Bursa Siang: IHSG Kehilangan Daya, Perang Dagang Diproyeksikan Kian Panjang

Bursa Siang: IHSG Kehilangan Daya, Perang Dagang Diproyeksikan Kian Panjang

Posted by Written on 10 September 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berada di zona merah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Senin (10/9). IHSG meredup -0,55 persen (-33 poin) ke level 5.819.

Indeks LQ45 -0,83% ke leavel 918 poin. IDX30 -0,87% ke level 502 poin. Indeks JII -0,38% ke level 634. Indeks Kompas100 -0,71% ke level 1.181. Indeks Sri Kehati -0,87% ke posisi 343. Indeks Sinfra 18 -1,39% ke level 302.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah BBCAADROPGASTLKMINKPCPIN dan VIVA.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya INCOBSDEUNVRADROINDFELSA dan PGAs.

Saham Top Loser LQ45 antara lain AKRAINDYWSBPTLKMTPIAADHI dan HMSP.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,61 triliun dengan volume trading sebanyak 86,43 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp89,17 miliar.

Sektor industri dasar dan keuangan menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,22 persen dan -1,02 persen.

Nilai tukar rupiah -0,37 persen ke level Rp14.875 (pukul 12:00 pm)


Bursa Asia

Market saham Asia mengawali trading pada pekan ini di zona merah di tengah penguatan dolar AS seiring Presiden USA Donald Trump makin memanaskan sengketa dagang dengan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 0,6 persen, memperpanjang pelemahan yang terjadi pada pekan lalu ketika turun 3,5 persen secara mingguan. Pelemahan mingguan tersebut yang terburuk sejak pertengahan Maret tahun ini.

Bursa Jepang bertengger di zona merah namun perlahan menanggalkan pelemahan tersebut setelah GDP kuartal II tumbuh paling tinggi jika dihitung sejak 2016. Indeks saham blue chip di bursa China, CSI300 turun 0,6 persen. Pelemahan juga terjadi di bursa saham Hong Kong.

Pada akhir pekan lalu, bursa saham Wall Street melemah setelah Presiden Trump mengancam tarif impor atas barang asal China senilai USD267 miliar atau lebih tinggi dari janji sebelumnya sebesar USD200 miliar.

"Secara keseluruhan Amerika Serikat akan terus meningkatkan tekanan sampai China memenuhi keinginan USA yang tampkanya tidak mungkin dalam waktu dekat," kata Tim Riset JPMorgan. Menurut JPMorgan penerapan tarif dan ketidakpastian yang meningkat, kedua hal tersebut akan terus membebani market sampai akhir tahun.

Indeks dolar AS menguat ke level 95,43 poin. Indeks tersebut naik 3,5 persen secara kumulatif pada tahun ini. Dolar Australia ke level terendah dalam 2,5 tahun terakhir, melemah 1,3 persen sampai akhir pekan lalu.

Euro naik berada di posisi $1,15505 setelah dalam turun beruntun dalam 2 hari. Sedangkan yen berada di level 110,96 terhadap USD.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,13% ke posisi 22.336. (11:45 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,89% ke level 26.733.

Indeks Shanghai (China) -0,63% ke posisi 2.685.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,49% ke level 3.119. (12:00 pm)


Oil

Harga minyak menguat pada perdagangan hari Senin (10/9) pagi waktu perdagangan Asia. Eksplorasi produksi minyak di USA yang terhenti dan pasar yang memantau lebih ketat setelah sanksi USA terhadap ekspor minyak Iran yang berlaku mulai Nopember.

Minyak WTI naik 44 sen ke harga USD68,19 per barel (pukul 10:44 WIB). Harga minyak Brent naik 50 sen ke harga USD77,33 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author