Bursa Pagi: Global Menguat, IHSG Berpotensi Naik Dibayangi Tren Bearish

Bursa Pagi: Global Menguat, IHSG Berpotensi Naik Dibayangi Tren Bearish

Posted by Written on 04 October 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (4/10) dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang didukung data ekonomi AS yang kuat.

Perdagangan saham hari ini dbuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,46% pada sesi awal perdagangan, ditopang kenaikan harga saham sektor keuangan, sekitar 1%. Laju indeks berlanjut 0,65% (40,10 poin) ke level 6.186,20 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,25% (60,62 poin) menjadi 24.171,58, setelah dibuka naik 0,36% diwarnai lonjakan harga saham Toyota 1,97% dan Softbank sebesar 2,13%, menjelang konferensi pers bersama dua perusahaan itu. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka merosot 0,69% merespon pernyataan gubernur bank sentral tentang kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir Oktober nanti, dan berlanjut merosot 0,82% ke level 2.290,67.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka turun 0,23% (-61,86 poin) menjadi 27.029,40. Bursa ssaham China masih tutup merayakan Pekan Emas.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah kemarin gagal bertahan di zona hijau dan ditutup dengan membukkan pelemahan 0,13% diposisi 5.867,74. Sejumla analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi naik, diwarnai fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar yang belum stabil. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan meskipun masih berada pada tren bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional serta naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel serta timah diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi indeks. 

Sementara itu nilai tukar rupiah yang cenderung tertekan akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang supportdi level 5.840 dan resistance di 5.895.

Beberapa ekuitas yang perlu dicermati , antara lain:

  • Saham : SMGR (Buy, Support: Rp8.950, Resist: Rp9.300), ANTM (Buy, Support: Rp800, Resist: Rp820), 

    EXCL (Buy, Support: Rp2.750, Resist: Rp2.970), CPIN (Buy, Support: Rp5.000, Resist: Rp5.300).

  • ETF : XISR (Buy on Weakness, Support: Rp350, Resist: Rp356), XISI (Buy, Support: Rp322, Resist: Rp332), XPID ( SELL , Support: Rp504, Resist: Rp508).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir di zona hijau, dengan mencetak rekor indeks Dow Jones dua hari berturut-turut merespons rilis data ekonomi AS yang positif. Rilis data perekrutan sektor swasta AS periode September naik 230.000, kenaikan tertinggi sejak Februari, jauh di atas ekspektasi 185.000. Begitu pula dengan aktivitas sektor jasa. Federasi Ritel Nasional juga merilis outlook optimistis musim belanja liburan dengan prediksi pertumbuhan 4,3-4,8% dibanding tahun lalu, kendati dibayangi kekhawatiran memanasnya perang dagang. Imbal hasil US Treasury AS 10-tahun naik ke atas 3,0%.

Saham sektor perbankan regional mencatatkan kenaikan tertinggi; Citigroup naik 1%, dan Bank of America melaju 1.4% Saham Intel melonjak 1,4%, persen, Apple, Boeing, Caterpillar dan Pfizer juga menguat. Saham General Motors melesat 2,1% setelah mengumumkan investasi Honda di anak perusahaan, Cruise Holdings. Namun saham Honda yang tercatat di Wall Street rontok 3,6%.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,20% (54,45 poin) menjadi 26.828,39.

Standard&Poor's 500 naik tipis 0,07% (2,08 poin) di posisi 2.925,51.

Nasdaq Composite bertambah 0,32% (25,45 poin) ke level 8.025,09.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,96% menjadi USD21,97.

Bursa saham utama Eropatadi malam berakhir dengan membukukan kenaikan signifikan meskipun para pelaku pasar masih mengkhawatirkan kondisi politik di Italia dan ketidakstabilan perdagangan global. Roma berencana untuk menurunkan defisit anggaran dari 2,2% pada 2020, menjadi 2% pada 2021, dari perkiraan 2,4% pada tahun depan. Indeks Stoxx 600 naik 0,50% menjadi 383,4% dipimpin kenaikan sektor telekomunikasi dan media lebih dari 1%, sedangkan sektor ritel merosot ke zona merah.

Saham Altran Technologies memimpin kenaikan dengan melambung 9,13% karena peningkatan rating, dan saham ITV, yang melonjak lebih dari 3,5%. Di lain pihak Norsk Hydro longsor 11,85% setelah menyatakan akan menghentikan produksi di Alunorte, Brasil, pengilangan alumina terbesar di dunia. Saham Tesco rontok 8,6%, dan Aston Martin memulai debutnya dibursa London di zona merah. Bursa saham Jerman tutup, marayakan Hari Persatuan.

FTSE 100 London naik 0,48% (35,73 poin) menjadi 7.510,28.

CAC 40 Paris bertambah 0,43% (23,51 poin) ke level 5.491,40.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York tadi malam melejit ke level tertinggi enam pekan, setelah Kepala Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan ekonomi Amerika "sangat positif" dan perlu menaikkan suku bunga. Rilis data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang kuat. Aktivitas sektor jasa periode September melaju ke tingkat tertinggi 21 tahun dan tingkat perekrutan perusahaan meningkat 230.000 pekerjaan di atas perkiraan sebesar 185.000. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju naik 0,27% menjadi 95,762.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.14800.0002+0.02%7:18 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29440.0004+0.03%7:18 PM
Yen (USD-JPY)114.51-0.02-0.02%7:18 PM
Yuan (USD-CNY)6.8689-0.0214-0.31%9/28/2018
Rupiah (USD-IDR)15,075.0032.50+0.22%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/10/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Brent melesat hampir 2% setelah menembus USD86,74, level tertinggi sejak akhir Oktober 2014, karena pasar fokus pada sanksi AS terhadap Iran, dan mengabaikan peningkatan stok mingguan AS. Persediaan minyak mentah AS pekan lalu melonjak 8 juta barel, empat kali lipat dari ekspektasi analis. Harga sempat melemah setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan, akan meningkatkan produksi menjadi 10,7 juta barel per hari pada Oktober, dan akan memompa lebih banyak lagi pada November.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,49 (1,8%) menjadi USD86,29 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,18 (1,6%) menjadi USD76,41 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, setelah Italia mengindikasikan kemungkinan untuk memangkas defisit anggaran dan utang sehingga menenangkan kekhawatiran investor, sehingga mendorong investor kembali ke saham dan aset berisiko tinggi lainnya. Harga emas juga tertekan oleh apresiasi dolar yang didukung kuatnya data perekonomian AS. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust New York, jatuh ke level terendah sejak Februari 2016, ke posisi 23,72 juta ounce.

Harga emas di pasat spot turun 0,3% menjadi USD1.199,56 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD4,10 (-0,34%) menjadi USD1.202,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author