Bursa Sore: Tekanan Jual Reda, IHSG Kembali Berakhir di Zona Hijau

Bursa Sore: Tekanan Jual Reda, IHSG Kembali Berakhir di Zona Hijau

Posted by Written on 09 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan hari Selasa (09/10). IHSG melaju +0,62 persen (+35 poin) ke level 5.796.

Indeks LQ45 +0,85% ke leavel 911 poin. IDX30 +0,93% ke level 499 poin. Indeks JII +0,59% ke level 637. Indeks Kompas100 +0,68% ke level 1.171. Indeks Sri Kehati +1,08% ke posisi 341. Indeks Sinfra18 -0,03% ke level 303.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah SRILPANIPNLFPGASABBAINKP dan TRAM

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya BRPTINKPELSAINTPASIIBMRI dan SCMA

Saham-saham top loser LQ45: UNTRBSDEWSBPSRILADHIGGRM, dan ADRO

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp6,04 triliun dengan volume trading sebanyak 94,60 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp300,25 miliar

Sektor aneka industri dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,12 persen dan +1,58 persen.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas mengungkapkan meredanya tekanan jual dari investor asing serta posisi indeks yang masih berada di area jenuh jual menjadi sentimen positif di pasar meskipun nilai tukar rupiah masih cenderung mengalami tekanan.

Nilai tukar rupiah -0,08 persen ke level Rp15.230 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia turun signifikan pada perdagangan hari Selasa (9/10) seiring China membiarkan mata uangnya melemah tembus level psikologis di tengah pelemahan pasar saham domestiknya. Suatu pergeseran yang menekan mata uang emerging market lainnya agar tetap kompetitif.

Indeks MSCI Asia Pasifik bergerak flat setelah pada hari Senin kemarin ke level terendah sejak pertengahan Mei tahun lalu.

IMF menambahkan kemungkinan resesi dengan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global baik tahun ini maupun tahun depan, di antaranya menurunkan prospek terhadap USA, China dan Eropa.

Tim Analis JP Morgan menyebut sentimen risiko dalam situasi buruk dan pelemahan pasar saham terjadi di mana-mana. "Dengan momentum ekonomi China yang terus melemah seiring dengan meningkatnya tekanan dari USA, pelemahan nilai tukar merupakan pelepasan katup yang jelas," kata JPMorgan mengingatkan.

Bank sentral China menetapkan kurs tetap yuan di level 6,9019 per USD sehingga menembus level resisten 6,9000 serta mendorong spekulasi untuk menaikkan USD ke level 6,9320 yuan di pasar spot. JPMorgan memperkirakan kemungkinan kurs yuan mencapai level 7,0 per USD sampai akhir tahun ini.

Bursa saham China variatif. Indeks Shenzhen bergerak flat. Sedangkan Indeks Shanghai di zona hijau.

Di bursa Australia, Indeks ASX200 turun 0,97 persen terbebani pelemahan saham-saham finansial. Saham Commonwealth Bank turun 0,87 persen.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang ke zona merah. Indeks Topix juga di pasar saham Jepang, turun 1,76 persen. Adapun Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong bergerak ke zona hijau. Sedangkan bursa saham Korsel libur.

Indeks dolar AS menguat di posis 95,864 (2:52 pm HK/SIN) dibanding pekan lalu di level 95,700. Yen menguat di posisi 113,24 terhadap USD. Sedangkan dolar Ausie flat di posisi $0,7073.

Yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun berada di level 3,252 persen, mendekati level tertinggi dalam 7 tahun. Surat utang negara USA dinilai punya jaring pengaman hingga saat ini karena yieldnya meningkat. Hal ini cenderung meredam pasar saham dan mengancam prospek perekonomian sehingga memberikan tekanan kepada the Fed untuk memperlambat kebijakan moneter ketat.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,31% ke posisi level 23.470

Indeks Hang Seng (Hong +0,42% ke level 26.311.

Indeks Shanghai (China) +0,49% ke posisi 2.729.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,58% ke level 3.163.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak menguat pada menit-menit awal perdagangan hari Selasa (9/10) pagi waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah tensi yang memanas antara Itali dan Uni Eropa terkait anggaran tahun 2019.

Indeks FTSE 100 (Inggris) +0.12% 7.241.

Indeks DAX (Jerman) +0.08% 11.957.

Indeks CAC (Perancis) +0.23% 5.312.


Oil

Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan hari Selasa (09/10) karena lebih banyak bukti yang muncul bahwa ekspor minyak mentah dari Iran tercatat turun jelang persiapan penerapan sanksi USA. Selain itu terdapat faktor angin topan bergerak melintasi Teluk Meksiko.

Minyak Brent naik 55 sen ke harga USD84,46 per barel (pukul 07:30 GMT). Harga minyak WTI melemah 45 sen ke harga USD74,74 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author