Bursa Sore: IHSG Serta Rupiah Tertekan Jelang Putusan The Fed

Bursa Sore: IHSG Serta Rupiah Tertekan Jelang Putusan The Fed

Posted by Written on 25 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir ke zona negatif pada akhir perdagangan hari Selasa (25/9). IHSG tergerus -29 poin (-0,48 persen) dan berakhir ke level 5.874.

Indeks LQ45 -0,15% ke leavel 926 poin. IDX30 -0,15% ke level 506 poin. Indeks JII -0,16% ke level 647. Indeks Kompas100 -0,20% ke level 1.193. Indeks Sri Kehati -0,21% ke posisi 347. Indeks Sinfra18 -0,26% ke level 304.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah TRAMBMTRPKPKNUSATKIMBBRI dan BHIT

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya MEDCELSAKLBFPGASGGRMINCO dan SCMA

Saham-saham top loser: JSMRADROINTPBBNIADHIWSBP dan PTPP

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp5,49 triliun dengan volume trading sebanyak 87,53 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp19,53 miliar.

Sektor industri dasar dan properti menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,58 persen dan -0,63 persen.

Nilai tukar rupiah -0,35 persen ke level Rp14.920 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan hari Selasa (25/9) sehubungan perkembangan terkini negosiasi perang tarif impor antara USA dan China selain terkait faktor kenaikan harga minyak yang mendekati level tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Sentimen tersebut menambah kekhawatiran tentang risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,15 persen. Meski demikian bursa saham Jepang bergerak menguat serta bursa China melemah setelah Indeks Shenzhen tertekan 0,54 persen. Sedangkan pasar saham Hong Kong dan Korea Selatan libur.

Indeks ASX200 di bursa Australia melemah 0,25 persen seiring pelemahan harga saham-saham unggulan. Harga saham Commonwealth Bank of Australia melemah 1,08 persen. Westpac Banking Corp turun 1,17 persen.

China dan USA menerapkan tarif impor baru mulai hari Senin kemarin, memperlihatkan masing-masing pihak tidak mau berkompromi. Hal tersebut meningkatkan risiko perang proteksi yang dapat investasi dan perdagangan global.

"Pelemahan bursa saham Wall Street terjadi di tengah kekhawatiran konflik dagang terkini yang membara sehingga menjadi faktor negatif bagi pasar saham. Bursa saham seperti di Jepang bergerak naik, memiliki faktor seperti pelemahan yen tetapi sebagai sebuah faktor pendukung dapat menjadi negatif bila pasar saham China tertekan," kata Masahiro Ichikawa, analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management yang berbasis di Tokyo.

Di pasar finansial, nilai tukar euro bergerak flat ke posisi $1,1742. Pada Senin kemarin, euro menguat ke $1,1815 merupakan level tertinggi dalam 3,5 bulan terakhir setelah Chief European Central Bank Mario Draghi menyatakan pihaknya melihat sebuah inflasi zona Eropa menguat dengan dukungan kebijakan program pembelian aset yang berarti stimulus bagi perekonomian.

Jelang ekspektasi kenaikan suku bunga acuan the Fed, dolar AS menguat ke level 113,00 terhadap yen (posisi tertinggi 2 bulan terakhir) sebelumnya melorot ke posisi 112,915 yen. Sedangkan indeks dolar AS naik 0,15 persen ke level 94,329.

Yuan melemah ke 6,8641 per USD di pasar onshore. Di pasar offshore pada trading hari Senin kemarin juga melemah yang mana pasar finansial China sedang libur. Pelemahan ini seiring sikap pemerintah China membatalkan negosiasi dagang dengan USA pada pekan ini.

Minyak rally lebih dari 3 persen pada hari Senin kemarin setelah Rusia dan OPEC mengabaikan seruan kenaikan produksi. "Diperkirakan tren kenaikan harga minyak sampai pekan selanjutnya. Ini karena OPEC mengabaikan seruan Donald Trump untuk mendongkrak produksi minyak guna menekan harga," kata Ashley Kelty, analis sektor migas pada lembaga jasa finansial, Cantor Fitzgerald.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,29% ke level 23.940.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) libur.

Indeks Shanghai (China) -0,58% di posisi 2.781.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,53% ke level 3.236.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Selasa (25/9) pagi waktu setempat. Penguatan bursa Eropa ditopang oleh peningkatan laba emiten yang kuat.

Indeks FTSE (Inggris) +0.08% di posisi 7.464.

Indeks DAX (Jerman) +0,01% di level 12.351.

Indeks CAC (Perancis) +0.17% pada posisi 5.485.


Oil

Harga minyak Brent ke level tertinggi baru dalam 4 tahun terakhir pada perdagangan hari Selasa (25/9) sore di tengah menguatnya sanksi larangan ekspor minyak Iran. OPEC dan Rusia menolak untuk menaikkan produksi minyak untuk mengimbangi ekspektasi berkurangnya pasokan global.

Minyak Brent naik 30 sen ke harga USD81,69 per barel (pukul 13:00 WIB). Harga minyak WTI melaju 20 sen ke harga USD72,28 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author