Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Berpeluang Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, IHSG Berpeluang Menguat

Posted by Written on 26 September 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (26/9) dibuka mixed, mengikuti tren pergerakan indeks saham di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang terpengaruh oleh kenaikan harga minyak dan sejumlah komoditas pertambangan, serta pernyataan Presiden AS, Donald Trump di PBB yang menunjukkan niatnya untuk "memperbaiki" hubungan dagang AS dengan mitra-mitra daganganya.

Perdagangan saham hari ini dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,18% yang ditopang oleh kenaikan harga saham sektor pertambangan. Saha Rio Tinto dan BHP Billiton melonjak 1,66% dan 1,2%. Indeks berlanjut menguat 0,38% (23,30 poin) ke level 6.209,20 pada puku 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,27% (-64,23 poin) menjadi 23.876,03, setelah dibuka melorot 0,31%. Bursa saham Korea Selatan hari ini libur.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,39% (107,42 poin) ke level 27.606,81 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka menguat 0,15% menjaddi 2.785,32.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan yang bervariasi di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melemah ke level 5.874,29. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat didukung kenaikan harga sejumlah komoditas. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish kendati masih bergerak di zona negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks bursa global dan regional serta naiknya komoditas minyak mentah, CPO dan emas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu tekanan terhadap rupiah menjelang rapat bank sentral AS yang kemungkinan besar akan menaikan suku bunga acuan akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.835 danresistance di 5.910.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham : ASII (Buy, Support: Rp7.100, Resist: Rp7.300), ELSA (Buy, Support: Rp350, Resist: Rp386), 

    GGRM (Buy, Support: Rp73.250, Resist: Rp74.750), BDMN (Buy, Support: Rp7.000, Resist: Rp7.250).

  • ETF : XPLQ (Buy on Weakness, Support: Rp502, Resist: Rp510), XISI (Buy on Weakness, Support: Rp317, Resist: Rp321), XPDV (Buy on Weakness, Support: Rp462, Resist: Rp468).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir variatif cenderung melemah, menjelang pengumuman Federal Reserve yang diharapkan akan mengungkap rencana bank sentral mengenai kenaikan suku bunga AS selanjutnya. Indeks acuaan melorot dari level tertinggi, setelah pidato "American Fisrt"Presiden Donald Trump di depan anggota PBB. Trump mengatakan AS "tidak akan lagi menolerir penyalahgunaan" dalam perdagangan. Perwakilan Perdagangan Amerika, Robert Lighthizer, mengatakan negosiasi dengan Kanada menemui jalan buntu. Saham Ford dan General Motors turun 2,1% dan 3,5%. Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik menjadi 3,11%, mendongkrak harga sahaam perbankan. Conference Board melaporkan lonjakan kepercayaan konsumen pada September ke level tertinggi 18 tahun, sebesar 138,4, dari 134,7 pada pbulan sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average turun 0,26% (-69,84 poin) menjadi 26.492,21.

Standard&Poor's 500 berkurang 0,13% (-3,81 poin) di posisi 2.915,56.

Nasdaq Composite naik 0,18% (14,22 poin) ke level 8.007,47.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange mendatar di level USD22,71.
Bursa saham utama Eropatadi malam ditutup menguat, didukung kenaikan harga minyak hingga menembus USD82 per barel, yang mendongkrak harga saham di sektor migas dan pertambangan. Indeks Stoxx 600 naik 0,46% menjadi 383,89,dipimpin lonjakan harga saham sektor perminyakan sebesar 1,69%, dan pertambangan 1,76%. Harga saham Next memimpin kenaikan, melambung lebih dari 7,6% setelah melaporkan melaporkan kenaikan laba semester pertama sebesar 0,5%. Saham perusahaan pertahanan Italia, Leonardo, naik 2,3% setelah mencapai kesepakatan dengan Angkatan Udara AS.

FTSE 100 London melaju 0,66% (49,15 poin) ke level 7.507,56.

DAX 30 Franfurt menguat 0,19% (23,84 poin) ke posisi 12.374,66.

CAC 40 Paris bertambah 0,05% (2,93 poin) menjadi 5.479,10.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah menjelang rapat kebijakan The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Investor sudah memperhitungkan dua kali kenaikan pada tahun ini dan beberapa kali di 2019, sehingga meninggalkan sedikit ruang untuk menguat lebih lanjut. Dolar kehilangan tenaga selama beberapa pekan terakhir, antara lain karena membaiknya ekonomi zona euro yang mengarah ke kebijakan moneter yang lebih ketat. Indeks dolar sudah melorot 3,1% sejak Agustus lalu. Dolar menguat terhadap yen setelah rilis risalah dari pertemuan kebijakan Bank of Japan Juli lalu yang menunjukkan kewaspadaan BoJ terhadap potensi bahaya kebijakan bunga ultra-rendah. Indeks dolar melemah 0,06% menjadi 94,133.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17680.0001+0.01%7:11 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3181-0.0003-0.02%7:10 PM
Yen (USD-JPY)112.990.02+0.02%7:10 PM
Yuan (USD-CNY)6.86750.0104+0.15%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,917.5051.50+0.35%4:22 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, karena kekhawatiran terhadap pasokan global akibat sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran. Harga Brent melonjak menembus USD82,55 per barel, tertinggi sejak November 2014. Dalam pidato di PBB, Trump menyerukan kembali kepada POPEC untuk memompa lebih banyak minyak untuk menghentikan kenaikan harga. Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan, OPEC dan mitranya harus bekerja sama untuk memastikan mereka tidak "jatuh dari satu krisis ke krisis lainnya." Badan Energi Internasional memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak sebesar 1,4 juta barel per hari (bph) pada tahun ini dan 1,5 juta bph di 2019.

Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 70 sen menjadi USD81,90 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 16 sen menjadi USD72,24 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi bergerak naik, didukung pelemahan dolar menjelang pertemuan kebijakan moneter The Fed. Tetapi kenaikan emas masih dibatasi oleh data ekonomi AS yang mendukung greenback. Analis mengatakan, secara umum dinamika pasar masih sangat lemah untuk mendukung emas. Pelaku pasar menilai penolakan China untuk melanjutkan perundingan dagang dengan AS akan memperlemah posisi emas sebagai safe havens.

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.200,60 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 70 sen (0,1%) menjadi USD1.205,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


Beli saham klik di sini: https://www.indopremier.com/ipotgo/listsaham.php?page=listview&order=toppick

Beli reksadana klik di sini: https://www.indopremier.com/ipotgo/reksadana.php?page=list

Buka Akun klik di sini: https://www.indopremier.com/ipotmember/register_new.php


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author