Bursa Sore: Aksi Window Dressing Dorong Penguatan IHSG

Bursa Sore: Aksi Window Dressing Dorong Penguatan IHSG

Posted by Written on 28 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berujung ke zona hijau pada perdagangan hari Jumat (28/9). IHSG melaju +0,80 persen (+47 poin) ke level 5.976.

Indeks LQ45 +0,85% ke leavel 946 poin. IDX30 +0,88% ke level 518 poin. Indeks JII +0,98% ke level 664. Indeks Kompas100 +0,89% ke level 1.216. Indeks Sri Kehati +1,05% ke posisi 355. Indeks Sinfra18 +2,06% ke level 318.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRITLKMABBAPTBACITY-W, KPIG dan PGAS

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya SSMSSMGRMEDCPTBAINTPPGAS dan BBRI

Saham-saham top loser LQ45: UNVRASIIELSAPTPPBBTNBJBR dan INDF

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,99 triliun dengan volume trading sebanyak 108,84 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp885,11 miliar

Sektor agri dan industri dasar menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,69 persen dan +1,38 persen.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas memaparkan penguatan nilai tukar rupiah serta aksi window dressing di akhir perdagangan kuartal III menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan indeks.

Nilai tukar rupiah +0,14 persen ke level Rp14.900 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia
Pasar saham Asia ke teritori positif pada perdagangan hari Jumat (28/9). Laju tersebut terjadi di tengah penguatan Indeks Nikkei 225 ke level tertinggi intraday. Indeks Nikkei 225 menjadi lokomotif kenaikan pasar saham Asia.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) menguat 0,1 persen.
Di bursa Jepang menguat setelah Indeks Nikkei 225 ke level tertinggi intraday dalam 27 tahun terakhir ditopang sebagian besar sektor saham. Hal ini terjadi setelah rilis data pengangguran di Jepang turun 0,1 persen dari angka periode bulan sebelumnya sebesar 2,4 persen. Dalam risalah meeting Bank of Japan periode bulan September dipaparkan, situasi berlawanan antara ekonomi USA dan kawasan lain menjadi bukti kuat terutama merefleksikan kebijakan perdagangan USA. Ketidakpastian tentang prospek relasi dagang tersebut telah sangat kuat.
Indeks ASX200 (Australia) menguat 0,43 persen. Indeks Kospi (Korsel) melemah 0,52 persen.
Sedangkan pasar saham Hong Kong dan Tiongkok kompak menguat. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong ke zona hijau dan Indeks Shenzhen (Tiongkok) naik 0,835 persen.
Indeks dolar AS menguat ke posisi 95,042 ((3:03 pm) setelah rally sehubungan ketidakpastian bidang ekonomi yang terjadi di Itali. Nilai tukar yen flat ke level 113,40 terhadap USD. Dolar Australia menguat 0,1 persen terhadap USD di posisi $0,7210 (pukul 3:04 pm).
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,36% ke level 24.120.
Indeks Hang Seng (Hong +0,26% ke posisi 27.788.
Indeks Shanghai (China) +1,06% di posisi 2.821.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,64% ke level 3.257.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (28/9) pagi waktu setempat. Para pemodal memantau kekisruhan politik di Eropa.
Indeks FTSE 100 (Inggris) -0.15% ke level 7.534.
Indeks DAX (Jerman) -0.91% di posisi 12.322.
Indeks CAC (Perancis) -0.63% pada level 5.505.

Oil
Harga minyak melaju positif pada perdagangan hari Jumat (28/9) sore. Para investor fokus ke prospek market yang kian ketat akibat sanksi larangan ekspor minyak Iran yang akan diterapkan pada November mendatang.
Minyak Brent naik 20 sen ke harga USD81,92 per barel (pukul 15:20 WIB). Harga minyak WTI melaju 20 sen ke harga USD72,32 per barel.

(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author