Bursa Sore: IHSG Dan Bursa Regional Terdorong Rencana Stimulus Tiongkok

Bursa Sore: IHSG Dan Bursa Regional Terdorong Rencana Stimulus Tiongkok

Posted by Written on 19 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) konsisten di zona hijau hingga akhir sesi pada perdagangan hari Rabu (19/9). IHSG melaju kuat +1,06 persen (+61 poin) ke level 5.873.

Indeks LQ45 +1,24% ke leavel 923 poin. IDX30 +1,29% ke level 505 poin. Indeks JII +1,27% ke level 646. Indeks Kompas100 +1,24% ke level 1.191. Indeks Sri Kehati +1,06% ke posisi 347. Indeks Sinfra 18 1,04% ke level 303.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BMTRSRSNKPIGPNLFTLKMBBRI dan ASII

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya SMGRASIIINKPINCOKLBFGGRM dan LPPF

Saham-saham top loser: INDYWIKATLKMICBPADROWSKT dan BBNI

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp6,61 triliun dengan volume trading sebanyak 97,84 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp257,55 miliar.

Sektor aneka industri dan industri dasar menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +4,6 persen dan +2,09 persen.

Nilai tukar rupiah +0,05 persen ke level Rp14.875 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Indeks saham di Asia menguat pada perdagangan hari Rabu (19/9) seiring ekspektasi bahwa China akan menerapkan stimulus guna meredam perekonomian yang terpukul akibat perang dagang USA dan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,95 persen. Tim Riset Bank of America Merrill Lynch menulis kemungkinan langkah kebijakan pelonggaran sebagai penopang terhadap dampak negatif penerapan kenaikan tarif impor.

"Dalam pandangan Kami, baik kebijakan fiskal maupun moneter kemungkinan akan digulirkan guna mendorong domestic demand dan menstabilkan sentimen pasar keuangan," kata Bank of America.

Di bursa Australia, Indeks ASX200 naik 0,46 persen dengan didukung saham material dan energi. Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 ke zona hijau dibarengi dengan Indeks Topix yang menguat 1,46 persen. Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan sekaligus memandang positif situasi perekonomian.

Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi jatuh 0,2 persen. Sedangkan pasar saham China bergerak menguat. Indeks Shenzhen naik 1,35 persen.

Analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management yang berbasis di Tokyo, Masahiro Ichikawa mengatakana pasar saham globa secara lebih luas dapat mengelompok kembali sekarang setelah fase terakhir perang dagang antara China dan USA berakhir.

Menurut Masahiro, ada rasa lega karena USA menetapkan tarif impor awal sebesar 10 persen dari perkiraan sebesar 25 persen terhadap barang asal China. Kata dia hal itu dilihat banyak kalangan sebagai isyarat bahwa itu taktik ulur waktu untuk proses negosiasi lebih lanjut.

Pemerintah USA pada awal pekan ini menyatakan akan mulai menerapkan tarif impor sebesar 10 persen terhadap produk asal China senilai USD200 miliar mulai 24 September mendatang dan bisa mencapai sebesar 25 persen pada akhir 2018.

China menyerang balik dengan menyatakan akan menetapkan tarif impor terhadap barang USA senilai USD60 miliar seperti rencana semulai, tetapi dengan memangkas besaran tarif.

Ekonom pada SMBC Nikko Securities (Tokyo), Yoshimasa Maruyama menilai sebagai reaksi atas sikap balasan China, Trump sekarang kemungkinan besar akan membalas dengan menambahkan tarif terhadap barang China senilai USD267 miliar. Perang dagang akan meningkat, demikian kata Maruyama. Menurutnya masih harus dilihat apakah China mampu menahan sikapnya. Jika tidak, perang dagang akan terus berlanjut hingga 2019.

Yield surat utang pemerintah USA tenor 10 tahun di posisi 3,049 persen setelah sempat menyentuh level 3,059 persen di sesi sebelumnya yang adalah level tertinggi sejak 23 Mei tahun ini.

Kenaikan yield tersebut menopang dolar AS. USD menguat ke level tertinggi dalam 2 bulan terakhir di posisi 112,43 yen.

Yuan menguat 0,15 persen ke level 6,8504 per dolar AS di pasar onshore ditopang oleh pernyataan PM Li Keqiang bahwa China tidak akan melemahkan mata uangnya guna meningkatkan ekspor. Dolar Australia rally mendekati posisi tertinggi dalam 3 pekan di posisi $0,7255.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,08% ke posisi 23.672.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,19% ke level 27.407.

Indeks Shanghai (China) +1,14% ke posisi 2.730.

Indeks Straits Times (Singapura) +1,19% ke level 3.176.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (19/9) pagi waktu setempat seiring investor tampil untuk menghapus ketegangan polemik dagang antara USA dan China.

Indeks FTSE (Inggris) +0.26% di posisi 7.319.

Indeks DAX (Jerman) +0.24% pada level 12.186.

Indeks CAC (Perancis) +0.31% ke posisi 5.380.


Oil

Harga minyak beringsut naik pada perdagangan hari Rabu (19/9) sore waktu perdagangan Asia seiring kekhawatiran produsen tidak akan mampu merespon penurunan suplai sekalipun sentimen sanksi USA terhadap Iran diberlakukan melebihi kenaikan stok di USA.

Minyak Brent naik 16 sen ke harga USD79,19 per barel (pukul 13:58 WIB). Harga minyak WTI menguat 20 sen ke harga USD70,05 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author