Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Menuju Level 6.000

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Menuju Level 6.000

Posted by Written on 21 September 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (21/9), bursa saham Asia dibuka di teritori positif melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang diwarnai pencatatan rekor baru indeks Dow Jones dan S&P 500. Pasar cenderung mengabaikan dampak perang dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,59% yang didukung oleh kenaikan harga saham di sektor keuangan, dengan mencatatkan hampir semua saham perbankan di zona hijau. Kenaikan indeks berlanjut 0,57% (35,20 poin) ke posisi 6.204,70 padap pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,59% (138,80 poin) ke level 23.813,73, setelah dibuka naik 0,49%, diwarnai lonjakan harga saham sektor asuransi sebesar 1,43%. Rilis data indeks harga konsumen inti Jepang periode Agustus melesat 0,9% (yoy), sejalan dengan ekspektasi target inflasi Bank of Japan sebesar 2%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,3% dan berlanjut menguat 0,34% menjadi 2.331,31.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 0,85% (234,68 poin) ke level 27.712,35 pada pukul 8:30 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat 0,17% menjadi 2.733,87.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil berjaya sepanjang sesi perdagangan kemarin dengan membukukan kenaikan tajam 0,98% ke level 5.931. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan jangka pendek berusaha menembus level 6.000. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indek memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, namun adanya gap di level atas mengindikasikan pergerakan yang terbatas sehingga rawan koreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring dengan meredanya kekhawatiran akan perang dagang diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu kembali menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar akan menjadi tambahan sentimen positif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksiakan menlanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 5.890 dan resistance di 5.970.

Beberapaekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : BMRI (Buy, Support: Rp6.450, Resist: Rp6.850), INTP (Buy, Support: Rp16.675, Resist: Rp17.075), INCO (Buy, Support: Rp3.360, Resist: Rp3.620), ADRO (Buy, Support: Rp1.755, Resist: Rp1.855).

  • ETF : R-LQ45X (Buy, Support: Rp972, Resist: Rp1.002), XIIF (Buy, Support: Rp604, Resist: Rp616), 
  • XISC (Buy, Support: Rp659, Resist: Rp681).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan rekor baru indeks Dow Jones dan S&P 500 yang dicatatkan pada 26 Januari dan 29 Agustus lalu. Para diplomat Kanada, dipimpin Chrystia Freeland, kembali ke Washington untuk mendesak AS agar mempercepat tercapainya kesepakatan dagang. 

Pendiri Alibaba, Jack Ma, membatalkan rencana untuk menciptakan satu juta pekerjaan di AS karena tekanan tarif impor Washington terhadap produk China. Namun investor menilai perang tarif AS-China sejauh ini tidak separah yang diperkirakan. Saham Caterpillar, Intel dan Walgreens Boots Alliance melambung setidaknya 2%, tapi General Electric jatuh 3,1% setelah JPMorgan Chase menurunkan target harga saham perusahaan tersebut.

Dow Jones Industrial Average melonjak 0,98% (251,22 poin) ke posisi 26.656,98.

Standard&Poo'rs 500 melaju 0,78% (22,80 poin) menjadi 2.930,75.

Nasdaq Composite melompat 0,98% (78,19 poin) ke level 8.028,23.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 2,28% menjadi USD23,30.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melaju, terpengaruh sentimen positif pada sesi perdagangan di Wall Street mengabaikan kekhawatiran perang dagang yang digencarkan Gedung Putih. Indeks Stoxx 600, naik 0,7% menjadi 382,63, dengan menyisakan sektor travel dan perawatan kesehatan di zona merah. Sektor otomotif mencatatkan kenaikan terbesar hingga 1,71%, diikuti sektor auransi, perbankan dan pertambangan lebih dari 1%. Saham Schaeffler melambung 6,33%, Danske Bank melesat 4,7%, namun IG Group longsor 9,78% karena melaporkan penurunan pendapataan kuartalan sebesar 4,7%. Rilis data penjualan ritel Inggris periode Agustus mencatatkan lonjakan 3,3% (yoy), mengalahkan ekspektasi analis. Para pemipin Uni Eropa bertemu di Austria untuk mempercepat tercapainya kesepakatan Brexit.

FTSE 100 London naik 0,49% (36,20 poin) menjadi 7.367,32.

CAC 40 Paris melonjak 1,07% (57,85 poin) ke level 5.451,59.

DAX 30 Jerman melaju 0,88% (107,46) ke posisi 12.326,48.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menurun tajam, karena kebangkitan minat global untuk membeli aset berisiko sehingga mengurangi permintaan greenback sebagai safe haven. Para pedagang memperkirakan sengketa AS-China tidak akan menyebabkan goncangan global, setidaknya untuk saat ini. Mata uang negara berkembang dan indeks mata uang emerging market MSCI naik 0,49%, ke level tertinggi tiga pekan.

Investor mulai memperhitungkan kenaikan suku bunga AS dalam rapat kebijakan The Fed pekan depan. Poundsterling naik 0,99 persen terhadap dolar, didorong oleh optimisme seputar kemungkinan kesepakatan Brexit dan data penjualan ritel Inggris yang melampaui prediksi. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,66% menjadi USD93,912.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17790.0002+0.02%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32730.0008+0.06%7:23 PM
Yen (USD-JPY)112.45-0.04-0.04%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.8468-0.0015-0.02%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,849.00-26.00-0.17%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah, karena Presiden Donald Trump mendesak OPEC untuk meningkatkan produksi pada pertemuan di Aljazair, dan momentum bullish yang melambat. OPEC dan sejumlah negara produsen minyak, termasuk Rusia, akan menggelar pertemuan di Aljazair, akhir pekan ini untuk membahas alokasi peningkatan pasokan untuk mengimbangi berkurangnya pasokan minyak Iran karena sanksi AS. Pasar memperkirakan, pertemuan tersebut tidak akan menyepakati kenaikan produksi minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 78 sen menjadi USD78,70 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 32 sen menjadi USD70,80 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat karena dolar AS tersungkur seiring meredanya kakhawatiran akan dampak perang dagang AS-China. Jajak pendapat terbaru Reuters mengindikasikan bahwa perang dagang dengan China adalah kebijakan ekonomi AS yang buruk, pertumbuhan AS diprediksi akan melambat menjadi 2,0% pada kuartal keempat, kurang dari setengah laju pertumbuhan kuartal terakhir sebesar 4,2%.

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.205,89 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD3 (0,3%) menjadi USD1.211,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author