Bursa sore: Pelemahan Bursa Asia Meluas, IHSG Ikut Menyerah

Bursa sore: Pelemahan Bursa Asia Meluas, IHSG Ikut Menyerah

Posted by Written on 17 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir ke area negatif pada penutupan perdagangan hari Senin (17/9). IHSG melemah -1,80 persen (-108 poin) ke level 5.824.

Indeks LQ45 -2,44% ke leavel 913 poin. IDX30 -2,49% ke level 499 poin. Indeks JII -2,50% ke level 636. Indeks Kompas100 -2,27% ke level 1.179. Indeks Sri Kehati -2,43% ke posisi 343. Indeks Sinfra 18 -2,87% ke level 300.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah PNLFKPIGIMASBBRIBCAPBGTG dan TLKM.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya SRIL dan LPKR.

Saham-saham top loser: BBCABJBRBSDEAKRAWSBPMNCN dan LPPF.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,89 triliun dengan volume trading sebanyak 73,95 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp394,91 miliar.

Sektor aneka industri dan infrastruktur menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melambat masing-masing -3,07 persen dan -2,5 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan periode bulan Agustus 2018 masih melanjutkan tren negatif. Tercatat, pada periode tersebut neraca perdagangan defisit sebesar USD1,02 miliar. Defisit terjadi lantaran kinerja ekspor lebih rendah dibandingkan kinerja impor terutama dari sektor migas.

Nilai tukar rupiah -0,43 persen ke level Rp14.878 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Pelemahan market saham Asia meluas pada perdagangan hari Senin (17/9). Pelemahan tersebut terjadi di tengah perkembangan berita pekan lalu bahwa USA dapat menerapkan tarif impor baru terhadap barang asal China senilai USD200 miliar pada pekan ini.

Indeks Kospi (Korsel) turun 0,66 persen. Market saham Hong Kong turun signifikan setelah sempat pulih pada pekan lalu. Tekanan juga terjadi di market saham China, Indeks Shenzhen tumbang 1,535 persen. Sedangkan indeks MSCI Asia Pasifik drop 1,2 persen.

Di bursa Australia, Indeks ASX200 menguat 0,32 persen seiring laju positif saham sektor finansial yang naik 0,62 persen. Harga saham National Australia Bank menguat 0,77 persen.

Bloomberg memberitakan bahwa Presiden USA Donald Trump masih ingin menerapkan tarif impor terhadap barang asal China senilai USD200 miliar walaupun USA berupaya membuka lagi forum negosiasi perang dagang dengan pihak China.

Pada hari Minggu kemarin sumber cnbc.com menginformasikan bahwa tarif impor baru bagi barang asal China telah disiapkan menjelang jadwal perundingan perang dagang dengan China, sejalan dengan pemberitaan sebelumnya oleh Wall Street Journal pada Sabtu bahwa Gedung Putih siap menerapkan tarif impor sebesar 10 persen, berkebalikan dengan besaran tarif semula sebesar 25 persen.

Wall Street Journal dalam berita lainnya pada Minggu, memberitakan dengan sumber pejabat China yang menyatakan Beijing dapat menolak usulan ronde baru negosiasi perang dagang dengan USA jika Washington menuju penerapan tarif impor tambahan bagi barang impor asal China.

Indeks dolar AS mempertahankan penguatan di level 94,937 (pukul 15:02 pm). Nilai tukar yen menguat di posisi 111,98 terhadap USD. Dolar Australia menguat ke level $0,7155.

"Eskalasi perang dagang lebih lanjut terlihat sangat mungkin yang mana tarif impornya mungkin akan dinaikkan menjadi 25 persen dan ancaman tarif impor USA yang lebih besar memungkinkan China berpotensi tarik diri dari proses negosiasi sepenuhnya sehingga selanjutnya eskalasi pada konfrontasi baru pembatasan ekspor secara langsung," demikian ulasan Tim Analis JP Morgan.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,20% ke posisi 23.094.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,30% ke level 26.932.

Indeks Shanghai (China) -1,11% ke posisi 2.651.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,63% ke level 3.141.


Bursa Eropa

Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Senin (17/9) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran baru terhadap eskalasi perang dagang antara USA dan China.

Indeks FTSE (Inggris) -0.17% ke level 7.291.

Indeks DAX (Jerman) -0.52% di posisi 12.060.

Indeks CAC (Perancis) -0.22% pada level 5.340.


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Senin (17/9) sore waktu perdagangan Asia setelah sempat melemah tadi pagi. Penguatan harga tersebut terjadi walaupun terdapat jaminan dari USA bahwa Arab Saudi, Rusia dan USA dapat meningkatkan produksi secara cukup cepat guna mengimbangi penurunan pasokan dari Iran dan yang lainnya.

Minyak Brent naik 25 sen ke harga USD78,34 per barel (pukul 14:27 WIB). Harga minyak WTI menguat 28 sen ke harga USD69,27 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author