Bursa Sore: IHSG Masih Bangkit Saat Spekulasi Perang Dagang Tidak Segera Berakhir

Bursa Sore: IHSG Masih Bangkit Saat Spekulasi Perang Dagang Tidak Segera Berakhir

Posted by Written on 07 September 2018


Ipotnews - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut pada akhir perdagangan hari Jumat (7/9) akhir pekan ini. IHSG melaju +1,30 persen (+75 poin) ke level 5.851.

Indeks LQ45 +1,87% ke leavel 926 poin. IDX30 +2,03% ke level 507 poin. Indeks JII +1,57% ke level 636. Indeks Kompas100 +1,65% ke level 1.189. Indeks Sri Kehati +2,03% ke posisi 346. Indeks Sinfra 18 +1,48% ke level 306.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah INPC,BBRITLKMBBCAASIIPGAS dan PTBA.

Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya INTPUNVRASIIEXCLLPKRBBTN dan GGRM.

Saham Top Loser LQ45 antara lain ITMGADHIWSBPSRILPTPPANTM dan INCO.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,84 triliun dengan volume trading sebanyak 90,95 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp280,18 miliar.

Sektor aneka industri dan konsumer menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +4,42 persen dan +2,89 persen.

Nilai tukar rupiah +0,30 persen ke level Rp14.836 (pukul 04:00 pm)


Bursa Asia

Market saham melemah pada perdagangan terakhir pekan ini seiring ketakutan para pemodal atas tarif impor baru USA dan China yang dapat muncul kapan saja. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) turun 0,3 persen, bahkan sempat ke posisi terendah sejak pertengahan Juli tahun lalu.

Penguatan yen merusak market saham Jepang sehingga Indeks Nikkei 225 ke zona merah akibat penguatan yen. Presiden USA Donald Trump diberitakan dapat mempertimbangkan untuk mengambil alih perdagangan Jepang.

Saham-saham blue Chip di bursa China turun setelah Indeks CSI300 menguat 0,5 persen. Indeks Kospi di bursa Korsel turun 0,26 persen. Begitu pula dengan Indeks ASX200 (Australia) melemah 0,27 persen.

Pasar emerging market masih berjuang untuk stabil setelah tertekan pada pekan ini. Pasar Indonesia dan Filipina masih dilanda kekhawatiran oleh capital outflow menyusul krisis di Turki dan Argentina.

Kepala Riset ANZ, Raymond Yeung menyatakan kesepakatan akhir tidak akan tercapai dalam konflik dagang USA dan China. Menurut Raymond, diyakini pemerintah USA akan terus meningkatkan skala eskalasi konflik dagang serta kebijakan investasi terhadap China. "Pemerintah USA tidak sederhana dalam mentargetkan keseimbangan perdagangan bilateral antara USA dan China. Bila hal itu ada, friksi dagang tersebut akan melonggar pada Mei," ujarnya.

Ketakutan juga muncul dari batas waktu pengajuan pendapat publik terkait kebijakan tarif baru terhadap barang China senilai USD200 miliar. Batas waktu tersebut berakhir pada pukul 04.00 sore waktu USA hari Kamis. Tarif dapat berlaku setelah itu meskipun tanpa jadwal pelaksanaan yang jelas. Sementara pemerintah China telah mengingatkan tindakan balasan bila USA menerapkan kebijakan baru tersebut.

"Tampaknya tidak mungkin tarif tidak diterapkan pemerintah USA karena USA yakin bahwa mereka memenangkan perang dagang dan akan berada dalam posisi yang lebih kuat untuk bernegosiasi jika memberi tekanan lebih besar kepada China," demikian ulasan Tim Riset JPMorgan.

Para investor juga mencermati data lapangan kerja USA periode bulan Agustus yang diperkirakan naik sebesar 191.000. Sedangkan tingkat upah diperkirakan naik 0,2 persen yang kemungkinan akan mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga obligasi pemerintah.

Indeks dolar AS bergerak melemah ke level 94,939. Sementara nilai tukar USD terhadap yen di level 110,62, melemah paling buruk dalam 7 hari terakhir.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,80% ke posisi 22.307.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,01% ke level 26.973.

Indeks Shanghai (China) +0,40% ke posisi 2.702.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,42% ke level 3.134.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak mixed pada menit-menit awal perdagangan hari Jumat (7/9) pagi waktu setempat. Para pemodal bersikap hati-hati dalam mencermati ancaman perang dagang.

Indeks FTSE (Inggris) -0,10% ke posisi 7.311.

Indeks DAX (Jerman) +0,13% di level 11.970.

Indeks CAC (Perancis +0,28% pada posisi 5.258.


Oil

Harga minyak stabil pada perdagangan hari Jumat (7/9) waktu perdagangan Asia seiring penurunan persediaan minyak di USA ke level terendah sejak 2015 walaupun terdapat tensi perang dagang USA-China serta pelemahan ekonomi emerging market.

Minyak WTI naik 16 sen ke harga USD67,93 per barel (pukul 13:54 WIB). Harga minyak Brent naik 8 sen ke harga USD76,58 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author