Bursa Siang: Tensi Perang Dagang Kuat Lagi, IHSG Tergerus

Bursa Siang: Tensi Perang Dagang Kuat Lagi, IHSG Tergerus

Posted by Written on 24 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemha ke zona negatif pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Senin (24/9). IHSG terpangkas -1,08 persen (-65 poin) ke level 5.893.

Indeks LQ45 -1,45% ke leavel 929 poin. IDX30 -1,50% ke level 508 poin. Indeks JII -1,27% ke level 649. Indeks Kompas100 -1,37% ke level 1.198. Indeks Sri Kehati -1,09% ke posisi 349. Indeks Sinfra 18 -1,26% ke level 306.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BMTRANTMTLKMADROFILMSRSN dan WSKT

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya BBCASRILPGASAKRA dan UNVR

Saham-saham top loser: WSKTKLBFWSBPELSAMEDC,BKSL dan PTBA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,23 triliun dengan volume trading sebanyak 47,92 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp505,75 miliar.

Sektor infrastruktur dan konsumer menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,65 persen dan -1,56 persen.

Nilai tukar rupiah -0,36 persen ke level Rp14.873 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Pasar saham Asia oleng pada perdagangan sesi pagi hari Senin (24/9). China mendorong tensi eskalasi perang dagang setelah membatalkan negosiasi tarif impor dengan USA.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,6 persen. Market saham Hong Kong memperlihatkan pelemahan terburuk.

Sebagian besar aktivitas pasar saham dan finansial bursa utama Asia seperti Jepang (Nikkei 225), China (Hang Seng) dan Korsel (Indeks Kospi) libur nasional.

Para pemodal kembali fokus kepada perang dagang antara USA dan China seiring China menerapkan tarif impor terhadap barang USA senilai USD60 miliar, membalas tarif impor yang diterapkan USA kepada barang asal China senilai USD200 miliar. Kebijakan USA tersebut efektif berlaku pada Senin awal pekan ini.

Pemerintah China juga membatalkan negosiasi perang dagang tingkat pejabat menengah dengan USA serta mengusulkan kunjungan Wakil PM Lie He ke USA yang dijadwalkan pada pekan ini, demikian menurut laporan Wall Street Journal. Sementara di sisi lain, pemerintah USA tidak menentukan jadwal untuk proses negosiasi selanjutnya.

Sengketa yang kian intensif antara dua raksasa ekonomi global tersebut telah memicu kekhawatiran pelaku pasar finansial terhadap kemungkinan pertumbuhan ekonomi global yang akan terganggu.

Nilai tukar yen menguat ke level 112,6 terhadap dolar AS, bangkit dari pelemahan terendah dalam 2 bulan terakhir. Sedangkan dolar AUstralia tumbang ke posisi $0,7267 dari posisi terkuat dalam 3,5 pekan terakhir.

"Baik China maupun USA sedang menggali dan sedang meningkatkan wacana perang ideologi perdagangan karena ini tentang penerapan kembali tarif perdagangan," kata John Bilton, Head of Global multi-asset strategy pada lembaga JP Morgan Asset Management.

Menurut dia, sebagai akibatnya baik secara luas maupun dalam dampaknya terhadap perekonomian sedang dipertimbangkan ulang. Bilton menambahkan, pihaknya terus mengkonstruksi perekonomian global melewati kuartal demi kuartal mendatang. "Ini sulit melihat lonjakan aktivitas (ekonomi) USA dari periode ke periode lain dalam koordinasi pertumbuhan ekonomi global," ujarnya.

PM China Li Keqiang pada pekan lalu menyatakan China akan memangkas impor dan menekan biaya ekspor terhadap perusahaan-perusahaan asing yang mana itu kelihatannya sebagai promosi sebuah citra negara terbuka untuk berbisnis.

Indeks dolar AS ke posisi 94,276 sedikit di atas posisi terendah jika dihitung sejak awal bulan Juli tahun ini. Euro melemah ke posisi $1,1739, turun dari posisi terkuat dalam 3 bulan terakhir.

Dolar As terpukul per perdagangan pekan lalu seiring spekulasi investor yang meningkat bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebagaimana ekspektasi pada pekan ini. The Fed akan mengakhiri meeting dalam 2 hari di pekan ini pada hari Rabu mendatang (waktu USA).

Indeks Nikkei 225 (Jepang) libur

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,25% ke level 27.603.

Indeks Shanghai (China) libur

Indeks Straits Times (Singapura) +0,39% ke level 3.230. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Senin (24/9) pagi waktu perdagangan Asia. Pasar USA mengetat sepekan menjelang rencana negara tersebut menerapkan sanksi baru terhadap Iran. JP Morgan memperingatkan harga akan terdongkrak di atas USD90 per barel pada bulan mendatang.

Minyak Brent naik 91 sen ke harga USD79,71 per barel (pukul 08:38 WIB). Harga minyak WTI melaju 75 sen ke harga USD71,53 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author