Bursa Siang: IHSG Melemah, Harga Minyak Dekati Posisi Tertinggi

Bursa Siang: IHSG Melemah, Harga Minyak Dekati Posisi Tertinggi

Posted by Written on 25 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir ke zona negatif pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Selasa (25/9). IHSG terpangkas -0,48 persen (-29 poin) dan berakhir ke level 5.854.

Indeks LQ45 -0,54% ke leavel 922 poin. IDX30 -0,52% ke level 505 poin. Indeks JII -0,46% ke level 645. Indeks Kompas100 -0,58% ke level 1.188. Indeks Sri Kehati -0,47% ke posisi 346. Indeks Sinfra18 -0,68% ke level 303.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah TKIMBBRIPANIADROASIIANTM dan ERAA

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya MEDCELSAINCOGGRMPGASAKRA dan ITMG

Saham-saham top loser: HMSPBBNIINDYADHIBBTNSSMS dan BRPT

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp2,78 triliun dengan volume trading sebanyak 55,12 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp39,15 miliar.

Sektor industri dasar dan properti menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -2,17 persen dan -0,85 persen.

Nilai tukar rupiah -0,31 persen ke level Rp14.914 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Bursa saham Asia melemah pada sesi pagi perdagangan hari Selasa (25/9) sehubungan perkembangan terkini negosiasi perang tarif impor antara USA dan China selain terkait faktor kenaikan harga minyak yang mendekati level tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Sentimen tersebut menambah kekhawatiran tentang risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,2 persen. Meski demikian bursa saham Jepang bergerak menguat serta bursa China melemah. Sedangkan pasar saham Hong Kong dan Korea Selatan libur.

Indeks ASX200 di bursa Australia melemah 0,25 persen seiring pelemahan harga saham-saham unggulan. 

Harga saham Commonwealth Bank of Australia melemah 0,75 persen. Westpac Banking Corp turun 1,1 persen.

China dan USA menerapkan tarif impor baru mulai hari Senin kemarin, memperlihatkan masing-masing pihak tidak mau berkompromi. Hal tersebut meningkatkan risiko perang proteksi yang dapat investasi dan perdagangan global.

"Pelemahan bursa saham Wall Street terjadi di tengah kekhawatiran konflik dagang terkini yang membara sehingga menjadi faktor negatif bagi pasar saham. Bursa saham seperti di Jepang bergerak naik, memiliki faktor seperti pelemahan yen tetapi sebagai sebuah faktor pendukung dapat menjadi negatif bila pasar saham China tertekan," kata Masahiro Ichikawa, analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management yang berbasis di Tokyo.

Di pasar finansial, nilai tukar euro melemah 0,1 persen ke posisi $1,1736. Pada Senin kemarin, euro menguat ke $1,1815 merupakan level tertinggi dalam 3,5 bulan terakhir setelah Chief European Central Bank Mario Draghi menyatakan pihaknya melihat sebuah inflasi zona Eropa menguat dengan dukungan kebijakan program pembelian aset yang berarti stimulus bagi perekonomian.

Dolar AS sempat menguat ke level 113,00 terhadap yen sebelumnya melorot ke posisi 112,825 yen. Sedangkan indeks dolar AS naik 0,15 persen ke level 94,320.

Yuan melemah ke 6,8637 per USD di pasar onshore. Di pasar offshore pada trading hari Senin kemarin juga melemah yang mana pasar finansial China sedang libur. Pelemahan ini seiring sikap pemerintah China membatalkan negosiasi dagang dengan USA pada pekan ini.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,11% ke level 23.895 (11:43 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) libur.

Indeks Shanghai (China) -0,76% di posisi 2.776.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,40% ke level 3.231. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak naik, mendekati level tertinggi dalam 4 tahunt terakhir pada perdagangan hari Selasa (25/9) pagi waktu perdagangan Asia. Hal ini terjadi seiring sanksi larangan ekspor minyak bagi Iran dan ketidaksudian OPEC meningkatkan produksi guna menopang market.

Minyak Brent naik 25 sen ke harga USD81,45 per barel (pukul 11:21 WIB). Harga minyak WTI melaju 19 sen ke harga USD72,27 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author