Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, IHSG Bearish Ada Peluang Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, IHSG Bearish Ada Peluang Rebound

Posted by Written on 05 October 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (5/10), bursa saham Asia dibuka di zona merah melanjutkan tren pelemahan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang tertekan oleh lonjakan imbal hasil US Treaasury 10 tahun yang mencapai 3,2%. Washington menuding Beijing berusaha mempengaruhi dan mencampuri politik AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia pada sesi awal perdagangan sebesar 0,16%, tertekan penurunan harga saham di sektor energi sebesar 0,85%. Pergerakan indeks berlanjut sedikit menguat 0,01% (0,60 poin) di posisi 6.176,90 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,48% (-114,74 poin) ke level 23.860,88, setelah dibuka melorot 0,56% dengan mencatatkan sebagian besar sektor di teritori negatif. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,16%, meskipun diwarnai kenaikan harga saham Samsung Electronic sebesar 1,34%, dan berlanjut menguat tipis 0,01% menjadi 2.274,80.

Melanjutkan pelemahan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,45% (-120,12 poin) ke level 26.503,75 pada pukul 8:35 WIB. Bursa saham China tutup, melanjutkan libur Pekan Emas.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah kembali terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin, dan ditutup turun tajam 1,89% ke level 5.756. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada dalam tekanan penurunan dengan sedikit peluang rebound. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya risiko pelemahan lanjutan mencapai level jenuh jual.

Tim Riset Indo Pemier berpendpat, terkoreksinya indeks bursa global dan regional serta harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu tambahan sentimen negatif juga datang dari trend pelemahan rupiah yang masih berlanjut seiring dengan kekwatiran investor terhadap kemungkinan melebarnya defisit neraca berjalan. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.665 dan resistance di 5.835.

Beberapa ekuitas yang perlu dicermati, antara lain;

  • Saham : TLKM (Buy, Support: Rp3.550, Resist: Rp3.640), AKRA ( SELL , Support: Rp3.750, Resist: Rp4.040), MAPI (Buy, Support: Rp765, Resist: Rp800), ADRO ( SELL , Support: Rp1.800, Resist: Rp1.850).

  • ETF : R-LQ45X( SELL , Support: Rp935, Resist: Rp975), XISC ( SELL , Support: Rp655, Resist: Rp680), XBNI ( SELL , Support: Rp955, Resist: Rp1.005).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, saham teknologi mengalami tekanan hebat karena kekhawatiran meningkatnya suku bunga, jelang laporan dana tenaga kerja AS. Penurunan ini terjadi karena imbal hasil obligasi US Treasury bertenor 10-tahun melonjak menjadi 3,20% karena pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang mendorong kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Pasar mengkhawatirkan, tingkat imbal hasil yang tinggi akan menghalangi perusahaan untuk mengambil pinjaman sehingga menghambat pertumbuhan. Investor juga mewaspadai meningkatnya ketegangan perang dagang AS-China, karena Wakil Presiden AS Mike Pence menuduh Beijing ikut campur dalam politik Amerika. 

Saham Apple merosot 1,8%, Amazon terjungkal 2,2%, dan Alphabet tergerus 2,9%

Nasdaq Composite rontok 1,81% (-145,57 poin) ke level 7.879,51.

Dow Jones Industrial Average anjlok 0,75% (-200,91 poin) ke posisi 26.627,48.

Standard&Poor's 500 terperosok 0,82% (-23,90 poin) menjadi 2.901,61.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 3,64% menjadi USD21,17.

Bursa saham utamaEropa tadi malam juga berakhir dengan membukukan penurunan tajam terbebani oleh pelemahan di pasar luar negeri. Indeks Stoxx 600 merosot 1,08% menjadi 379,68, dipimpin kejatuhan harga saham sektor barang rumah tangga yang terpangkas 3%, ditandai dengan kejatuhan harga saham sejumlah produsen barang merah hingga 4% lebih. Saham perbankan menguat didukung lonjakan harga saham perbankan Yunani yang sempat tertekan karena kekhawatiran masalah kecukupan modal. Namun harga saham Danske Bank turun 4,6% karena dugaan sjandal pencucuian uang. Pasar global berada dalam tekanan karena imbal hasil US Treasury mencatat tingkat tertinggi dalam lebih dari 7 tahun.

FTSE 100 London terperosok 1,22% (-91,94 poin) ke posisi 7.418,34.

CAC 40 Paris terjungkal 1,47% (-80,85 poin) ke level 5.410,85.

DAX 40 Frankfurt turun 0,35 persen (-43,44 poin) menjadi 12.244,14.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah, namun masih bertahan mendekati level tertinggi tertahan oleh lonjakan imbal hasil US Treasury ke posisi tertinggi tujuh tahun. Keperkasaan dolar didukung oleh pertumbuhan AS yang kuat sementara data ekonomi di negara besar lainnya, termasuk zona euro cenderung berada di bawah ekspektasi. Mata uang emerging market berguguran terpukul penguatan dolar.

Investor mencermati sejumlah tanda-tanda peningkatan inflasi karena beberapa perusahaan mulai menaikkan upah. Pasar juga menunggu rilis data tenaga kerja AS periode September, yang menurut pimpinan The Fed, "berada di ambang era tingkat pengangguran ultra-rendah." Indeks dolar berkurang 0,01% menjadi USD95,751.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15170.0003+0.03%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30250.0004+0.03%7:30 PM
Yen (USD-JPY)113.87-0.04-0.04%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.8689-0.0214-0.31%9/28/2018
Rupiah (USD-IDR)15,179.00104.00+0.69%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menurun tajam, tertekan aksi profit taking

Investor merespon kemungkinan peningkatan produksi Arab Saudi dan Rusia, setelah harga minyak berjangkamenembus level tertinggi empat tahun akibat sanksi AS terhadap Iran yang akan diterapkan bulan depan. Menteri Energi Arab Saudi, mengatakan OPEC bisa meningkatkan produksi sebesar 1,3 juta barel per hari, namun tidak menyebutkan rencana pelaksanaannya.

Indeks kekuatan relatif (RSI) untuk minyak mentah Brent dan WTI minggu ini naik ke atas 70, level yang sering dianggap sebagai sinyal bahwa pasar telah meningkat terlalu jauh. RSI kedua kontrak tersebut mundur ke bawah 70, setelah aksi jual. Persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, menurut Genscape, hingga Selasa lalu naik sekitar 1,7 juta barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,71 (-1,98%) menjadi USD84,58 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD2,08 (-2,72%) menjadi USD74,33 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif menguat, seiring pergerakan indeks dolar yang cenderung mendatar. Pada awal sesi, harga emas di pasar spot sempat menembus di atas level USD1.200 karena pelemahan di bursa saham Wall Street. Lonjakan imbal hasil US Treasury mendorong sejumlah investor untuk mencari emas mengantisipasi risiko inflasi yang lebih tinggi. 

Namun pernyataan The Fed untuk terus menaikkan suku bunga meredam permintaan emas.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.197,87 per ounce.

Harga emas berjangka turun USD1,30 (-0,11%) menjadi USD1.201,60 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author