Bursa Siang: IHSG Ikuti Jejak Penguatan Mayoritas Indeks Bursa Asia

Bursa Siang: IHSG Ikuti Jejak Penguatan Mayoritas Indeks Bursa Asia

Posted by Written on 19 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit ke zona hijau pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Rabu (19/9). IHSG melaju kuat +0,99 persen (+57 poin) ke level 5.869.

Indeks LQ45 +1,14% ke leavel 922 poin. IDX30 +1,16% ke level 504 poin. Indeks JII +1,30% ke level 646. Indeks Kompas100 +1,17% ke level 1.190. Indeks Sri Kehati +0,96% ke posisi 346. Indeks Sinfra 18 +0,97% ke level 303.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BMTRSRSNKPIGTLKMERAAPBRX dan PTBA

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya INCOSMGRMEDCGGRMKLBFASII dan UNVR

Saham-saham top loser: ICBPBJBRMNCNPGAS dan AKRA

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,11 triliun dengan volume trading sebanyak 62,15 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp149,23 miliar.

Sektor aneka industri dan konsumer menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,41 persen dan +1,77 persen.

Nilai tukar rupiah +0,03 persen ke level Rp14.878 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Sebagian besar indeks saham di Asia menguat pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (19/9) di tengah kenaikan yield surat utang pemerintah USA jangka panjang mendekati level tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Para pemodal memantau perkembangan terakhir eskalasi perang dagang China dan USA.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,7 persen.

Sedangkan di bursa Australia, Indeks ASX200 naik 0,46 persen dengan didukung saham material dan energi. Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 ke zona hijau dibarengi dengan Indeks Topix yang menguat 1,57 persen. Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan sekaligus memandang positif situasi perekonomian.

Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi jatuh 0,2 persen. Sedangkan pasar saham China bergerak menguat. Indeks Shenzhen naik 1,09 persen. Nilai tukar yuan di level 6,8502 terhadap dolar AS (pukul 12:18 pm).

Analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management yang berbasis di Tokyo, Masahiro Ichikawa mengatakana pasar saham globa secara lebih luas dapat mengelompok kembali sekarang setelah fase terakhir perang dagang antara China dan USA berakhir.

Menurut Masahiro, ada rasa lega karena USA menetapkan tarif impor awal sebesar 10 persen dari perkiraan sebesar 25 persen terhadap barang asal China. Kata dia hal itu dilihat banyak kalangan sebagai isyarat bahwa itu taktik ulur waktu untuk proses negosiasi lebih lanjut.

Pemerintah USA pada awal pekan ini menyatakan akan mulai menerapkan tarif impor sebesar 10 persen terhadap produk asal China senilai USD200 miliar mulai 24 September mendatang dan bisa mencapai sebesar 25 persen pada akhir 2018.

China menyerang balik dengan menyatakan akan menetapkan tarif impor terhadap barang USA senilai USD60 miliar seperti rencana semulai, tetapi dengan memangkas besaran tarif.

Ekonom pada SMBC Nikko Securities (Tokyo), Yoshimasa Maruyama menilai sebagai reaksi atas sikap balasan China, Trump sekarang kemungkinan besar akan membalas dengan menambahkan tarif terhadap barang China senilai USD267 miliar. Perang dagang akan meningkat, demikian kata Maruyama. Menurutnya masih harus dilihat apakah China mampu menahan sikapnya. Jika tidak, perang dagang akan terus berlanjut hingga 2019.

Yield surat utang pemerintah USA tenor 10 tahun di posisi 3,049 persen setelah sempat menyentuh level 3,059 persen di sesi sebelumnya yang adalah level tertinggi sejak 23 Mei tahun ini.

Kenaikan yield tersebut menopang dolar AS. USD menguat ke level tertinggi dalam 2 bulan terakhir di posisi 112,395 yen tadi malam dan terakhir di posisi 112,300 yen.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,35% ke posisi 23.739. (11:50 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,97% ke level 27.348.

Indeks Shanghai (China) +0,97% ke posisi 2.726.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,60% ke level 3.158. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Rabu (19/9) pagi waktu perdagangan Asia seiring kekhawatiran produsen tidak akan mampu merespon penurunan suplai setelah sanksi USA terhadap Iran diberlakukan melebihi kenaikan stok di USA.

Minyak Brent drop 9 sen ke harga USD78,92 per barel (pukul 10:34 WIB). Harga minyak WTI melemah 4 sen ke harga USD68,81 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author