Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Naik Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Naik Terbatas

Posted by Written on 20 September 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (20/9), dibuka mixed cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah meredanya kekhawatiran terhadap dampak perang dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,32%, terbebani oleh penurunan harga saham sebagian besar bank utama, dan penurunan di sektor keuangan secara keseluruhan, sebesar 0,41%. Indeks berlanjut melemah 0,18% (-11,20 poin) di posisi 6.178,80 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,11% (25,46 poin) menjadi 23.697,98, setelah dibuka naik 0,20%, diwarnai lonjakan harga saham sektor asuransi sebesar 1,36%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,30%, dan berlanjut melaju 0,53% ke level 2.320,61.

Melanjutkan tren penguatan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,72% (198,35 poin) ke level 27.605,72 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka sedikit melemah 0,01% di posisi 2.730,68.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan penguatan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil berjaya di zona hijau sepanjang sesi kemarin dan ditutup melonjak 1,06% menjadi 5.873,60. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, didukung capital inflow dan apresiasi rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, mendekati level resistance bearish trend yang berpotensi menghambat laju indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya kekhawatiran akan perang dagang dan menguatnya beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel dan batu bara diprediksi menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 5.830 dan resistance di 5.910.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Stock : KLBF (Buy, Support: Rp1.230, Resist: Rp1.285), MAPI (Buy, Support: Rp815, Resist: Rp845), 

    MIKA (Buy, Support: Rp1.710, Resist: Rp1.850), CPIN (Buy, Support: Rp4.880, Resist: Rp5.050).

  • ETF : XBNI (Buy, Support: Rp988, Resist: Rp1.014), XPID (Buy, Support: Rp500, Resist: Rp512), 

    XIIC (Buy, Support: Rp1.016, Resist: Rp1.044).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung menguat, ditopang kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun sebesar 3,09%, tertinggi sejak Meai lalu. Harga saham-saham perbankan melonjak lebih dari 2%; harga saham Goldman Sachs, Morgan Satanley dan Bank of America melompat lebih dari 2,5%, dan Citigroup melambung 3,3%. Sebaliknya harga saham-saham teknologi melorot; Amazon, Netflix dan Apple semua terjerembab. Investor menilai bahwa perang dagang AS-China tidak akan seburuk yang dikhawatirkan. Perdana Menteri China Li Keqiang mengakui menghadapi "kesulitan lebih besar" dalam menjaga ekonomi tetap stabil. Namun ia memastikan, China mempunyai "peralatan yang cukup" untuk menghadapi kondisi tersebut.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,61% (158,80 poin) ke posisi 26.405,76.

Standard&Poor's 500 menguat 0,13% (3,64 poin) menjadi 2.907,95.

Nasdaq Composite melemah 0,08% (-6,07 poin) di level 7.950,04.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,42% menjadi USD22,78.
Bursa saham utamaEropa tadi malam berakhir di zona hijau pelaku pasar mengabaikan kekhawatiran seputar meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China. Indeks Stoxx 600 naik 0,33% menjadi 379,98, dipimpin lonjakan harga saham berbasis sumber daya alam sebesar 3,3%. Saham sektor otomotif, perbankan, bahan kimia dan asuransi naik lebih dari 1% diwarnai sejumlah aksi emiten, tapi sektor utilitas melorot lebih dari 1%.

Perundingan Brexit memeasuki "fase menentukan", dan inflasi Inggriss periode Agustus mencapai posisi tertinggi dalam 6 bulan terakhir.

FTSE 100 London naik 0,42% (30,89 poin) menjadi 7.331,12.

CAC 40 Paris melaju 0,56% (29,95 poin) ke posisi 5.393,74.

DAX Jerman menguat 0,50% (61,35 poin) ke level 12.219,02.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, di tengah penguatan euro, dan dolar Aussi setelah meredanya kekhawatirn terhadap dampak perang dagang AS-China. China memberlakukan tarif tambahan 10% atas impor barang AS senilai USD60 miliar. Washington menetapkan tarif impor produk China sebesar 10%, sebelum naik menjadi 25% pada akhir 2018. Mata uang emerging market menguat, dipimpin rupee India setelah China mengatakan tidak akan mendevaluasi mata uangnya. Investor menunggu rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan. Indek dolar turun 0,11% menjadi 94,537.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.16740.0001+0.01%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3140-0.0004-0.03%7:30 PM
Yen (USD-JPY)112.310.03+0.03%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.8483-0.0132-0.19%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,875.0020.00+0.13%4:53 AM

Sumber : Bloomberg.com, 19/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Harga minyak WTI ditutup melonjak hampir 2%, didukung penurunan stok AS dan permintaan bensin domestik yang kuat. Data Badan Informasi Energi AS melaporkan, persediaan minyak mentah AS turun 2,1 juta barel sepanjang pekan lalu menjadi 394,1 juta barel, terendah sejak Februari 2015. Stok bensin menyusut 1,7 juta barel, jauh lebih besar dibanding ekspektasi penurunan sebesar 100.000 barel. Pada sesi sebelumnya, Brent melambung 1,3% karena laporan bahwa Arab Saudi mengindikasikan tidak akan mencoba untuk meningkatkan produksi karena sudah menara nyaman dengan harga saat ini di kisaran USD80 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,27 (1,8%) menjadi USD71,12 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 37 sen (0,5%) menjadi USD79,40 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup menguat, didukung pelemahan dolar AS, karena investor menahan diri untuk memburu greenback di tengah penetapan tarif impor terbaru China dan AS. Meredanya kekhawatiran terhadap penurunan mata uang emerging market ikut mendukung harga emas.

Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.203,68 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD5,40 (0,5%) menjadi USD1.208,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author