Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Menguat, Dukung Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Menguat, Dukung Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 13 September 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (13/9), dibuka mixed cenderung positif, berusaha melanjutkan tren positif pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah muncul berita tentang upaya AS memulai kembali negosiasi perdagangan dengan China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,12% pada awal sesi perdagangan yang terbebani oleh kemerosotan harga saham sektor utilitas sebesar 1,3%. 

Penurunan indeks berlanjut 0,31% (-19,40 poin) menjadi 6.156,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 1,08% (243,76 poin) ke level 22.848,37, setelah dibuka melompat 1,05% meski diwarnai pelemahan dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,16% dan berlanjut 0,35% menjadi 2.290,80.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saha global dan regional yang cenderung menguat, setelah kemarin gagak mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup melorot 0,57% ke level 5.798,151. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berada dalam rentang konsolidasi berusaha kembali ke teritori positif. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan sinyal positif adanya potensi penguatan di area jenuh jual.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir variatif, setelah melalui sesi yang volatile di tengah kekhawatiran perang dagang yang berkepanjangan dan kejatuhan harga saham Appel setelah meluncurkan iPhone seri terbaru dengan harga sangat tinggi. Indeks DJIA dan S&P 500 sempatnaik ke level tertinggi setelah muncul berita Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengundang para pejabat China untuk pertemuan bilateral. Indeks melemah kembali merespon laporan Federal Reserve yang mencatat peningkatan kekhawatiran terhadap ketegangan perdagangan, di seluruh AS. Sejumlah perusahaan berencana membatasi belanja modalnya. Harga saham perbankan umumnya melemah karena imbal hasil obligasi US Treasury menurun. Rilis data inflasi grosir AS periode Agustus turun untuk bulan ketiga berturut-turut, tertekan oleh pelemahan margin grosir untuk mesin dan peralatan.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,11% (27,86 poin) menjadi 25.998,92.

Standard&Poor's 500 naik tipis 0,04% (1,03 poin) di posisi 2.888,92.

Nasdaq Composite menyusut 0,23% (-18,24 poin) ke level 7.954,23.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,36% menjadi USD22,46.
Bursa saham utamaEropa tadi malam ditutup menguat signifikan, mengabaikan peningkatan ketegangan perdagangan AS-China. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,47% menjadi 377,08, dipimpin lonjakan harga saham sektor minyak dan gas sebesar 1,6% didorong kenaikan harga minyak mentah karena sanksi AS terhadap Iran dan penurunan stok AS yang lebih besar dari perkiraan. Harga saham sektor perdagangan ritel melompat 1,5% didukung laporan keuangan sejumlah emiten yang posotif. Secara individual, harga saham Galapagos membukukan kenaikan tertinggi, melambung 17,58% setelah merilis hasil uji coba yang positif untuk pengobatan rheumatoid arthritis. Saham Barry Callebaut melonjak hampir 7%, dan Hexpol juga naik lebih dari 4,5%. Sebaliknya, saham SSE rontok 8% dan Butcher terperosok 8,4%.

FTSE 100 London melaju 0,55% (39,82 poin) ke posisi 7.313,36.

CAC 40 Paris melompat 0,92% (48,34 poin) ke level 5.332,13.

DAX Jerman naik 0,52% (62,03 poin) menjad 12.032,30.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melorot, karena investor memangkas kepemilikan greenback sebagai safe-haven, setelah muncul berita tentang upaya Menteri Keuangan AS untuk memulai pembicaraan perdagangan dengan China. Euro dan poundsterling menguat ditopang kabar positif seputar Brexit. Rilis indeks harga produsen AS periode Agustus di luar dugaan turun 0,1%, penurunan pertama dalam satu setengah tahun. Beige Book terbaru Federal Reserve menunjukkan perekonomian Amerika tumbuh pada kecepatan moderat dalam beberapa pekan terakhir, bahkan ketika bisnis mengkhawatirkan ketegangan perdagangan internasional. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England, yang akan menggelar rapat kebijakan, Kamis ini, yang diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga. 

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,47% menjadi 94,799.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.16290.0003+0.03%7:12 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30470.0002+0.02%7:12 PM
Yen (USD-JPY)111.23-0.03-0.03%7:12 PM
Yuan (USD-CNY)6.8517-0.0213-0.31%11:22 AM
Rupiah (USD-IDR)14,832.50-24.50-0.16%4:54 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat. Harga minyak Brent sempat menembus USD80 per barel merespon penurunan stok AS yang lebih besar dari perkiraan dan sanksi Washington terhadap Iran menambah kekhawatiran atas pasokan minyak global. Data Badan Informasi Energi mengungkapkan, stok minyak mentah AS turun 5,3 juta barel, pekan lalu, jauh melebihi perkirakan penurunan sebesar 805.000 barel. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak 2019 menjadi 1,41 juta bph , turun 20.000 bph dari estimasi sebelumnya. Laporan bulanan OPEC menyebutkan, meningkatnya tantangan di beberapa negara maju dan emerging market dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 59 sen menjadi USD79,65 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,12 menjadi USD70,37 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir positif, terangkat oleh pelemahan dolar AS, meski dengan volume perdagangan yang rendah. Indeks dolar AS melemah ketika muncul berita bahwa Ottawa siap menawarkan akses terbatas AS ke pasar susu Kanada sebagai konsesi dalam negosiasi pembaharuan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Sementara itu, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan September dan ekspektasi satu kenaikan lagi pada Desember didorong data ekonomi yang positif.

Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD1.206,94 per ounce.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Desember naik USD8,70 (0,7%) menjadi USD1.210,90 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author