Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Melemah, IHSG Beri Sinyal Bearish

Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Melemah, IHSG Beri Sinyal Bearish

Posted by Written on 18 September 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (18/9), dibuka bervariasi cenderung melemah, merespon eskalasi ketegangan perdagangan AS-China karenaWashington akan segeramemberlakukantarif tambahan 10% terhadap produk China,menekan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. 

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,29% karena tekanan harga saham sektor energi dan bahan baku sebesar 0,78% dan 0,77%. Saham sektor keuangan juga turun 0,37%. Pergerakan indeks berlanjut melorot 0,46% (-28,20 poin) ke level 6.156,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,51% (118,83 poin) ke posisi 23.213,50, setelah mengakhir libur panjang akhir pekan dengan dibuka naik 0,39% . Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,24% di tengh pergerakan harga saham blue-chips yang bervariasi, dan berlanjut melemah 0,14% (-3,58 poin) menjadi 2.299,43.

Lanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,32% (-86,52 poin) menjadi 26.846,33 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka melemah 0,28% di posisi 2.644,30.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan posisi bullish dan berbalik anjlok 1,80% ke level 5.824,26 pada sesi perdagangan kemarin. Sejumlah analis memperkirkan, ergerakan IHSG hari ini masih akan menghadapi tekanan kendati masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan jangka pendek. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan, dengan sinyal bearish di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, dikenakannya tarif barang impor asal China sebesar 10% dan akan naik menjadi 25% pada awal tahun 2019 untuk total nilai barang USD200 miliar dan adanya potensi pengenaan tarif baru untuk barang impor asal China sebesar USD267 miliar jika China melakukan pembalasan, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu terkoreksinya hampir semua komoditas juga akan menambah sentimen negatif bagi indeks. IHSG diprediksiakan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.775 dan resistance di 5.875.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : SMGR (Buy on Weakness, Support: Rp8.625, Resist: Rp8.950), PGAS (Buy on Weakness, Support: Rp1.965, Resist: Rp2.030), UNVR (SELL , Support: Rp45.150, Resist: Rp47.100), BDMN (SELL, Support: Rp7.175, Resist: Rp7.475).

  • ETF : XPES ( SELL , Support: Rp424, Resist: Rp444), XIIT (SELL , Support: Rp502, Resist: Rp528), 

    XIJI (SELL , Support: Rp630, Resist: Rp660).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir lebih rendah, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan segera mengumumkan tarif baru impor barang China yang besarnya diperkirakan 10% senilai USD200 miliar. Celotehan Trump dikhawatirkan akan membatalkan perundingan lanjutan AS-China. China bersumpah untuk membalas tarif baru Amerika Serikat, meningkatkan kekhawatiran investor akan perang dagang habis-habisan. Saham teknologi berguguran karena tekanan kekhawatiran perang dagang AS-China. 

Apple anjlok 2,7%, Alphabet merosot 1,4%, dan Microsoft tergelincir 1,1%. Amazon terpangkas 3,2% karena menyelidiki karyawan yang dicurigai membocorkan data dengan imbalan suap. Twitter terpenggal 4,2% karena masalh rating penjualan.

Dow Jones Industrial Average turun 0,35% (-92,55 poin) menjadi 26.062,12.

Standard&Poor's 500 melorot 0,56% (-16,18 poin) ke posisi 2.888,80.

Nasdaq Composite anjlok 1,43% (-114,25 poin) ke level 7.895,79.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,94% menjadi USD22,14.

Bursa saham utamaEropa tadi malam ditutup bervariasi, diwarnai peningatakn kekhawatiran perang dagang AS-China. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,12% menjadi 378,31, dipimpin kenaikan harga saham raksasa ritel Swedia, H&M setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan selama kuartal ketiga. Secara keseluruhan indeks saham sektor ritel Eropa naik sebesar 0,95% menyambut berita laporan keuangan. Saham Groupe Casino melambung lebih dari 7,5% setelah beberapa bank memberikan tambahan kredit 500 juta euro kepada perusahaan induknya yang sarat utang, Rallye. Data, inflasi tahunan zona euro periode Agustus melambat sedikit menjadi 2% dari 2,1% pada Juli lalu. IMF menyuarakan keprihatinannya atas Brexit, bahwa apapun hassilnya kemungkinan akan mengakibatkan kesulitan keuangan bagi ekonomi Inggris, dan skenario "tanpa kesepakatan" akan berdampak jauh lebih buruk.

FTSE 100 London turun tipis 0,03% (-1,94 poin) di posisi 7.302,10.

DAX 30 Frankfurt turun 0,23% (-27,92 poin) ke level 12.096,41.

CAC 40 Paris melemah 0,07% (-3,70 poin) menjadi 5.348,87.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, di tengah optimisme atas prospek untuk kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa yang mendongkrak euro dan poundsterling. Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019 tetapi belum ada kesepakatan penuh yang sudah dicapai. Yen juga menguat atas greenbackkarena AS akan mengumumkan tambahan tarif impor barang China. Pemulihan mata uang emerging market selama sesi perdagangan, ikut menekan dolar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang utama negara maju, turun 0,45% menjadi 94,496.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1673-0.001-0.09%7:14 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3151-0.0006-0.05%7:14 PM
Yen (USD-JPY)111.69-0.16-0.14%7:14 PM
Yuan (USD-CNY)6.8570-0.0105-0.15%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,880.0073.50+0.50%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, karena pasar terbebani ketegangan perdagangan AS-China yang diperkirakan mengurangi permintaan minyak mentah global, serta potensi pengetatan pasokan akibat sanksi Iran. Pergerakan indeks saham Wall Street yang secara luas melemah, ikut membebani harga minyak berjangka. Kejatuhan harga minyak tertahan oleh potensi penurunan pasokan dari sanksi AS terhadap Iran mulai 4 November mendatang. Ekspor minyak mentah Iran menurun sebanyak 580.000 barel per hari dalam tiga bulan terakhir, karena banyak pembeli, termasuk pembeli terbesar kedua India, memotong impor menjelang berlakunya sanksi AS.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 11 sen menjadi USD77,99 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 8 sen menjadi USD68,91 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terdorong oleh depresiasi dolar dan upaya short-covering para pelaku pasar. Investor bersiap menghadapi babak baru ketegangan perdagangan AS-China, dengan membeli emas batangan sebagai safe haven. Pembicaraan lanjutan tentang perang dagang yang semakin panas membuat para investor memilih wait and see sebelum mengambil posisi besar.

Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.201,01 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD4,70 (0,4%) menjadi USD1.205,80 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author