Bursa Pagi: Asia Berusaha Keluar dari Tekanan, IHSG Cenderung Bearish

Bursa Pagi: Asia Berusaha Keluar dari Tekanan, IHSG Cenderung Bearish

Posted by Written on 25 September 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (25/9) dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang tertekan oleh meningkatnya kembali tensi konflik dagang AS-China setelah AS memberlakukan tarif impor tambahan terhadap barang China dan penolakan Beijing melanjutkan perundingan dengan Washington.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,15 pada awal sesi yang terbebani oleh penurunan harga saham perbankan. Pelemahan indeks sedikit mereda, berkurang 0,06% (-4,00 poin) di posisi 6.182,90 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,10% (23,87 poin) menjadi 23.893,80, setelah dibuka turun 0,19%, dipimpin kemerosotan harga saham Fast Retailing sebesar 1,87%.

Bursa saham Korea Selatan dan Hongkong hari ini libur.Indeks Shanghai Composite, China dibuka anjlok 0,80% ke level 2.775,07 pada pukul 8:35 WIB.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah mengalami tekanan penurunan sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,27% ke level 5.882. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang naik, didukung proyeksi perbaikan kinerja emiten pada periode Juli-September, namun ekpektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan ini diprediksi menekan minta beli saham. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, diberlakukannya tarif impor baru terhadap produk Amerika dan China serta dibatalkannya pertemuan antara kedua negara tersebut diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Selain itu, investor yang menunggu keputusan bank sentral terkait penetapan tingkat suku bunga diperkirakan akan menambah sentimen negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 5.810 dan resistance di 5.950.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : PGAS (Buy on Weakness, Support: Rp2.000, Resist: Rp2.070), TLKM (Buy on Weakness, Support: Rp3.510, Resist: Rp3.580), ACES ( SELL , Support: Rp1.410, Resist: Rp1.530), CPIN ( SELL , Support: Rp5.175, Resist: Rp5.450).

  • ETF : XPES ( SELL , Support: Rp435, Resist: Rp447), XIJI ( SELL , Support: Rp647, Resist: Rp665), 

    XIIT ( SELL , Support: Rp513, Resist: Rp531).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir turun, tertekan oleh penolakan China untuk melanjutkan perundingan dagang dengan AS, setelah AS menerapkan tarif baru impor barang China senilai USD200 miliar mulai awal pekan ini. Pasar mulai tertekan setelah muncul laporan kemungkinan pengunduran diri atau pemecatan wakil Jaksa Agung AS Rod Rosenstein, karena konflik dengan Gedung Putih. Pasar menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve Selasa dan Rabu pekan ini.

Perusahaan industri umumnya mengalami tekanan; saham Caterpillar merosot 1,5%, Arconic rontok 5,5% dan Stanley Black & Decker anjlok 1,9%. Saham Comcast terperosok 6,0% dan Fox melonjak 1,7% setelah akuisisi Sky. Saham Michael Kors terjungkal 8,2% jelang pembelian Versace senilai USD2 miliar lebih. Saham Pandora Media menyusut 1,2% setelah diakuisis SiriusXM sehingga longsor 10,3%. Sebaliknya, saham raksasa minyak Exxon Mobil dan Chevron naik lebih dari 1% didorong reli harga minyak.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,68% (-181,45 poin) ke level 26.562,05.

Standard&Poor's 500 turun 0,35% (-10,30 poin) menjadi 2.919,25.

Nasdaq Composite menguat 0,08% (6,29 poin) di posisi 7.993,25.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,24% menjadi USD22,71.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga ditutup melemah, investor mengantisipasi kelanjutan perang dagang AS-China, setelah Washington memberlakukan tambahan pajak impor barang China 10%, dan China menolak melanjutkan perundingan. Indeks Stoxx 600 turun 0,56% menjadi 382,14, dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif. Saham Volkswagen turun 0,88%, Daimler anjlok 2,6% dan BMW merosot 2,51% persen setelah sejumlah perwakilan perusahaan mobil gagal mencapai kompromi dengan pemerintah Jerman terkait retrofitting mobil diesel.

Saham Randgold Resources melesat lebih dari 6% setelah setuju bergabung dengan Barrick Gold, Kanada. Harga saham maskapai penerbangan berguguran setelah Thom Cook memberi peringatan soal kinerja keuangan yang buruk. Indeks Iklim Usaha Ifosedikit menurunpada September ini, namun tetap menyebutkan pertumbuhan pesat perekonomian Jerman.

FTSE 100 London turun 0,42% (-31,82 poin) ke posisi 7.458,41.

DAX 30 Frankfurt merosot 0,64% (-80,06 poin) ke level 12.350,82.

CAC 40 Paris berkurang 0,33% (-18,00 poin) menjadi 5.476,17.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, tertakn oleh lonjakan euro yang melesat ke level tertinggi lebih dari 3 bulan terhadap dolar AS, setelah Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi menyatakan adanya kenaikan kuat dalam inflasi zona euro, sehingga mendukung upaya menghentikan program pembelian aset. Namun dia menegaskan kembali janji ECB untuk mempertahankan suku bunga di tingkat terendah hingga musim panas tahun depan. Euro mengalami tren kenaikan beberapa pekan terakhir, didukung oleh data ekonomi Eropa yang umumnya solid. Di pihak lain, yen melemah terhadap greenback, jelang rapat kebijakan The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga. 

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,04% menjadi 94,185.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17510.0003+0.03%7:11 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3115-0.0005-0.04%7:11 PM
Yen (USD-JPY)112.79-0.01-0.01%7:11 PM
Yuan (USD-CNY)6.85710.0103+0.15%9/21/201
Rupiah (USD-IDR)14,866.0049.50+0.33%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 24/9/18 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Brent ditutup melonjak lebih dari 3%, ke level tertinggi empat tahun di atas USD80 per barel setelah Arab Saudi dan Rusia mengabaikan desakan Gdung Putih untuk mendongkrak pasokan global. Pertemuan OPEC dan negara-negara non- OPEC di Aljazair, akhir pekan lalu berakhir tanpa rekomendasi resmi untuk meningkatkan pasokan guna mengimbangi penurunan pasokan dari Iran dan Venezuela. Pedagang komoditas memperkirakan Brent bisa naik menjadi USD90 per barel jelang akhir tahun dan melampaui USD100 pada awal 2019, setelah sanksi AS terhadap Iran sepenuhnya dilaksanakan mulai November. Namun beberapa kalangan mengatakan perang dagang dengan AS akan menurunkan permintaan minyak China, sehingga mengimbangi hilangnya pasokan Iran.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,40 (3,1%) menjadi USD81,20 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,30 (1,8%) menjadi USD72,08 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir cenderung mendatar, seiring pergerakan indeks dolar yang juga cenderung flat. Penguatan dolar jelang rapat kebijakan The Fed diredam oleh penguatan euro. Aktivitas pasar Asia relatif rendah karena libur di China, Jepang , dan Korea Selatan. Investor juga menunggu hasil rapat The Fed, Selasa-Rabu pekan ini di Washington.

Harga emas di pasar spot naik 0,04% menjadi USD1.199,57 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD3,10 (0,3%) menjadi USD1.204,40 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author