Bursa Sore: Bayang-Bayang Keputusan The Fed Tahan Laju IHSG

Bursa Sore: Bayang-Bayang Keputusan The Fed Tahan Laju IHSG

Posted by Written on 26 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah tipis pada akhir perdagangan hari Rabu (26/9). IHSG flat setelah turun tipis 2 poin dan berakhir ke level 5.873.

Indeks LQ45 -0,12% ke leavel 925 poin. IDX30 -0,10% ke level 506 poin. Indeks JII +0,06% ke level 648. Indeks Kompas100 -0,13% ke level 1.191. Indeks Sri Kehati +0,13% ke posisi 347. Indeks Sinfra18 +0,22% ke level 305.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah ABBAPNLFUNTRRAJAPGASPNIN dan DOID

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya ADHILPKRPGASINTPLPPFASII dan SMGR

Saham-saham top loser: SCMABBNIBMRIBBTNINDFINKP dan PTBA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,62 triliun dengan volume trading sebanyak 108,89 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi beli bersih (net buys) senilai Rp233,48 miliar.

Sektor perdagangan dan properti menjadi penekan laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,45 persen dan -0,17 persen.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas mengulas, investor yang masih dibayangi oleh perang dagang antara Amerika dengan china serta keputusan tingkat suku bunga yang akan diumumkan oleh the Fed pada hari Kamis dini hari nanti membuat indeks kembali memasuki teritori negatif.

Nilai tukar rupiah +0,10 persen ke level Rp14.905 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia menguat ke zona hijau pada perdagangan hari Rabu (26/9). Market saham China memperpanjang pemulihan di tengah kekhawatiran atas konflik dagang.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,5 persen. Pasar saham di kawasan lain menyerah setelah yield obligasi USA mendekati posisi tertinggi dalam 7 tahun terakhir menjelang ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed serta penguatan harga minyak.

"Fokus akan ke arah apakah the Fed akan memberi sinyal kebijakan moneter ketat. The Fed mungkin tidak akan mengatakannya hari ini tetapi Saya perkirakan pasar akan segera memantau skenario itu," kata Akira Takei, Bond Fund Manager pada Asset Management One.

Menurut Takei, terdapat sinyal bahwa kenaikan suku bunga the Fed menekan perekonomian USA seperti kenaikan kredi konsumer, dolar USA yang bertambah lesu dapat menjadi sinyal awal fokus pertumbuhan fokus atas akhir siklus moneter ketat.

Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona positif. Index Topix flat setelah sempat melemah pada sesi pagi.
Di bursa Australia, Indeks ASX 200 naik 0,1 persen seiring penguatan saham-saham mining papan atas seperti Rio Tinto yang naik 1,16 persen. Saham BHP Billiton naik 1,17 persen.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong memperpanjang laju penguatan. Begitu pula dengan market saham China yang berhasil bangkit dari pelemahan. Indeks Shenzhen naik 0,733 persen. Bursa saham Korsel masih libur nasional.

Indeks dolar AS ke posisi 94,118 (pukul 3:25 pm) melemah dibanding sesi awal perdagangan. Yen bergerak menguat ke posisi 112,79 terhadap dolar AS. Sedangkan dolar Ausie naik 0,17 persen ke $0,7262 (pukul 3:28 pm).

Yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun ke posisi 3,113 persen, mendekati level tertinggi dalam 7 tahun terakhir di posisi 3,128 persen yang ditorehkan pada 81 Mei lalu. Posisi terkini yield tersebut ada di level 3,096 persen.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,39% ke level 24.033.

Indeks Hang Seng (Hong +1,15% ke posisi 27.816.

Indeks Shanghai (China) +0,92% di posisi 2.806.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,09% ke level 3.239.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (26/9) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa wait and see keputusan the Fed untuk menentukan tingkat suku bunga acuan.

Indeks FTSE (Inggris) -0.03% ke posisi 7.505.

Indeks DAX (Jerman) -0.19% di level 12.350.

Indeks CAC (Perancis) -0.02% pada posisi 5.478.


Oil

Harga minyak Brent menguat pada perdagangan hari Rabu (26/9) sore waktu perdagangan Asia setelah ke level tertinggi dalam 4 tahun terakhir pada sesi trading kemarin. Sementara itu minyak WTI turun seiring pejabat USA mencoba untuk menjamin bahwa market akan mendapat suplai secara baik sebelum sanksi terhadap Iran diterapkan.

Minyak Brent naik 10 sen ke harga USD81,87 per barel (pukul 13:45 WIB). Harga minyak WTI melemah 4 sen ke harga USD72,24 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)


Beli saham, klik di sini: ipotgo.com/saham

Beli reksadana, kilik di sini: ipotgo.com/reksadana

Buka Akun, klik di sini: indopremier.com/registrasi


Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author