Bursa Sore: Transaksi Marak Disertai Aksi Beli Signifikan Dorong Pergerakan IHSG

Bursa Sore: Transaksi Marak Disertai Aksi Beli Signifikan Dorong Pergerakan IHSG

Posted by Written on 21 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) konsisten di zona hijau hingga akhir perdagangan hari Jumat (21/9). IHSG melaju +0,45 persen (+26 poin) ke level 5.957.

Indeks LQ45 +0,57% ke leavel 943 poin. IDX30 +0,61% ke level 516 poin. Indeks JII +0,19% ke level 656. Indeks Kompas100 +0,59% ke level 1.215. Indeks Sri Kehati +0,78% ke posisi 354. Indeks Sinfra 18 +0,78% ke level 310.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah KPIGCPROBBRITRAMPNLFADRO dan LAND

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya BBNIPTPPINCOADROANTMBMRI dan SMGR

Saham-saham top loser JSMRINDYWSBPSRILMEDCGGRM dan BBCA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp10,92 triliun dengan volume trading sebanyak 120,44 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,3 triliun.

Sektor industri dasar dan perdagangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,39 persen dan +0,96 persen.

Volume perdagangan melonjak drastis begitu pula dengan nilai transaksi. Sementara aksi beli pemodal asing dengan nilai signifikan ikut mendorong IHSG ke zona hijau.

Nilai tukar rupiah -0,09 persen ke level Rp14.819 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia memperpanjang penguatan pada perdagangan hari Jumat (21/9) terkerek penguatan bursa global di antaranya Indeks S&P 500 di bursa Wall Street yang menorehkan all time high. Para pemodal memandang aksi saling balas penerapan tarif impor antara USA dan China mungkin minim dampaknya dibanding perkiraan.

Rally bursa China mendorong Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk indeks saham Jepang) menguat 1,15 persen. MSCI Pasifik rebound 4,6 persen dari posisi terlemah dalam 14 bulan terakhir yang terjadi pada 12 September lalu.

Indeks Nikkei 225 juga melanjutkan penguatan. Indeks Topix naik 0,92 persen. Inflasi Jepang yang dirilis hari ini naik 0,9 persen secara tahunan (YoY). Namun inflasi tersebut masih dibawah target Bank of Japan sebesar 2 persen.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi naik 0,68 persen meski sempat melemah di awal sesi. Indeks ASX200 di bursa Australia naik 0,41 persen seiring penguatan saham-saham bank papan atas di bursa tersebut.

Pergerakan positif juga terjadi di pasar saham Hong Kong. Indeks Hang Seng ke zona hijau.

Pasar saham China mencetak rally setelah akhir-akhir ini tertekan akibat perang dagang. Indeks saham blue chips CSI300 menguat 2,4 persen.

Analis pada Tokai Tokyo Research, Wang Shenshen mengatakan China telah mengungkapkan serangkaian langkah kebijakan untuk menopang perekonomiannya pada pekan ini. Hal tersebut dimulai dengan mempercepat belanja sektor infrastruktur.

"Sudah tentu perang dagang akan berlanjut. Pasar harus memantau seberapa besar kerugian penerapan tarif impor akan berdampak terhadap ekspor China. Namun ini kemungkinan akan muncul pada awal tahun depan yang akan terlihat pada data kasar," kata Nobuhiko Kuramochi, Chief Strategist pada Mizuho Securities.

Menurutnya apapun kemajuan negosiasi perang dagang China dan USA harus menunggu sampai pemilu sela di USA. Ini akan menjadi isu jangka panjang, ujarnya.

Di pasar valas, nilai tukar yen terpukul ke posisi 112,76 terhadap dolar AS.

Indeks dolar AS di posisi 93,927 (03:05 pm). Sedangkan dolar Australia bergerak naik di posisi $0,7298 (03:12 pm).

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,82% ke posisi 23.869.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,73% ke level 27.953.

Indeks Shanghai (China) +2,50% ke posisi 2.797.

Indeks Straits Times (Singapura) +1,17% ke level 3.217.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (21/9) pagi waktu setempat. Pasar saham Eropa memperpanjang penguatan dari sebelumnya seiring rally tangguh sehubungan kekhawatiran perang dagang mulai kendur.

Indeks FTSE 100 (Inggris) +0,89% ke posisi 7.432.

Indeks DAX (Jerman) +0,97 pada level 12.446.

Indeks CAC 40 (Perancis) +0,81 di posisi 5.495.

Oil


Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan hari Jumat (21/9) sore waktu perdagangan Asia di tengah kekhawatiran kelebihan suplai seiring sanksi larangan ekspor minyak Iran walaupun USA menyerukan penurunan harga minyak.

Minyak Brent naik 26 sen ke harga USD78,96 per barel (pukul 13:47 WIB). Harga minyak WTI naik 7 sen ke harga USD70,39 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author