Bursa Siang: Estimasi Dampak Perang Dagang Minim, IHSG Ikuti Penguatan Global

Bursa Siang: Estimasi Dampak Perang Dagang Minim, IHSG Ikuti Penguatan Global

Posted by Written on 21 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Masih bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Jumat (21/9). IHSG melaju +0,07 persen (+4 poin) ke level 5.935.

Indeks LQ45 -0,07% ke leavel 937 poin. IDX30 -0,06% ke level 513 poin. Indeks JII -0,36% ke level 653. Indeks Kompas100 +0,02% ke level 1.208. Indeks Sri Kehati +0,30% ke posisi 352. Indeks Sinfra 18 +0,04% ke level 308.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah CPROTRAMMNCNADROBBCAINKP dan ASII

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya AKRAPTPP,BMRISMGRWSKTBBNI dan BBRI

Saham-saham top loser: JSMRTLKMICBPPGASSCMAWSBP dan ELSA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,06 triliun dengan volume trading sebanyak 58,71 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp262,54 miliar.

Sektor keuangan dan perkebunan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +0,82 persen dan +0,48 persen.

Nilai tukar rupiah -0,16 persen ke level Rp14.829 (pukul 11:30 am)


Bursa Asia

Laju penguatan market saham Asia berlanjut pada sesi pagi perdagangan hari Jumat (21/9). Bursa global juga menguat di antaranya Indeks S&P 500 di bursa Wall Street menorehkan all time high. Sementara nilai tukar dolar AS terkoreksi di tengah pandangan bahwa aksi saling balas penerapan tarif impor antara USA dan China mungkin minim dampaknya dibanding perkiraan.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk indeks saham Jepang) menguat 0,6 persen. MSCI Pasifik rebound 4 persen dari posisi terlemah dalam 14 bulan terakhir yang terjadi pada 12 September lalu. Sentimen kebijakan stimulus China untuk memperkuat perekonomiannya menjadi sentimen.

Indeks Nikkei 225 juga melanjutkan penguatan. Inflasi Jepang yang dirilis hari ini naik 0,9 persen secara tahunan (YoY). Namun inflasi tersebut masih dibawah target Bank of Japan sebesar 2 persen.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi naik 0,16 persen meski sempat melemah di awal sesi. Indeks ASX200 di bursa Australia naik 0,5 persen seiring penguatan saham-saham bank papan atas di bursa tersebut.

Pergerakan positif juga terjadi di pasar saham Hong Kong. Indeks Hang Seng ke zona hijau. Namun bursa saham China bergerak dalam tekanan. Indeks Shenzhen turun 0,137 persen.

"Sudah tentu perang dagang akan berlanjut. Pasar harus memantau seberapa besar kerugian penerapan tarif impor akan berdampak terhadap ekspor China. Namun ini kemungkinan akan muncul pada awal tahun depan yang akan terlihat pada data kasar," kata Nobuhiko Kuramochi, Chief Strategist pada Mizuho Securities. 

Menurutnya apapun kemajuan negosiasi perang dagang China dan USA harus menunggu sampai pemilu sela di USA. Ini akan menjadi isu jangka panjang, ujarnya.

Di pasar valas, nilai tukar yen terpukul ke level terendah dalam 2 bulan terakhir ke posisi 112,585 terhadap dolar AS pada perdagangan hari Kamis kemarin dan di posisi 112,51 pada trading hari ini.

Indeks dolar AS di posisi 93,889 (10:28 am). Sedangkan dolar Australia bergerak flat di posisi $0,7289 (10:20 am).

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,90% ke posisi 23.887. (11:30 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,93% ke level 27.733.

Indeks Shanghai (China) +0,98% ke posisi 2.756.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,98% ke level 3.211. (11:30 am)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Jumat (21/9) pagi waktu perdagangan Asia setelah juga melemah pada sesi sebelumnya seiring Presiden Donald Trump mendesak OPEC menurunkan harga minyak menjelang agenda meeting di Aljazair pada pekan ini.

Minyak Brent drop 3 sen ke harga USD78,67 per barel (pukul 09:07 WIB). Harga minyak WTI melemah 16 sen ke harga USD70,16 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author