Bursa Siang: IHSG Terkerek Rally Bursa Saham Global

Bursa Siang: IHSG Terkerek Rally Bursa Saham Global

Posted by Written on 20 September 2018


Ipotnews - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Kamis (20/9). IHSG melaju +0,85 persen (+49 poin) ke level 5.923.

Indeks LQ45 +1,30% ke leavel 935 poin. IDX30 +1,32% ke level 512 poin. Indeks JII +1,23% ke level 654. Indeks Kompas100 +1,15% ke level 1.205. Indeks Sri Kehati +1,18% ke posisi 351. Indeks Sinfra 18 +1,07% ke level 306.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah DYANBBRITLKMINKPBNLIBGTG dan ADRO

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya BRPT,INCOADROPTPPADHIWSKT dan AKRA

Saham-saham top loser: JSMRSCMA SMGR, LPKRKLBFBSDE dan EXCL

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,49 triliun dengan volume trading sebanyak 54,32 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp205,74 miliar.

Sektor industri dasar dan pertambangan menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,36 persen dan +1,23 persen.

Nilai tukar rupiah +0,01 persen ke level Rp14.848 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Secara keseluruhan market saham Asia mengekor penguatan bursa saham global pada sesi pagi perdagangan hari Kamis (20/9). Para pemodal mengambil sedikit pandangan bearish sehubungan dampak perang dagang USA dan China terhadap market, kontras secara tajam dengan ekspektasi para ekonom terhadap pertumbuhan USA di tengah ketegangan dagang yang memburuk.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,2 persen.

Di bursa Jepang Indeks Nikkei 225 flat dan Indeks Topix melemah 0,07 persen. Sedangkan Indeks Kospi (Korsel) menguat 0,95 persen dengan dukungan penguatan saham-saham unggulan.

Indeks Shenzhen di bursa China terkoreksi 0,16 persen diikuti pelemahan pada Indeks Shanghai yang mampir di zona merah. Pergerakan mendatar terjadi pada Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong. Indeks ASX200 (Australia) melemah 0,15 persen.

Pada penutupan tadi malam, Indeks Dow Jones menguat 0,61 persen ke level 26.405,76 merupakan posisi penutupan tertinggi sejak akhir Januari tahun ini. Sementara Indeks S&P 500 menguat 0,14 persen dan Indeks Nasdaq turun 0,1 persen.

Rally bursa global tersebut disertai jatuhnya pasar obligasi USA dan Jepang. Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun pada trading Rabu kemarin menyentuh level tertinggi sejak 18 Mei. Yield tersebut di 3,0626 persen pada hari Kamis ini dibandingkan dengan closing sesi sebelumnya di level 3,083 persen.

Lonjakan yield tersebut terjadi menjelang ekspektasi Hawkish pada meeting the Fed pada pekan depan. Survei Reuters memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada meeting 25-26 September pekan depan. Ekspektasi tersebut menyusul perkiraan kenaikan suku bunga lebih dari sekali sebelum akhir tahun ini, menempatkan fed fund rate pada kisaran 2,25 persen-2,50 persen.

Nilai tukar dolar AS turun 0,1 persen terhadap yen ke posisi 112,12 yen. Euro menguat 0,1 persen terhadap USD ke $1,1673. Indeks dolar AS melemah 0,08 persen ke posisi 94,466.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,22% ke posisi 23.724. (11:44 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,02% ke level 27.400.

Indeks Shanghai (China) -0,12% ke posisi 2.727.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,01% ke level 3.176. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Kamis (20/9) pagi waktu perdagangan Asia di tengah penurunan persediaan dan kuatnya demand bensin di USA sementara sinyal OPEC mungkin tidak menaikkan produksi untuk mengatasi penyusutan suplai dari Iran, juga menjadi penopang harga.

Minyak Brent naik 20 sen ke harga USD79,60 per barel (pukul 09:14 WIB). Harga minyak WTI melaju 55 sen ke harga USD71,67 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author