Bursa Siang: IHSG Mengekor Jejak Penguatan Bursa Saham Regional

Bursa Siang: IHSG Mengekor Jejak Penguatan Bursa Saham Regional

Posted by Written on 26 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) memasuki zona hijau pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Rabu (26/9). IHSG terdongkrak +0,51 persen (+29 poin) dan berakhir ke level 5.904.

Indeks LQ45 +0,78% ke leavel 933 poin. IDX30 +0,83% ke level 511 poin. Indeks JII +0,86% ke level 653. Indeks Kompas100 +0,69% ke level 1.201. Indeks Sri Kehati +0,85% ke posisi 350. Indeks Sinfra18 +0,17% ke level 304.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah UNTRMEDCJPFANIKLSSMSADRO dan PGAS

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya ADHIINTPASIILPPFUNVRINDY dan INCO

Saham-saham top loser: BBNIKLBFBSDEMNCNBBTNICBP dan TPIA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,34 triliun dengan volume trading sebanyak 65,10 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi beli bersih (net buys) senilai Rp167,73 miliar.

Sektor aneka industri dan konsumer menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,95 persen dan +0,77 persen.

Nilai tukar rupiah -0,10 persen ke level Rp14.936 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia beringsut naik ke zona hijau pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (26/9). Market saham China memperpanjang pemulihan di tengah kekhawatiran atas konflik dagang.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,4 persen. Pasar saham di kawasan lain menyerah setelah yield obligasi USA mendekati posisi tertinggi dalam 7 tahun terakhir menjelang ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed serta penguatan harga minyak.

"Fokus akan ke arah apakah the Fed akan memberi sinyal kebijakan moneter ketat. The Fed mungkin tidak akan mengatakannya hari ini tetapi Saya perkirakan pasar akan segera memantau skenario itu," kata Akira Takei, Bond Fund Manager pada Asset Management One.

Menurut Takei, terdapat sinyal bahwa kenaikan suku bunga the Fed menekan perekonomian USA seperti kenaikan kredi konsumer, dolar USA yang bertambah lesu dapat menjadi sinyal awal fokus pertumbuhan fokus atas akhir siklus moneter ketat.

Indeks Nikkei 225 bergerak ke zona positif. Index Topix turun 0,48 persen.

Di bursa Australia, Indeks ASX 200 naik 0,11 persen seiring penguatan saham-saham mining papan atas seperti Rio Tinto yang naik 1,26 persen. Saham BHP Billiton naik 1,14 persen.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong memperpanjang laju penguatan. Begitu pula dengan market saham China yang berhasil bangkit dari pelemahan. Indeks Shenzhen naik 0,75 persen. Bursa saham Korsel masih libur nasional.

Indeks dolar AS ke posisi 94,140 (pukul 12:14 pm) melemah dibanding sesi awal perdagangan. Yen bergerak flat ke posisi 112,94 terhadap dolar AS. Sedangkan dolar Ausie menguat 0,28 persen ke $0,7270 (pukul 12:12 pm).

Yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun ke posisi 3,113 persen, mendekati level tertinggi dalam 7 tahun terakhir di posisi 3,128 persen yang ditorehkan pada 81 Mei lalu. Posisi terkini yield tersebut ada di level 3,098 persen.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,13% ke level 23.970 (11:48 am).

Indeks Hang Seng (Hong +1,64% ke posisi 27.950.

Indeks Shanghai (China) +1,27% di posisi 2.816.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,63% ke level 3.256. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak Brent flat pada perdagangan hari Rabu (26/9) pagi waktu perdagangan Asia setelah ke level tertinggi dalam 4 tahun terakhir pada sesi trading kemarin. Sementara itu minyak WTI turun seiring pejabat USA mencoba untuk menjamin bahwa market akan mendapat suplai secara baik sebelum sanksi terhadap Iran diterapkan.

Minyak Brent drop 4 sen ke harga USD81,83 per barel (pukul 10:42 WIB). Harga minyak WTI melemah 13 sen ke harga USD72,15 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)


Beli saham klik: https://www.indopremier.com/ipotgo/listsaham.php?page=listview&order=toppick

Beli reksadana klik: https://www.indopremier.com/ipotgo/reksadana.php?page=list

Buka akun rekening: https://www.indopremier.com/ipotmember/register_new.php

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author