi penguatan, melanjutkan rebound jangka pendek di rentang yang semakin terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasainya indeks bursa global dan regional serta kenaikan beberapa komoditas seperti CPO, nikel, batubara diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu investor juga akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap US dolar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.765 dan resistance di 5.820.

Beberapa ekuitas yang direkomendasaikan, antara lain;

  • Saham : ASII (BUY, Support: Rp6.925, Resist: Rp7.100), CTRA (BUY, Support: Rp790, Resist: Rp830), 

    ELSA (BUY, Support: Rp376, Resist: Rp392), ACES (BUY, Support: Rp1.325, Resist: Rp1.400).

  • ETF : XPLQ (BUY, Support: Rp495, Resist: Rp503), XDIF (BUY, Support: Rp446, Resist: Rp454), 

    XPDV (BUY, Support: Rp457, Resist: Rp463).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Streetpagi tadi berakhir cenderung melemah, Wall Street kembali menghadapi tekanan dari imbal hasil US Treasury 10-tahun yang mencapai 3,21%. Analis khawatir Federal Reserve akan mempercepat laju kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi yang lebih tinggi.Saham maskapai penerbangan dan perusahaan kimia mencatatkan penurunan terbesar. American Airlines terjungkal 6,6% setelah mengungkapkan pembatalan sekitar 2.100 penerbangan pada September karena Badai Florence. Delta Air Lines dan United Continental rontok lebih dari 2%. Produsen cat PPG longsor 10,1% setelah memproyeksikan laba di bawah ekspektasi analis. DowDuPont, anjlok 3,7%, Sherwin-Williams tersungkur 4,0% dan Alcoa merosot 2,9%. Kenaikan harg saham teknologi menahan indeks Nasadq di zona hijau.

Dow Jones Industrial Average turun 0,21% (-56,21 poin) menjadi 26.430,57.

Standard&Poor's 500 menyusut 0,14% (-4,09 poin) ke posisi 2.880,34.

Nasdaq Composite naik tipis 0,03% (7,65 poin) di level 7.738,02.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,23% menjadi USD21,49.

Bursa saham utamaEropatadi malam berakhir menguat meski terjadi ketegangan antara Italia dan Uni Eropa (UE) terkait rencana pengeluaran anggaran Roma. Indeks Stoxx 600 menguat 0,19% menjadi 372,93, dipimpin kenaikan harga saham sektor pertambangan dasar dan teknologi. Saham Air France-KLM melonjak di atas 5% di tengah harapan kesepakatan dengan serikat pekerja. Perusahaan fintech Jerman Wirecard melambung 9,6% setelah memperkirakan laba inti akan tumbuh 6 kali lipat pada pertengahan dekade mendatang. Sage Inggris anjlok hampir 1,5% karena Barclays memangkas rekomendasi sahamnya. Poundsterling menembus USD1,31 setelah Dow Jones memberitakan bahwa persyaratan perpisahan Uni Eropa dan Inggris dapat diselesaikan pada 15 Oktober. Para pedagang terus mencermati situasi politik di Italia, di mana ketegangan meningkat antara Roma dan Brussels mengenai target dan defisit anggaran pemerintah koalisi yang baru.

FTSE 100 London naik tipis 0,06% (4,26 poin) di posisi 7.237,59.

DAX 30 Frankfurt naik 0,25% (30,06 poin) menjadi 11.977,22.

CAC 40 Paris meningkat 0,35% (18,30 poin) ke level 5.318,55.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, terseret penurunan imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun yang sempat melejit ke posisi tertinggi 7 tahun, 3,261% sebelum mundur jadi 3,2101%. Poundsterling dan euro menguat menyusul laporan yang menghidupkan kembali harapan bahwa Inggris dan Uni Eropa berada di ambang kesepakatan Brexit, secepatnya awal pekan depan. Dana Moneter Internasional, Selasa, memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2018 dan 2019 menjadi 3,7% dari 3,9%. Sengketa dagang Washington dan Beijing dan target utang Italia memicu kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, mendorong permintaan dolar sebagai safe haven. Indeks dolar yang melacak kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,10% menjadi 95,668.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14960.0005+0.04%7:13 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31430.000.00%7:14 PM
Yen (USD-JPY)113.040.08+0.07%7:13 PM
Yuan (USD-CNY)6.9228-0.0079-0.11%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,237.5020.00+0.13%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges tadi malam melonjak sekitar 1%, di tengah tanda-tanda menyusutnya ekspor minyak mentah Iran sebelum penerapan sanksi AS, serta penutupan sebagian produksi di Teluk Meksiko akibat Badai Michael. Ekspor minyak mentah Iran periode Oktober dikabarkan hanya mencapai 1,1 juta barel per hari, jauh di bawah kemampuan ekspornya sebesar 2,5 juta bph pada April lalu, dan 1,6 juta bph pada September lalu. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan, klaim bahwa Saudi dapat menggantikan ekspor mentah Iran sebagai "omong kosong." Produsen minyak AS di Teluk Meksiko, memangkas produksi minyak sekitar 40% ketika Badai Michael mendekati pantai Florida.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,09 (1,30%) menjadi USD85,00 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 67 sen (0,90%) menjadi USD74,96 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit menguat, di tengah pelemahan indeks dolar dan bursa saham AS. Harga emas anjlok 1,2% pada sesi sebelumnya, menandai penurunan persentase satu hari terbesar sejak pertengahan Agustus. Aksi jual dibatasi oleh pasar saham yang bergejolak dan apresiasi dolar membatasi kenaikan harga emas. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2018 dan 2019, pertama kalinya sejak 2016.

Harga emas di pasar spot naik tipis 0,1% menjadi USD1.188,04 per ounce.

Harga emas berjangka naik USD2,9 (0,24%) menjadi USD1.191,5 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author