Bursa Pagi: Asia Cenderung Melemah, Ancam Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Cenderung Melemah, Ancam Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 12 September 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (12/9) dibuka bervariasi, setelah penutupan bursa utama Eropa dan Wall Street yang berlawanan arah, yang diwarnai pernyataan Beijing untuk mengajukan izin penerapan sanksi terhadap AS ke WTO, pekan depan.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,44%, dipimpin kejatuhan harga saham sektor keuangan sebesar 0,61%. Penurunan indeks berlanjut 0,34% (-12,30 poin) menjadi 6.167,40 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak turun 0,34% (-76,96 poin) ke posisi 22.587,73, setelah dibuka melemah 0,18% pada sesi awal perdagangan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,13% dan berlanjut bertambah 0,12% di level 2.285,88.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,15% (40,27 poin) di level 26.462,82 pada pukul 8:35 WIB. 

Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,19% menjadi 2.659,74.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal bertahan di zona hijau pada perdagangan Senin lalu, dan ditutup turun 0,35% menjadi 5.831. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang menguat, didukung capital inflow dan rilis data penjualan eceran. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi kenaikan di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, timah, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu kembali memanasnya tensi perang dagang antara Amerika dan China masih akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.790 dan resistance di 5.875.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham : BRIS (Buy, Support: Rp590, Resist: Rp630), ICBP (Buy, Support: Rp8.800, Resist: Rp9.000), BJBR (Buy, Support: Rp1.875, Resist: Rp1.925), UNVR (Buy, Support: Rp44.500, Resist: Rp46.500).

  • ETF : XPLQ (Buy on Weakness, Support: Rp409, Resist: Rp507), XIIF (Buy on Weakness, Support: Rp600, Resist: Rp610), XISC (Buy on Weakness, Support: Rp649, Resist: Rp665).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir rebound, terangkat oleh kenaikan harga minyak dan harga saham sektor teknologi, mengabaikan kekhawatiran sentimen perdagangan. Bursa saham dibuka di zona merah terbebani oleh kekhawatiran terhadap peningkatan ketegangan perang dagang AS-China, karena ancaman Gedung Putih untuk menganakan pajak impot tambahan sebesar USD267 miliar. Saham Apple melesat 2,5% menjelang peluncuran produk anyar. Amazon, Microsoft dan Facebook naik setidaknya 1%. 

Saham ExxonMobil, naik 1,4%, Apache dan Halliburton melonjak 1,8 % didorong lonjakan harga minyak karena ancaman gangguan Badai Florence.

Dow Jones Industrial Average naik 0,44% (113,99 poin) menjadi 25.971,06.

Standard&Poor's 500 menguat 0,37% (10,76 poin) ke posisi 2.887,91.

Nasdaq Composite melaju 0,61% (48,31 poin) ke level 7.995,47.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,22% menjadi USD22,38.

Bursa saham utamaEropatadi malam berakhir cenderung melemah, dengan membukukan sebagian besar saham di zona merah, tertkan oleh kekhawatiran investor mencermati perkembangan perdagangan global. 

Indeks European-Stoxx 600 turun 0,05% menjadi 375,31, dipimpin kejatuhan harga saham sektor industri dasar dan otomotif di tengah lonjakan harga minyak dan gas. Saham pemasok Apple di Eropa, ams AG dan STMicroelectronics melorot setelah Trump mengatakan raksasa teknologi itu akan terbebani oleh tarif AS terhadap impor China, sehingga harus memindahkan produksinya kembali ke AS. AS dan Uni Eropa dikabarkan berupaya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang dilakukan dalam dua bulan ke depan. China meminta izin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menjatuhkan sanksi terhadap AS.

FTSE 100 London melemah 0,08% (-5,76 poin) di posisi 7.273,54.

CAC 40 Paris naik 0,27% (14,16 poin) ke level 5.283,79.

DAX 30 Frankfurt turun 0,13% (-16,07 poin) menjadi 11.970,27.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat karena kekhawatiran tentang gesekan perdagangan China-AS mendorong aksi beli dolar sebagai safe-haven. China akan meminta izin WTO, untuk memberlakukan sanksi terhadap AS karena ketidakpatuhan Washington terhadap putusan sengketa bea dumpingAS. Dolar Australia rontok karena dilihat sebagai proxyekonomi berorientasi ekspor. Di pihak lain, pasar melihat ada kemajuan terkait masalah perdagangan AS dengan Kanada dan Eropa. Euro dan poundsterling melesat setelah Kepala Perunding Uni Eropa Michel Barnier mengisyaratkan kemungkinan kesepakatan Brexit dalam beberapa pekan. Indeks dolar yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju 0,10% menjadi 95,249.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1601-0.0005-0.04%7:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.302-0.0013-0.10%7:26 PM
Yen (USD-JPY)111.58-0.05-0.04%7:26 PM
Yuan (USD-CNY)6.8730.0175+0.26%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,857.0037.00+0.25%9/10/2018

Sumber : Bloomberg.com, 11/9/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melonjak lebih dari dua persen karena sanksi Washington menekan ekspor minyak mentah Iran, dan produksi minyak Amerika pada 2019 diperkirakan tumbuh pada tingkat yang lebih lambat dari perkiraan. Laporan bulananan Badan Informasi Energi memperkirakan, produksi minyak mentah AS meningkat 840.000 bph menjadi 11,5 juta bph pada tahun depan, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya sebesar 1,02 juta bph hingga 11,7 juta bph. Data American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah AS pekan lalu merosot 8,6 juta barel jauh melebiihi perkiraan penurunan 805.000 barel. Mematuhi seruan AS, Korea Selatan, Jepang, dan India akan mengurangi impor minyak Iran.

Harga minyak mentah berjangka Brentnaik USD1,69 (2,2%) menjadi USD79,06 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,71 (2,5%) menjadi USD69,25 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir positif karena investor melakukan aksi beli ketika harga mendekati USD1.200 per ounce. Namun, harga emas tetap di bawah tekanan setelah menembus level terendah dua pekan dan dolar menguat karena potensi kenaikan suku bunga The Fed dan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China.

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.197,28 per ounce.

Harga ems untuk pengiriman Desember naik USD2,40 (0,2%) menjadi USD1.202,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author