Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Adang Momentum Bullish IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melemah, Adang Momentum Bullish IHSG

Posted by Written on 17 September 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (17/9), bursa saham Asia dibuka di zona merah dibayangi kekhawatiran akan kemungkinan penerapan tambahan tarif impot China oleh AS sebesar USD200 miliar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,29% pada sesi awal perdagangan, di tengah kejatuhan harga saham sektor perawatan kesehatan. Pelemahan indeks berlanjut 0,06% (-3,70 poin) menjadi 6.161,60 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak turun 0,50% ke level 2.306,62, setelah dibuka melorot 0,47%, terbebani kejatuhan harga saham Samsung Electronic sebesar 0,87%. Bursa saham Jepang libur, memperingati Hari Orang Tua.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka rontok 0,94% (-256,50 poin) ke level 27.029,91. Indeks Shanghai Composite, China dibuka tutun 0,43% ke posisi 2.671,29.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham regional, setelah berhasil membukukan kenaikan pada akhir sesi perdagangan pekan lalu dengan melonjak 1,25% ke level 5.931. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan momentum bullish, berusaha kembali ke atas level 6.000, diwarnai rilis data neraca perdagangan Agustus 2018 dan arus modal asing. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuationuntuk menguji level resisten psikologis 6.000.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, tekad Donald Trump untuk tetap melanjutkan rencana pengenaan tarif impor asal China senilai $200 miliar diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain menguatnya beberapa komoditas seperti nikel, timah dan batu bara serta data neraca perdagangan bulan Agustus yang diperkirakan akan mencatatkan defisit yang lebih kecil, diprediksi menjadi sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.870 dan resistance di 5.990.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : UNTR (Buy, Support: Rp32.300, Resist: Rp33.500), BBRI (Buy, Support: Rp3.030, Resist: Rp3.120), ITMG (Buy, Support: Rp26.000, Resist: Rp28.000), BMRI (Buy, Support: Rp6.675, Resist: Rp6.825)

  • ETF : XPLC (Buy, Support: Rp481, Resist: Rp497), XBLQ (Buy, Support: Rp464, Resist: Rp478), XISI (Buy, Support: Rp319, Resist: Rp329).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup cenderung mendatar diwarnai kenaikan harga saham sektor keuangan sebesar 0,7%. Yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun naik ke level 3%, mendongkrak harrga saham Morgan Stanley 1%, Goldman Sachs 0,4% dan Bank of America 0,8%. Laju indeks tersendat setelah Presiden AS Donald Trump menginstruksikan para menterinya memproses penerapan tarif impor barangChina senilai USD200 miliar. Saham Boeing melaju 1,2% , dan Caterpillar turun 0,4%. Secara mingguan S&P 500 dan Nasdaq Composite naik 1%, dan Dow Jones menguat 0,9%.

Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,03% (8,68 poin) di posisi 26.154.

Standard&Poor's 500 bertambah 0,03% (0m80 poin) di level 2.904.

Nasda Composite berkurang -0,05% (-3,67 poin) menjadi 8.010.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,09% menjadi USD22,81
Bursa saham utamaEropaakhir pekan lalu tadi ditutup di zona hijau ditopang ekpektasi putaran baru negosiasi perang dagang AS-China sebelum pemilu sela di AS, Nopember mendatang. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,35% menjadi 377,85 dipimpin lonjakan harga saham sektor otomotif sebesar 1,4%, sektor pertambangan melaju 1% dan sektor teknologi naik 0,7%. Sebaliknya harga saham sektor utilitas, ritel dan media berguguran. Saham pengembang properti Inggris, Taylor Wimpey and Barrat Development turun tajam setelah Gubernur Bank of England Mark Carney menginformasikan bahwa tidak ada kesepakatan mengenai Brexit, sehingga dapat menekan harga rumah hingga 35% dalam 3 tahun terakhir. Danske Bank melemah 1 persen kerena investigasi dugaan pencucian uang melalui Estonia.

DAX 30 Frankfurt naik 0,57% (68,78 poin) ke level 12.124.

FTSE 100 London menguat 0,31% (22,47 poin) menjadi 7.304 .

CAC 40 Paris naik 0,46% (24,45 poin) ke posisi 5.352.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan menguat setelah rilis beberapa data ekonomi, peningkatan kenaikan sentimen konsumen, serta kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun menjadi 3%. Indeks sentimen konsumen AS periode September versi Universitas Michigan naik ke 100,8, melebihi ekspektasi sebesar 97. Pertumbuhan penjualan ritel melambat menjadi 0,1% pada bulan Agustus, di bawah ekspektasi kenaikan bulanan sebesar 0,3%. Tapi produksi industri naik 0,4% melebihi ekspektasi sebesar 0,3%.

Berita bahwa Presiden Donald Trump ingin melanjutkan tarif barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar, ikut mendongkrak dolar. Namun secara mingguan indeks dolar masih melemah 0,5% dibanding akhir pekan sebelumnya. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,43% menjadi 94,927.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1625-0.0065-0.56%
Poundsterling (GBP-USD)1.3068-0.0040-0.31%
Yen (USD-JPY)112.06000.1400+0.13%
Yuan (USD-CNY)6.86750.0227+0.33%
Rupiah (USD-IDR)14,806.50-33.50-0.23%

Sumber : Bloomberg.com, 14/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup akhir pekan dengan berlawanan arah, terpengaruh oleh instruksi Trump kepada kabinetnya untuk memulai tarif impor barang China senilai USD200 miliar. Pelemahan harga minyak sedikit terhambat oleh pemberitaan tentang pernyataan pers Menlu AS Michael Pompeo perihak sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Secara mingguan minyak Brent naik 1,7% dan WTI naik 1,9%. Lembaga konsultan, Petromatrix menyatakan pergerakan harga sepanjang pekan lalu mengonfirmasi bahwa level resisten minyak Brent berada di level USD80 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 5 sen menjadi USD78,12 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 40 sen menjadi USD68,99 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu berlabuh di teritori positif pada, terdorong oleh sentimen positif emerging market, di tengah penguatan dolar AS. Secara mingguan harga emas di pasar spot naik 0,9%, kenaikan pertama dalam 3 pekan terakhir. Namun kenaikan harga emas tertahan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve AS dalam rapat kebijakan jelang akhir September nanti. Kepemilikan SPDR Gold, ETF emas terbesar , turun 0,4% pada Kamis pekan lalu, atau anjlok 4,1 juta ounce sejak April lalu.

Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.206,01 per ounce.

Harga emas pasar berjangka naik 0,3% menjadi USD1.211,70 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author