Bursa Sore: Data Makro Tak Sesuai Ekspektasi Benamkan IHSG

Bursa Sore: Data Makro Tak Sesuai Ekspektasi Benamkan IHSG

Posted by Written on 01 October 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tenggelam ke zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (10/1). IHSG melorot -0,53 persen (-32 poin) ke level 5.944.

Indeks LQ45 -0,44% ke leavel 942 poin. IDX30 -0,42% ke level 516 poin. Indeks JII -0,40% ke level 662. Indeks Kompas100 -0,53% ke level 1.209. Indeks Sri Kehati -0,16% ke posisi 354. Indeks Sinfra18 -0,36% ke level 317.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah ABBAWSKTCTTHKPIGBBRIPTBA dan AKRA

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya AKRAELSAWIKAWSKTMEDCPTPP dan WSBP

Saham-saham top loser LQ45: ASIIBMRIPGASUNTRGGRMSSMS dan BRPT

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp6,08 triliun dengan volume trading sebanyak 91,33 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp377,84 miliar.

Sektor industri dasar dan agri menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -2,37 persen dan -1,49 persen.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas memaparkan, data inflasi periode september yang berada di bawah konsensus lebih dominan mengantarkan indeks ke teritori negatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pada September 2018 terjadi deflasi 0,18 persen. Deflasi ini adalah yang tertinggi sepanjang tahun 2018 kecuali pada April 2016 dimana saat itu angka deflasi menyentuh level 0,45 persen.

Nilai tukar rupiah -0,01 persen ke level Rp14.908 (pukul 16:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak mixed pada perdagangan hari Senin (01/10) seiring USA dan Kanada mengumumkan pencapaian kesepakatan menggantikan pakta perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agremeent/NAFTA).

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 melanjutkan pergerakan ke zona hijau. Indeks Topix bergerak pulih ke arah flat sejalan dengan pelemahan sebagian besar saham otomotif seperti Toyota dan Nissan. Pergerakan yang terjadi di bursa Tokyo dilatarbelakangi survei oleh Bank of Japan yang memperlihatkan indeks kepercayaan bisnis industri manufaktur papan atas Jepang melemah secara beruntun di kuartal III tahun ini.

"Ini merupakan sedikit kekecewaan, tidak ada keraguan tentang ini pada Tankan Survei, tetapi lagi dalam konteks lebih luas, masih sangat dekat ke level tertinggi 10 tahun," kata Divya Devesh, analis pada Standard Chartered Bank kepada cnbc. Menurut dia, setidaknya selama 6-12 bulan, tidak ada sinyal bank sentral Jepang sekalipun memikirkan kebijakan jalan keluar.

Sementara itu di bursa Korsel, Indeks Kospi melemah 0,18 persen walaupun survei aktivitas pabrikan swasta menguat di periode September untuk pertama kali sejak Maret 2018.

Indeks ASX200 (Australia) tumbang 0,57 persen disertai pelemahan sebagian besar sektor saham. Financial Sector dengan bobot terhadap indeks besar bergerak turun 1,5 persen. Saham di sektor tersebut seperti Commonwealth Bank of Australia turun 1,39 persen. AMP turun 2,19 persen. Tekanan yang terjadi pada sektor keuangan tersebut muncul terkait laporan sementara Komisi Kerajaan Australia sehubungan pelanggaran dalam sektor perbankan, supperannuition dan industri jasa keuangan dengan memaparkan contoh suap, penipuan, penipuan biaya dan penipuan di level pengurus sektor tersebut.

Hari Minggu kemarin, seorang pejabat senior pemerintah USA mengatakan bahwa USA dan Kanada telah menyepakati kesepakatan dagang baru menggantikan NAFTA. Kesepakatan baru ini disebut USMCA (United States-Mexico-Canada Agreement). USMCA muncul setelah negosiator USA dan Kanada bertemu secara marathon di USA mengejar tenggat waktu 30 September.

Sementara data yang dirilis pemerintah China memperlihatkan indeks manufaktur China melambat di periode September, turun ke level 50,0 dibanding level bulan Agustus di posisi 50,6. Sedangkan berdasarkan konsensus para analis diperkirakan pada posisi 50,5. Pelemahan tersebut dikaitkan dengan eskalasi perang dagang USA dan China yang semakin meningkat disertai penerapan tarif impor baru antar kedua negara pada 24 September lalu. Bahkan USA mengancam untuk penerapan tarif bagi semua produk China yang masuk ke USA.

Indeks dolar AS berada di posisi 95,277 (3:11 pm) bangkit dari level tertingginya pada Jumat. Sedangkan nilai tukar USD terhadap yen menguat ke posisi 113,98 (11:52 am). Dolar Ausie melemah ke $0,7214. (3:09 pm)
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,52% ke level 24.245.

Indeks Hang Seng (Hong libur.

Indeks Shanghai (China) libur.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,28% ke level 3.266. 


Bursa Eropa

Market saham Eropa melayang di kisaran garis mendatar pada menit-menit awal perdagangan hari Senin (1/10) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau perkembangan baru kesepakatan perdagangan antara USA, Kanada dan Meksiko.

Indeks FTSE (Inggris) -0.03% di posisi 7.508.

Indeks DAX (Jerman) +0,55% ke level 12.314.

Indeks CAC (Perancis) +0.19% pada posisi 5.503.


Oil

Harga minyak Bent melaju ke level tertinggi jika dihitung sejak November 2014. Posisi tersebut ditorehkan pada perdagangan hari Senin (01/10) di pasar Asia. Lonjakan harga ini terjadi menjelang pemberlakuan sanksi USA terhadap Iran yang dimulai bulan depan. Iran adalah negara produsen minyak ketiga terbesar dalam OPEC.

Minyak Brent naik 36 sen ke harga USD83,09 per barel (pukul 03:35 GMT). Harga minyak WTI melaju 19 sen ke harga USD73,44 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author