Bursa Pagi: Global Regional Merah Total, Redam Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global Regional Merah Total, Redam Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 09 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (9/10), dibuka memerah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, terpengaruh oleh meningkatnya kembali ketegangan AS-China setelah pertemuan menteri luar negeri kedua negara itu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,65% pada awal sesi perdagangan, dipimpin penurunan harga sajam sektor keuangan. Tekanan penurunan berlanjut, terperosok 0,93% (-56,80 poin) ke posisi 6.043,50 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,15% (-273,97 poin) ke level 23.509,75, setelah dibuka anjlok 1,27% dengan menempatkan sebagian besar sektor di teritori negatif. Bursa saham Korea Selatan hari ini libur.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun tipis 0,03% (-8,40 poin) di level 26.194,17 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga melemah 0,10% di posisi 2.713,73.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melaju 0,51%ke level 5.761. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, mendukung pola uptrend jangka menengah-panjang. Secara teknikal, beberpa indkator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan di area jenuh jual, yang dibatasi oleh adanya pola bullish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, posisi indeks yang sudah memasuki area jenuh jual dan sedikit meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. Di sisi lain terkoreksinya bebrapa harga komoditas akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.720 dan resistance di 5.810.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : SMGR (BUY, Support: Rp8.925, Resist: Rp9.650), INTP (BUY, Support: Rp15.825, Resist: Rp16.650), KLBF (BUY, Support: Rp1.275, Resist: Rp1.310), ITMG (BUY, Support: Rp25.675, Resist: Rp26.825).

  • ETF : XPES (BUY, Support: Rp431, Resist: Rp436), XIIT (BUY, Support: Rp506, Resist: Rp514), 

    XBLQ (BUY, Support: Rp454, Resist: Rp458).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir bervariasi cenderung melemah, indeks Nasdaq jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut, karena kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-China. Pasar obligasi tutup merayakan Hari Columbus, namun kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun menjadi di atas tiga% tetap menekan sentimen di bursa saham yang tetap beroperasi. Saham General Electric melonjak 3,2% setelah mencapai kesepakatan untuk menjual ekuitas senilai USD1 miliar. Tesla Motors rontok 4,4% menyusul kontroversi dengan Securities and Exchange Commission AS , pekan lalu. Saham berorientasi konsumen menguat, Walmart melompat 1,5%, Walgreens Boots 2,3%, dan Coca-Cola 1,3%.

Nasdaq Composite melorot 0,67% (-52,50 poin) ke level 7.735,82.

Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,15% (39,73 poin) di posisi 26.486,78.

Standard&Poor's 500 menyusut 0,04% (-1,14 poin) menjadi 2.884,43.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,17% menjadi USD21,54.

Bursa saham utamaEropa tadi malam juga ditutup di zona merah, terpengaruh oleh lemahnya perdagangan di bursa saham Asia setelah Bank Sentral China mengatakan akan memangkas jumlah dana tunai yang harus dimiliki perbankan sebagai cadangan. Indeks Stoxx 600 anjlok 1,12% menjadi 372,21, dipimpin kejatuhan harga saham sektor perbankan sebesar 1,37% di tengah kekhawatiran baru terhadap RAPBN Italia. Indeks FTSE MIB Italia rontok 2,43%, dengan imbal hasil obligasi menembus level tertinggi baru selama perdagangan. Saham perbankan Italia; Unicredit, Ubi Banca, Mediobanca dan Banco BPM semua mengakhiri sesi Senin dengan berguguran hingga lebih dari 3,5%.

FTSE 100 London terperosok 1,16% (-85,21 poin) ke level 7.233,33.

CAC 40 Paris melorot 1,10% (-59,10 poin) ke posisi 5.300,25.

DAX 30 Frankfurt terpuruk 1,36% (-164,74 poin) menjadi 11.974,16.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia tadi malam bergerak menguat, di tengah kejatuhan euro ke level terendah tujuh pekan yang dipicu oleh pertikaian rencana anggaran Italia dengan Uni Eropa. Imbal hasil obligasi Italia bertenor 10-tahun melonjak hampir 20 basis poin menjadi 3,60%. Poundsterling juga melemah karena para pedagang melakukan profit taking terkait optimisme tentang kesepakatan Brexit. Investor mengalihkan investasinya ke dalam dolar, karena taruhan bullish spekulan dalam greenback pada pekan lalu melesat ke level tertinggi sejak Desember 2016. Namun penguatan dolar dibatasi oleh pelemahan di bursa saham Wall Street, karena melonjaknya imbal hasil US Treasury. Indeks dolar yang melacak kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,14% menjadi 95,761.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14930.0001+0.01%7:18 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30920.0002+0.02%7:18 PM
Yen (USD-JPY)113.07-0.16-0.14%7:18 PM
Yuan (USD-CNY)6.93070.0619+0.90%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,217.5034.50+0.23%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea hingga pagi bergerak menguat, hampir sepenuhnya pulih dari penurunan tajam pada sesi awal perdagangan, arena investor memperkirakan langkah stimulus ekonomi China akan mengangkat permintaan minyak mentah di ekonomi terbesar kedua dunia itu. 

Harga minyak Brent sempat melorot ke bawah USD83 per barel dan WTI ke USD73,07 per barel, namun bergerak naik setelah pasar merespon langkah Bank Sentral China untuk memangkas persyaratan cadangan perbankan, sebagai sinyal bahwa Beijing berupaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Laporan terbaru Genscape menunjukkan, persediaan minyak di pusat penyimpanan utama Amerika di Cushing, Oklahoma, pekan lalu turun 15.000 barel menjadi 28,5 juta barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 25 sen menjadi USD83,91 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 5 sen menjadi USD74,29 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange tadi malam jatuh ke level terendah dalam sepekan, di tengah kekhawatiran tentang aksi jual saham global oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi China. Investor mengamankan asetnya ke dolar. Pelemahan mata uang emerging market, dan kenaikan imbal hasil US Treasury ikut menekan permintaan emas.

Harga emas di pasar spot merosot 1,4% menjadi USD1.185,81 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD17 (-1,41%) menjadi USD1.188,6 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author