Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Bullish Dibayangi Profit Taking

Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Bullish Dibayangi Profit Taking

Posted by Written on 28 September 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (28/9), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, didukung oleh sentimen positif investor menanggapi pernyataan pimpinan The Fed Jerome Powell yang menihilkan kemungkinan overheating dalam perekonomian AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,5% didukung kenaikan harga saham hampir di semua sektor. Laju indeks menguat 0,62% (38,50 poin) ke posisi 6.219,70 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melompat 1,21% (287,97 poin) ke level 24.084,71, setelah dibuka melonjak 1,02% di tengah pelemahan yen terhadap dolar yang mendongkrak harga saham eksportir. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,35% dan berlanjut melemah 0,32% menjadi 2.347,80.

Melanjutkan tren positif global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,59% (163,39 poin) ke level 27.879,06 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,09% di posisi 2.794,26.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berjaya di zona hijau dan ditutup melompat 0,95% ke level 5.929. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan pola kenaikan jangka pendek didukung kembalinya capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakaan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan menuju areaoverbought, sehingga berpotensi memicu profit taking.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa global, harga komoditas minyak mentah serta adanya potensi window dressing yang terjadi di akhir kuartal tiga diprediksi menjadi sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 5.870 dan resistance di 5.975.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : JSMR (Buy, Support: Rp4.390, Resist: Rp4.560), BBRI (Buy, Support: Rp3.000, Resist: Rp3.130), ICBP (Buy, Support: Rp8.725, Resist: Rp8.925), HMSP (Buy, Support: Rp3.730, Resist: Rp3.930).

  • ETF : R-LQ45X (Buy, Support: Rp975, Resist: Rp1.000), XIIC (Buy, Support: Rp1.035, Resist: Rp1.065), 
  • XISC (Buy, Support: Rp668, Resist: Rp682)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat, didorong oleh kenaikan signifikan harga saham sektor teknologi. Investor menyambut pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell, yang menandai ekonomi tetap solid dan tidak menyebutkan risiko overheating. Raksasa teknologi seperti Apple melesat 2,1%, Amazon melejit 1,9%, Facebook dan Alphabet melaju lebih dari 1%. Sebaliknya, harga saham raksasa kruangan; J.P. Morgan Chase, Goldman Sachs dan Bank of America berguguran karena penurunan imbal hasil US Treasury. Tesla Motors anjlok 5,9 persen pasca jam perdagangan menyusul laporan Securities and Exchange Commission AS tentang gugatan rencana go private kepada Tesla dan Elon Musk.

Dow Jones Industrial Average naik 0,21% (54,65 poin) menjadi 26.439,93.

Standard&Poor's 500 meningkat 0,28% (8,03 poin) ke posisi 2.914,00.

Nasdaq Composite melaju 0,65% (51,60 poin) ke level 8.041,97.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,66% menjadi USD22,84.

Bursa saham utamaEropa tadi malam juga berakhir menguat, karena pelaku pasar mengabaikan kekhawatiran konflik perdagangan dan ketidakpastian politik. Indeks Stoxx 600 naik 0,35% menjadi 386,38, dipimpin lonjakan harga saham peritel Swedia, H&M, lebih dari 11% setelah meyakinkan investor untuk tidak memotong biaya untuk pakaian yang tidak terjual. Saham Thyssenkrupp melonjak hampir 10%, setelah berencana merestrukturisasi perusahaan dengan memisahkan divisi barang modal. Sebaliknya, perusahaan farmasi Indivior longsor 13% karena memangkas prospek pendapatan. Presiden AS Donald Trump menuduh Beijing berniat mengganggu pemilihan kongres Amerika, November nanti. Investor mencermati berita dari Italia, di tengah kekhawatiran seputar anggaran negara itu dan target defisit untuk tahun depan, serta pertikaian di pemerintahan.

FTSE 100 London naik 0,45% (33,95 poin) menjadi 7.545,44.

DAX 30 Frankfurt bertambah 0,40% (49,70 poin) ke posisi 12.435,59.

CAC 40 Paris melaju 0,50% (27,68 poin) ke level 5.540,41.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, didorong oleh prospek kenaikan suku bunga The Fed untuk ketiga kalinya di 2018, dan perkiraan kenaikan lainnya pada pertemuan Desember, tiga kali lagi tahun depan, dan sekali di 2020. Namun proyeksi bank sentral tentang inflasi AS yang rendah dan stabil selama beberapa tahun mendatang, dinilai akan membatasi penguatan greenback. Keperkasaan dolar juga dipicu kejatuhan euro, karena kekhawatiran seputar kemungkinan membesarnya target defisit APBN Italia. Indeks dolar AS naik 0,74% menjadi 94,894.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1636-0.0005-0.04%7:16 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3074-0.0005-0.04%7:16 PM
Yen (USD-JPY)113.400.02+0.02%7:16 PM
Yuan (USD-CNY)6.89030.0117+0.17%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,922.5012.00+0.08%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, didorong oleh prospek kekurangan pasokan global setelah sanksi AS terhadap Iran, mulai November nanti. Menteri Energi Amerika, Rick Perry, mengesampingkan kemungkinan penggunaan cadangan minyak mentah strategis AS untuk menurunkan harga minyak. Sejumlah analis berpendapat, kenaikan harga minyak akan berlanjut hingga beberapa pekan mendatang, dan secara teknikal berpeluang mencapai USD100 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 59 sen menjadi USD81,38 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 55 sen menjadi USD72,12 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir sedikit menguat, karena sebagian besar investor mendiskon kenaikan suku bunga AS, namun kenaikan emas terbatas oleh penguatan dolar yag didukung pelemahan euro. Analis menilai, pernyataan pimpinan The Fed yang tidak terlalu hawkishmemunculkan sentimen positif terhadap mata uang emerging market sehingga berpeluang meningkatkan pembelian emas.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.195,61 per ounce.

Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD199,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author