Bursa Siang: IHSG Tertekan Di Saat Neraca Perdagangan Negatif

Bursa Siang: IHSG Tertekan Di Saat Neraca Perdagangan Negatif

Posted by Written on 17 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertengger di zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Senin (17/9). IHSG melemah -1,82 persen (-108 poin) ke level 5.823.

Indeks LQ45 -2,45% ke leavel 913 poin. IDX30 -2,50% ke level 499 poin. Indeks JII -2,49% ke level 636. Indeks Kompas100 -2,30% ke level 1.178. Indeks Sri Kehati -2,59% ke posisi 342. Indeks Sinfra 18 -2,55% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah IMASESSA,NUSABMRIPTROFREN dan UNTR.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya SRILLPKRADHIWIKA dan AKRA.

Saham-saham top loser: BBCABRPTINDYBJBRSSMSWSKT dan PTPP.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp2,60 triliun dengan volume trading sebanyak 47,23 juta lot saham. 

Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp47,16 miliar.

Sektor aneka industri dan infrastruktur menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melambat masing-masing -2,79 persen dan -2,6 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan periode bulan Agustus 2018 masih melanjutkan tren negatif. Tercatat, pada periode tersebut neraca perdagangan defisit sebesar USD1,02 miliar. Defisit terjadi lantaran kinerja ekspor lebih rendah dibandingkan kinerja impor terutama dari sektor migas.

Nilai tukar rupiah -0,53 persen ke level Rp14.893 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada sesi pagi perdagangan hari Senin (17/9). Pelemahan tersebut terjadi di tengah perkembangan berita pekan lalu bahwa USA dapat menerapkan tarif impor baru terhadap barang asal China senilai USD200 miliar pada pekan ini.

Indeks Kospi (Korsel) turun 0,49 persen. Market saham Hong Kong turun signifikan setelah sempat pulih pada pekan lalu. Tekanan juga terjadi di market saham China, Indeks Shenzhen tumbang 0,678 persen. Sedangkan indeks MSCI Asia Pasifik drop 1 persen.

Di bursa Australia, Indeks ASX200 secara keseluruhan dalam tren lesu di sesi pagi seiring sektor health care terus melemah setelah perusahaan marketing produk perawatan kulit dan rambut, BMX menolak proposal akuisisi Bain Capital.

Bloomberg memberitakan bahwa Presiden USA Donald Trump masih ingin menerapkan tarif impor terhadap barang asal China senilai USD200 miliar walaupun USA berupaya membuka lagi forum negosiasi perang dagang dengan pihak China.

Pada hari Minggu kemarin sumber cnbc.com menginformasikan bahwa tarif impor baru bagi barang asal China telah disiapkan menjelang jadwal perundingan perang dagang dengan China, sejalan dengan pemberitaan sebelumnya oleh Wall Street Journal pada Sabtu bahwa Gedung Putih siap menerapkan tarif impor sebesar 10 persen, berkebalikan dengan besaran tarif semula sebesar 25 persen.

Wall Street Journal dalam berita lainnya pada Minggu, memberitakan dengan sumber pejabat China yang menyatakan Beijing dapat menolak usulan ronde baru negosiasi perang dagang dengan USA jika Washington menuju penerapan tarif impor tambahan bagi barang impor asal China.

Indeks dolar AS mempertahankan penguatan di level 94,933 (pukul 09:45 am). Nilai tukar yen flat di posisi 112,03 terhadap USD. Dolar Australia menguat ke level $0,7156.

"Eskalasi perang dagang lebih lanjut terlihat sangat mungkin yang mana tarif impornya mungkin akan dinaikkan menjadi 25 persen dan ancaman tarif impor USA yang lebih besar memungkinkan China berpotensi tarik diri dari proses negosiasi sepenuhnya sehingga selanjutnya eskalasi pada konfrontasi baru pembatasan ekspor secara langsung," demikian ulasan Tim Analis JP Morgan.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,20% ke posisi 23.094. (11:46 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,58% ke level 26.856.

Indeks Shanghai (China) -1,06% ke posisi 2.653.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,66% ke level 3.140. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak melemah pada perdagangan hari Senin (17/9) pagi waktu perdagangan Asia. Laju harga minyak seiring kekhawatiran USA bersiap menerapkan tarif impor tambahan kepada China. Sentimen tersebut melampaui kekhawatiran akan pasokan sebagai dampak dari sanksi terhadap Iran.

Minyak Brent drop 16 sen ke harga USD77,93 per barel (pukul 07:35 WIB). Harga minyak WTI melemah 20 sen ke harga USD68,79 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author