Bursa Sore: Regional ke Level Terendah, IHSG Tergerus di Menit Akhir Perdagangan

Bursa Sore: Regional ke Level Terendah, IHSG Tergerus di Menit Akhir Perdagangan

Posted by Written on 12 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir di teritori negatif pada akhir perdagangan hari Rabu (12/9). IHSG melemah -0,57 persen (-33 poin) ke level 5.798 setelah sempat menguat di sesi pagi.

Indeks LQ45 -0,19% ke leavel 910 poin. IDX30 -1,18% ke level 498 poin. Indeks JII -0,59% ke level 634. Indeks Kompas100 -0,89% ke level 1.173. Indeks Sri Kehati -1,49% ke posisi 340. Indeks Sinfra 18 -0,97% ke level 298.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIPTBATLKMERAAABBAADRO dan ITMG.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya AKRAPTBABJBRELSA,JSMRITMG dan BSDE.

Saham Top Loser LQ45 antara lain ICBPADHIWSBPLPKRINCOWIKA dan ASII.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,20 triliun dengan volume trading sebanyak 91,78 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp684,50 miliar.

Sektor keuangan dan industri dasar menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,99 persen dan -1,13 persen.

Nilai tukar rupiah +0,07 persen ke level Rp14.820 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia melemah ke posisi terendah dalam 14 bulan terakhir pada perdagangan hari Rabu (12/9). 

Kepercayaan para investor redup oleh ancaman verbal dalam sengketa dagang antara USA dan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,3 persen, merupakan penurunan ke posisi terendah sejak Juli 2017. Pasar saham Hong Kong dalam tekanan dan begitu pula dengan bursa saham China serta Jepang.

Di bursa Australia, Indeks ASX 200 turun tipis 0,1 persen dan Indeks Kospi (Korsel) turun 0,3 persen.

Sentimen pasar diredupkan oleh perang retorika antara USA dan China seiring eskalasi tensi perang dagang yang berlangsung berbulan-bulan antara kedua negara raksasa ekonomi global tersebut. Perang verbal tersebut mengantarkan investor menghindari aset lebih berisiko.

Pemerintah China kepada World Trade Organization (WTO) pada hari Selasa kemarin mengatakan akan menerapkan tarif impor terhadap barang asal USA senilai USD7 miliar sebagai pembalasan atas ketidakpatuhan terhadap putusan dalam sengketa bea dumping USA.

Market saham Asia dan secara lebih luas emerging market menghadapi tekanan jual terus-menerus dalam bulan belakangan ini seiring bangkitnya tensi perang dagang dan kekhawatiran tentang krisis di Turki dan Argentina.

Sementara market kawasan lain masih memperlihatkan ketangguhan. Bursa saham Wall Street menguat pada trading hari Selasa kemarin dimotori saham Apple Inc yang menjadi lokomotif penguatan saham tekno.

Mohamed El Erian, Chief Economic Advisor pada Allianz SE memperkirakan USA tujuan akhirnya mengamankan konsesi perdagangan. Dia melihat kemungkinan 60 persen dari perdagangan yang lebih adil dan masih bebas.

Indeks dolar melemah 0,1 persen ke posisi 95,174. Nilai tukar euro turun 0,15 persen ke $1,1587. Dolar Australia turun 0,25 persen ke level $1,7102. Poundsterling melemah 0,2 persen ke posisi $1,3007. Sedangkan yuan pada posisi 6,88 per dolar AS atau melemah di level terendah dalam 2,5 pekan terakhir.

"Pasar belum memberikan penilaian positif terhadap upaya kebijakan fiskal dan moneter Argentina yang sedang menuju arah yang benar. Turki telah mengisyaratkan ke arah kenaikan suku bunga," ujar Soichiro Monji, ekonom Senior pada Daiwa SB Investment yang berbasis di Tokyo. Menurutnya hal itu adalah perkembangan positif mata uang peso Argentina dan Lira Turki yang telah menjadi lokomotif pelemahan mata uang emerging market akhir-akhir ini.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,27% ke posisi 22.604.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,29% ke level 26.345.

Indeks Shanghai (China) -0,33% ke posisi 2.656.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,57% ke level 3.127.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak menguat di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (12/9) pagi waktu setempat meskipun ketegangan tensi perang dagang antara China dan USA terus berlanjut.

Indeks FTSE (Inggris) +0.16% di level 7.285.

Indeks DAX (Jerman) +0.48% pada level 12.027.

Indeks CAC (Perancis) +0.73% di posisi 5.322.


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Rabu (12/9) pagi waktu perdagangan Asia. Penguatan tersebut terjadi menyusul sebuah laporan bahwa persediaan minyak Amerika Serikat turun dan sanksi USA terhadap Iran meningkatkan ekspektasi pengetatan suplai.

Minyak WTI naik 68 sen ke harga USD69,93 per barel (pukul 13:46 WIB). Harga minyak Brent naik 30 sen ke harga USD79,36 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author