Bursa Sore: IHSG Terseret Sentimen Buruk Pelemahan Emerging Market

Bursa Sore: IHSG Terseret Sentimen Buruk Pelemahan Emerging Market

Posted by Written on 10 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertahan di zona merah hingga akhir perdagangan hari Senin (10/9). IHSG meredup -0,35 persen (-21 poin) ke level 5.831.

Indeks LQ45 -0,53% ke leavel 921 poin. IDX30 -0,61% ke level 504 poin. Indeks JII +0,27% ke level 637. Indeks Kompas100 -0,47% ke level 1.184. Indeks Sri Kehati -0,40% ke posisi 345. Indeks Sinfra 18 -1,45% ke level 301.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBRIIKAIUNVRPTBARIGSADRO dan TLKM.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya LPKRINCO, LPFF, BSDETPIAUNVR dan BJBR.

Saham Top Loser LQ45 antara lain TLKMSSMSBBCAPGASMNCNBRPT dan ITMG.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp6,30 triliun dengan volume trading sebanyak 114,72 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp140,24 miliar.

Sektor keuangan dan infrastruktur menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -0,66 persen dan -0,65 persen.

Nilai tukar rupiah -0,25 persen ke level Rp14.857 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Aksi jual masif di pasar saham China menarik bursa saham Asia ke level terendah dalam 14 bulan terakhir di perdagangan hari Senin (10/9). Para pemodal bersiap terhadap potensi kerugian akibat perang dagang antara China dan USA setelah Presiden Trump meningkatkan sengketa dengan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,9 persen, ke posisi terendah sejak Juli 2017, memperpanjang pelemahan yang terjadi pada pekan lalu ketika turun 3,5 persen secara mingguan. 

Pelemahan mingguan tersebut yang terburuk sejak pertengahan Maret tahun ini.

Pemodal bursa saham Asia dilanda kegelisahan setelah pada Jumat pekan lalu, Trump mengatakan siap mematok tarif impor terhadap barang asal China senilai USD267 miliar, bertambah dari jumlah semula sebesar USD200 miliar.

Market saham China babak belur yang mana indeks saham blue chips CSI300 turun 1,4 persen. Pasar saham Hong Kong juga turun signifikan. Bursa Jepang bertengger di zona hijau setelah GDP kuartal II tumbuh paling tinggi jika dihitung sejak 2016.

Investor juga memantau risiko penularan dari guncangan yang terjadi di pasar emerging market di antaranya Argentina dan Turki yang mata uangnya tertekan akhir-akhir ini. Beberapa perekonomian negara Asia terlalu rentan, demikian ulasan Tim Riset Nomura Securities. Nomura menyebut banyak negara (Asia) terbebani utang swasta yang tinggi.

India Rupee ke level terendah di posisi 72,50 terhadap USD. Sementara rupiah melemah 0,4 persen melayang untuk mendekati posisi terendah. "Mengingat pernyataan terbaru Trump, para pemodal kemungkinan melihat potensi mata uang emerging market lanjut melemah disertai perang dagang yang belum menguat lagi," kata Nick Twidale, analis pada Rakuten Securities (Australia). Menurutnya beberapa bursa emerging market telah tembus kisaran level terendah dan investor akan terus memantau sektor secara lebih dekat disertai ketakukan akan penularan yang tetap menjadi kekhawatiran utama.

Indeks dolar AS menguat ke level 95,43 poin. Indeks tersebut naik 3,5 persen secara kumulatif pada tahun ini. 

Dolar Australia ke level terendah dalam 2,5 tahun terakhir, melemah 1,3 persen sampai akhir pekan lalu. Euro naik berada di posisi $1,15495 setelah dalam turun beruntun dalam 2 hari. Sedangkan yen stagnan di level 110,96 terhadap USD.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,30% ke posisi 22.373.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,33% ke level 26.613.

Indeks Shanghai (China) -1,21% ke posisi 2.669.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,43% ke level 3.120.


Bursa Eropa

Market saham Eropa merayap ke level penguatan pada menit-menit awal perdagangan hari Senin (10/9) pagi waktu setempat di tengah masih adanya kekhawatiran terhadap perang dagang global.

Indeks FTSE (Inggris) +0,02% di posisi 7.278.

Indeks DAX (Jerman) -0,19% pada posisi 11.937.

Indeks CAC (Perancis) +0,07% ke level 5.254.


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Senin (10/9) sore. Eksplorasi produksi minyak di USA yang terhenti dan pasar yang memantau lebih ketat setelah sanksi USA terhadap ekspor minyak Iran yang berlaku mulai Nopember.

Minyak WTI naik 48 sen ke harga USD68,23 per barel (pukul 13:40 WIB). Harga minyak Brent naik 64 sen ke harga USD77,46 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author