Bursa Sore: IHSG Melaju Di Tengah Potensi Window Dressing di Kuartal III

Bursa Sore: IHSG Melaju Di Tengah Potensi Window Dressing di Kuartal III

Posted by Written on 27 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Kamis (27/9). IHSG terdongkrak +0,95 persen (+55 poin) dan berakhir ke level 5.929.

Indeks LQ45 +1,37% ke leavel 938 poin. IDX30 +1,45% ke level 513 poin. Indeks JII +1,60% ke level 658. Indeks Kompas100 +1,17% ke level 1.205. Indeks Sri Kehati +1,00% ke posisi 351. Indeks Sinfra18 +2,27% ke level 311.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BMTRABBAPGASKPIGBBRIANTM dan UNTR

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya MEDCINTPANTMBSDEUNTRELSA dan GGRM

Saham-saham top loser: SSMSMNCNADHIBBCA dan SRIL

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,27 triliun dengan volume trading sebanyak 116,42 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai --Rp73,73 miliar

Sektor konsumer dan industri dasar menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,2 persen dan +1,4 persen.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas mengulas, kenaikan suku bunga di USA yang sesuai ekspektasi pasar serta potensi window dressing yang terjadi menjelang penutupan perdagangan kuartal III (Q3) juga turun menambah katalis positif di pasar.

Nilai tukar rupiah -0,05 persen ke level Rp14.913 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia berada di zona negatif pada akhir perdagangan hari Kamis (27/9) seiring komentar Chairman the Fed Jerome Powell tentang inflasi setelah bank sentral USA tersebut menetapkan kenaikan suku bunga acuan.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang berujung di zona merah. Di Korsel, Indeks Kospi (Korsel) bergerak menguat sebesar 0,7 persen. Saham papan atas di bursa Korsel Samsung Electronics ikut menopang penguatan setelah naik 0,21 persen.

Di market saham Australia, Indeks ASX 200 turun 0,18 persen. Harga saham bank papan atas Commonwealth Bank of Australia melemah 0,14 persen.

Pelemahan juga terjadi di market saham Hong Kong. Pelaku pasar mewaspadai listing perdana saham China Renaissance. Saham perusahaan tersebut melemah ke titik 26,85 dolar HK dari harga perdana 31,80 dolar HK.

Bursa saham China juga dalam tekanan. Indeks Shenzhen turun 1,26 persen. Begitu pula dengan Indeks Shanghai yang berada di zona negatif.

Di bursa saham USA, Indeks Dow Jones turun 106,93 poin. Indeks S&P 500 turun 0,3 persen dan Indeks Nasdaq melemah 0,2 persen. Hal tersebut terjadi setelah the Fed menyatakan tidak melihat potensi kenaikan inflasi secara mengejutkan. Chairman the Fed Jerome Powell menyatakan hal itu setelah the Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan 25 basis poin, merupakan kenaikan ketiga kalinya tahun ini.

"Bila ini mungkin tidak disengaja mengarah ke suatu tempat dimana USA memperluas tarif impor dalam jangka panjang, suatu dunia yang lebih proteksionis, itu menuju keburukan bagi perekonomian USA," ujar Powell.

Yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun turun 5 basis poin ke posisi 3,048 persen. Market partisipan telah bersih ke situasi hawkish. Pelemahan yield tersebut positif bagi Asia dan emerging market yang telah tertekan kekhawatiran kenaikan yield surat utang USA. Kenaikan yield tersebut akan mendukung investor keluar dari emerging market ke USA.

"The Fed tampak memiliki keyakinan yang bertambah dari kebutuhan untuk mempertahankan kenaikan suku bunga dari level netral. Saya tidak melihat alasan untuk memperlambat kenaikan suku bunga sepanjang angka pengangguran turun," ujar Tomoaki Shishido, analis pada Nomura Securities.

Indeks dolar AS ke posisi 94,566 (pukul 3:20 pm) setelah guncangan kenaikan suku bunga the Fed tadi malam. Yen bangkit dari pelemahan bergerak ke posisi 112,59 terhadap USD. Dolar Ausie melorot ke posisi $0,7222 terhadap USD (pukul 3:22 pm) atau melemah 0,47 persen.

Banyak investor melihat kebutuhan terbatas bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga karena sejauh ini inflasi terlihat tidak menunjukkan sinyal kenaikan walaupun pertumbuhan ekonomi berlanjut dan pasar lapangan kerja ketat. Angka pengangguran juga nyaris ke level terendah sejak 2001.

"Tiga kali naik sampai tahun depan adalah absurd," ujar Bob Baur, Chief Global Economist pada lembaga Principal Global Investor yang bermarkas di Iowa, USA. Menurut dia, dengan tambahan kenaikan suku bunga seperti di tahun 2018 dan sekali lagi pada Maret tahun depan, pasar akan bertanya apakan beberapa gubernur the Fed merasa suku bunga tersebut di level netral. Dengan peluang lebih kecil kenaikan inflasi, masuk akal bahwa the Fed akan menahan diri setelah kenaikan suku bunga pada Maret dan membiarkan market menyesuaikan terhadap kebijakan baru tersebut.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,99% ke level 23.796.

Indeks Hang Seng (Hong -0,36% ke posisi 27.715.

Indeks Shanghai (China) -0,54% di posisi 2.791.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,09% ke level 3.236.


Bursa Eropa

Market saham Eropa dalam tekanan di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (27/9) pagi waktu setempat. 

Para pemodal memantau perkembangan politik global yang sedang terjadi.

Indeks FTSE (Inggris) -0.15% di posisi 7.500.

Indeks DAX (Jerman) -0.84% pada level 12.281.

Indeks CAC (Perancis) -0.44% ke posisi 5.488.


Oil

Harga minyak melaju positif pada perdagangan hari Kamis (27/9) sore waktu perdagangan Asia. Para investor fokus ke prospek market yang kian ketat akibat sanksi larangan ekspor minyak Iran yang akan diterapkan pada November mendatang.

Minyak Brent naik 83 sen ke harga USD82,17 per barel (pukul 08:33 WIB). Harga minyak WTI melaju 84 sen ke harga USD72,41 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author