Bursa Siang: Market Diuntungkan Pelemahan Yield Obligasi Global, IHSG Melaju

Bursa Siang: Market Diuntungkan Pelemahan Yield Obligasi Global, IHSG Melaju

Posted by Written on 27 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat ke zona hijau pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Kamis (27/9). IHSG terdongkrak +0,68 persen (+39 poin) dan berakhir ke level 5.913.

Indeks LQ45 +0,96% ke leavel 934 poin. IDX30 +1,00% ke level 511 poin. Indeks JII +1,12% ke level 655. Indeks Kompas100 +0,85% ke level 1.201. Indeks Sri Kehati +0,74% ke posisi 350. Indeks Sinfra18 +1,48% ke level 309.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah ABBAPGASANTMFINNUNTRTKIM dan ASII

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya MEDCANTMUNTRSMGRBSDEBRPT dan UNVR

Saham-saham top loser: SSMSBBCABMRIINCO dan ASII

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,91 triliun dengan volume trading sebanyak 60,08 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai --Rp133,59 miliar

Sektor konsumer dan industri dasar menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,65 persen dan +0,94 persen.

IHSG bergerak menguat seiring pelemahan yield surat utang global yang dinilai menguntungkan emerging market. Sementara sentimen domestik seperti rencana penandatanganan perjanjian jual beli saham Freeport kepada Inalum pada hari Kamis ini ikut menjadi katalis positif.

Nilai tukar rupiah +0,03 persen ke level Rp14.900 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia berada di zona negatif pada sesi pagi perdagangan hari Kamis (27/9) seiring komentar Chairman the Fed Jerome Powell tentang inflasi setelah bank sentral USA tersebut menetapkan kenaikan suku bunga acuan.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang menanggalkan penguatan yang terjadi di sesi pagi. Di Korsel, Indeks Kospi bergerak menguat sebesar 0,38 persen meskipun pelan-pelan penguatan tersebut susut.

Di market saham Australia, Indeks ASX 200 masih berada di zona negatif, turun 0,11 persen. Harga saham bank papan atas Commonwealth Bank of Australia melemah 0,21 persen.

Pelemahan juga terjadi di market saham Hong Kong. Pelaku pasar mewaspadai listing perdana saham China Renaissance. Saham perusahaan tersebut melemah ke titik 26,85 dolar HK dari harga perdana 31,80 dolar HK.

Bursa saham China juga dalam tekanan. Indeks Shenzhen turun 0,67 persen. Begitu pula dengan Indeks Shanghai yang berada di zona negatif.

Di bursa saham USA, Indeks Dow Jones turun 106,93 poin. Indeks S&P 500 turun 0,3 persen dan Indeks Nasdaq melemah 0,2 persen. Hal tersebut terjadi setelah the Fed menyatakan tidak melihat potensi kenaikan inflasi secara mengejutkan.

"Bila ini mungkin tidak disengaja mengarah ke suatu tempat dimana USA memperluas tarif impor dalam jangka panjang, suatu dunia yang lebih proteksionis, itu menuju keburukan bagi perekonomian USA," ujar Powell.

Yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun turun 5 basis poin ke posisi 3,048 persen. Market partisipan telah bersih ke situasi hawkish. Pelemahan yield tersebut positif bagi Asia dan emerging market yang telah tertekan kekhawatiran kenaikan yield surat utang USA. Kenaikan yield tersebut akan mendukung investor keluar dari emerging market ke USA.

"The Fed tampak memiliki keyakinan yang bertambah dari kebutuhan untuk mempertahankan kenaikan suku bunga dari level netral. Saya tidak melihat alasan untuk memperlambat kenaikan suku bunga sepanjang angka pengangguran turun," ujar Tomoaki Shishido, analis pada Nomura Securities.

Indeks dolar AS ke posisi 94,263 (pukul 12:14 pm) setelah guncangan kenaikan suku bunga the Fed tadi malam. Yen bangkit dari pelemahan namun masih bergerak flat ke posisi 112,71 terhadap USD. Dolar Ausie menguat ke posisi $0,7258 terhadap USD (pukul 12:15 pm).


Oil

Harga minyak melaju positif pada perdagangan hari Kamis (27/9) pagi waktu perdagangan Asia. Para investor fokus ke prospek market yang kian ketat akibat sanksi larangan ekspor minyak Iran yang akan diterapkan pada November mendatang.

Minyak Brent naik 83 sen ke harga USD82,17 per barel (pukul 08:33 WIB). Harga minyak WTI melaju 84 sen ke harga USD72,41 per barel.

(cnbc/awsj/reuters/mk)

Beli saham, klik di sini: ipotgo/saham
Beli reksadana, kilik di sini: ipotgo/reksadana
Buka Akun, klik di sini: ipotgo/registrasi

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author